Ketahanan Nasional merupakan suatu tanggung jawab Atau kewajiban yang harus dilakukan oleh semua penduduk Indonesia, baik masyarakat umum maupun otoritas publik. Hal ini dengan alasan bahwa tanggung jawab  publik harus terus dijaga dan ditumbuhkan agar kehidupan di arena publik dan negara dapat terjamin.

Apalagi di dalam suatu negara pasti akan ada isu-isu yang dapat merusak keamanan publik, baik itu dari isu rasial, perjuangan dalam negeri, permusuhan militer, hingga peristiwa bencana. Dengan cara ini, setiap warga harus memahami apa arti sebenarnya dari fleksibilitas publik.

Keserbagunaan publik juga merupakan kondisi ideal yang digerakkan oleh suatu bangsa dalam membina solidaritasnya, sehingga dapat menghadapi berbagai macam bahaya yang datang mengganggu ketahanan negara, baik dari dalam maupun dari jarak jauh. 

Ide keserbagunaan publik telah dikenal mulai sekitar tahun 1968, sesuai informasi yang saya lihat dari Yayasan Kekuatan Publik, yang dimaksud dengan fleksibilitas publik adalah keadaan negara Indonesia yang kuat yang berisi pertanyaan tentang kekuatan dan ketekunan terlepas dari segala jenis bahaya, kejengkelan, dan bahaya dari dalam dan luar negara.

Aturan yang digunakan dalam gagasan kekuatan publik yang esensial adalah Astagatra. Astaga adalah sekelompok koneksi yang saling terkait dalam membentuk cara individu berperilaku. Bantuan dan keamanan pemerintah bersifat unik, namun tidak dapat dipisahkan. Karena sebentar lagi, pelaksanaan bantuan pemerintah ini membutuhkan keamanan begitu juga sebaliknya.

Bantuan dan keamanan pemerintah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat mengingat daya dukungnya tidak sepenuhnya diselesaikan olehnya. Bantuan pemerintah direncanakan sebagai kemampuan negara untuk mensukseskan negara yang adil dan tidak memihak bagi kerabatnya.

Sementara itu, keamanan adalah kemampuan untuk menjaga dan mengikuti kualitas yang dianut terhadap bahaya, gangguan, dan rintangan. berasal dari pihak dalam dan pihak luar. Derajat bantuan pemerintah dan keselamatan masyarakat biasanya dijadikan tolak ukur dalam memajukan keselamatan masyarakat.

Berlandasan publik mengingat metodologi astagatra, yang terdiri dari 3 variabel normal, seperti kekayaan biasa, geologi, dan masyarakat dan 5 elemen sosial, khususnya ekonomi, budaya, perlindungan, penalaran, dan organisasi negara, pusat keselamatan publik di sekitar menjaga dengan kualitas yang dianut untuk ketahanan suatu negara dengan pendekatan keamanan dan bantuan pemerintah.

Berpegang teguh pada pemahaman pengetahuan masyarakat dalam pandangan negara sesuai Pancasila dan UUD 1945. Keamanan publik diperlukan untuk negara-negara non-industri. Digunakan untuk mengelola hasutan, hambatan, dan penghalang.Tanggung jawab publik juga memiliki sifat-sifat yang terkandung di dalamnya, misalnya

 1. Mandiri

Mandiri adalah ketahanan nasional yang bersifat percaya kepada kemampuan dan juga kekuatan sendiri dengan keuletan serta ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah dan bertumpu pada identitas, kepribadian bangsa, dan juga integritas. Kemandirian tersebut adalah salah satu prasyarat untuk menjalin sebuah kerja sama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global.

2.  Dinamis

Dinamis artinya ketahanan nasional bersifat tidak tetap, melainkan bisa meningkat atau menurun bergantung dengan kondisi dan situasi bangsa dan juga negara, serta kondisi lingkungan yang ada disekitar. Hal tersebut sesuai dengan hakikat dan juga pengertian bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini akan selalu berubah. Oleh karena itu, upaya dalam peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamika yang ada di dalamnya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik lagi.

3.. Manunggal

Manunggal artinya ketahanan nasional mempunyai sifat yang integratif. Dimana hal itu diartikan sebagai terwujudnya kesatuan dan juga perpaduan yang seimbang, selaras, dan serasi diantara semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

4. Wibawa

Wibawa artinya ketahanan nasional sebagai sebuah hasil pandangan yang sifatnya manunggal, yaitu bisa mewujudkan kewibawaan nasional yang nantinya akan diperhitungkan oleh pihak lain. Sehingga bisa menjadi daya tangkal suatu negara. Semakin tinggi daya tangkal yang dimiliki suatu negara, maka akan semakin besar juga kewibawaannya.

5. Konsultasi dan Kerja Sama

Ini artinya ketahanan nasional Indonesia tidak mengedepankan sikap konfrontatif dan antagonis. Selain itu, bangsa Indonesia juga tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik saja. Namun lebih kepada sifat konsultatif dan kerja sama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.

Pandangan saya juga terlacak dalam kehidupan sehari-hari misalnya dalam:

Perpolisian : implementasi selesai sehingga  suatu bangsa dapat mengantisipasi dan memerangi bahaya yang ada di negara tersebut. Dengan hukum, kekuatan masyarakat akan terjaga dan selanjutnya ketahanan dalam suatu negara akan berjalan dengan baik.

Sekolah Karakter untuk Usia Muda Dengan pelatihan karakter, usia yang lebih muda akan memiliki kekuatan untuk menghadapi arus modernisasi dan globalisasi. Meskipun modernisasi dan globalisasi membawa dampak positif, namun juga membawa akibat yang merugikan, salah satunya adalah mengganggu keamanan masyarakat.

Penjelasannya, dua hal ini bisa mengaburkan dulu budaya atau kepribadian suatu negara. Dengan cara ini, penting untuk memiliki kekuatan yang serius dari setiap usia muda, sehingga mereka dapat mengakui peningkatan tanpa mengurangi kepribadian negara.