Saat ini semua serba online, mulai dari belanja, memesan tiket, hingga membeli makanan. Apalagi sekarang telah ada ojek online yang mudah pengunaannya, aman dan sampai di lokasi yang diinginkan.

Hal ini berbeda dengan angkot. Saya sebagai orang yang telah bertahun-tahun menggunakan transportasi ini menganggap bahwa angkot tak banyak berubah. Harganya yang setengah ojek online menjadikan kita lebih memilih untuk naik ojek online. Sistem angkot pun masih sama, rute yang telah diatur, kemudian penumpang naik bersama. Jauh dekat harganya sama.

Ketika perubahan datang, sedangkan angkot tak lagi berubah, maka yang ada angkot akan tergilas oleh perubahan itu sendiri. Angkot yang senang menunggu penumpang, sopir yang merokok, hingga mengendarai ugal-ugalan. Kini menurut saya, angkot sudah tak lagi relevan.

Angkot yang tidak tepat waktu, padahal kini orang Indonesia sudah mulai belajar menghargai waktu. Jangan sampai kemudian angkot malah memperlambat pergerakan kita. Ini yang harus disadari oleh pihak-pihak yang berhubungan dengan transportasi ini.

Angkot dapat belajar dari go-car, grab car yang nyaman dan cepat. Mungkin memang angkot tidak bisa seideal itu, karena mirip taksi. Tapi ada hal-hal yang dapat ditampung oleh angkot. Seperti cepat datang dan cepat sampai tujuan. Maka angkot butuhkan akselerasi.

Ketika pengalaman saya naik angkot dulu, angkot penuh sesak. Tidak peduli angkotnya jelek atau tidak. Sopirnya menyetirnya seperti ingin ke kamar mandi atau lagi marah, saya tidak peduli. Angkotnya sempit dan karena saya ketinggian hingga kepala saya terantuk pun masih saya maafkan.

Tapi itu dulu, bukan sekarang. Sekarang banyak pilihan yang lebih baik seperti yang saya katakan tadi. Ojek online. Mudah, cepat, tidak terlalu mahal, dan sampai ditujuan tepat waktu. Bahkan ada promo yang bisa digunakan untuk mengurangi harganya. 

Hal ini karena pihak tersebut mengutamakan kepentingan penumpang. Penumpang dapat fasilitas dan layanan baik, penumpang pun senang dan tak berkeberatan masalah harga, meskipun undang-undang kini sudah menetapkan tarif ojek online. Hal ini tak berpengaruh pada keinginan penumpang untuk memilih ojek online, mereka tetap setia.

Dulu angkot cuek saja sama penumpang. Mau penumpangnya naik turun, ia tak peduli, kecuali sudah bayar. Kalau bayarnya kurang, marah. Kalau bayarnya kelebihan juga marah, karena tak ada kembalian. Lalu sopirnya dengan muka cemberut merelakan uangnya untuk penumpang saja. 

Kini keadaan dulu sudah tak sama lagi dengan sekarang. Sekarang angkot yang harus melayani penumpang dengan baik.

Harusnya angkot menyadari bahwa penumpang yang makin hari makin sepi. Penumpang yang terpaksa naik angkot, mungkin karena tak ada pilihan lain. Kalau tidak segera berbenah, mungkin besok-besok orang tak akan mau naik angkot lagi.

Saya tidak berharap kemudian angkot jadi ikut-ikutan online, tapi paling tidak ada hal yang baru. Karena perubahan itu penting. Misal di dalam angkot ada wifi. Atau penumpang satu sama lain bisa saling mengobrol dan berkenalan.

Seperti angkot yang ada di Depok, di mana Dishub akan meremajakan angkot yang sudah lama digunakan. Ada angkot yang berumur puluhan tahun, perlu untuk diganti dengan yang baru. Kemudian juga angkot akan diberikan AC. Hal ini bagus, tetapi yang paling penting adalah sopir itu sendiri.

Kalau angkot berubah, maka akan ada banyak kemungkinan untuk menarik kembali penumpang. Stigma bahwa sopir angkot yang membawa penumpang perempuan sendirian itu tidak aman harus segera dihilangkan. Jika angkot memang masih ingin terus berjalan. Angkot harus aman, itu hal pertama yang wajib dilakukan.

Orang menggunakan kendaraan umum karena percaya dan aman. Memang tidak semuanya bisa dikontrol, tetapi tetap harus berusaha untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang. Jangan sampai membuat penumpang gusar, yang akan mengakibatkan hilangnya rasa percaya pada angkot.

Apalagi baru-baru ini ada kasus di mana alumni IPB dicekik oleh sopir angkot karena ingin merampas hartanya. Perempuan yang baik itu dibunuh dengan cara dicekik, setelah sebelumnya dilakukan perbuatan bejat. 

Pelaku yang tak merasa bersalah itu kabur setelah meninggalkan mayat korban yang hampir tanpa busana. Hal ini membuat saya benar-benar sedih, cemas sekaligus khawatir. Dan hal ini juga yang akan membuat kita berpikir dua kali sebelum naik angkot.

Seorang perempuan yang harusnya memiliki masa depan, tetapi kini harus berpulang tanpa berhasil menyelesaikan impiannya. Saya turut berduka cita untuk keluarga korban. Kita pun berdoa untuk korban, dan semoga tidak terulang kejadian yang demikian.

Semoga angkot dapat berbenah ke arah yang lebih baik. Dengan meningkatkan fasilitas dan mengurangi hal-hal buruk yang ada. Sebab perubahan itu mutlak diperlukan. Meski tidak semua perubahan itu baik, tetapi dengan perubahan akan adanya keterbaruan. Sehingga bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.