Arsiparis
2 tahun lalu · 430 view · 2 min baca · Gaya Hidup membaca.jpg
https://pixabay.com

Ketagihan Membaca Itu Tidak Berbahaya

Bagi sebagian orang membaca adalah kegiatan yang berat apabila  yang dibaca adalah buku tebal dan berisi ilmu yang rumit ( asing bagi pembaca). Namun, ada juga yang beranggapan membaca adalah menbuang-buang waktu saja-hanya untuk orang yang tak punya kerjaan. Semua boleh berpendapat dengan cara pandang yang berbeda namun satu hal yang pasti bahwa dengan membaca otak secara tidak sadar berlatih untuk fokus pada sesuatu yang dihadapi.

Otak kita bekerja lebih sering menggunakan alam bawah sadar ( ketidaksadaran) sehingga seringkali informasi yang masuk tidak terekam sempurna karena tidak ada yang dianggap penting bagi kesadaran kita. Nah membaca adalah sebuah kegiatan yang secara sadar kita jalani sehingga apa yang kita masukkan sebagi informasi ke otak kita banyak tertangkap meski itu masih perlu latihan lagi.

Otak perlu distimulasi dengan kegiatan yang memancing untuk fokus salah satunya membaca sehingga daya kerjanya tidak melemah dimakan usia. Dan ada satu hal yang sering dilupakan bahwa otak perlu berekreasi agar tidak tegang karena selalu dipakai menganalisa-salah satunya dengan dipakai membaca buku buku informasional yang menghibur. Buku buku dalam kategori ringan bisa menjadi alternatif untuk kita keranjingan membaca.

Membaca buku jenis apapun, sastra, tip and trick, motivasi maupun pengetahuan eksakta yang rumit perlu dibiasakan, pertama kalinya tentu harus dipaksakan pada diri sendiri dengan membaca buku yang kita suka. Lambat laun itu akan menjadi kebiasaan dan bahkan mungkin ketagihan. Bukankah segala jenis ketagihan dimulai dari yang namanya coba-coba?

Seseorang tidak akan serta merta keranjingan membaca bila orang tersebut tidak mempunyai kebiasaan membaca. Nah kebiasaan inilah yang perlu dipupuk melalui bacaan bacaan yang menarik untuk kita. Unsur menarik tidaknya sebuah bacaan tergantung dari di mana passion anda tentunya masing masing orang berbeda beda.

Ada orang yang tertarik bidang ekonomi bacalah buku ekonomi. Kalu tertarik di bidang filsafat bacalah juga buku filsafat. Semua tergantung anda bidang apakah yang membuat anda antusias itulah passion Anda.

Nah, daripada ketagihan yang lain kan lebih baik bila kita ketagihan membaca. Suatu jenis ketagihan yang nggak ada efek samping negatifnya. Membaca bisa juga menjadi sarana rekreasi jiwa dan otak kita. Dengan hanya dipakai melamun otak kita sering ngelantur tak terstruktur karena seringkali ide dalam lamunan itu  meloncat loncat dari satu tema ke tema lainnya.

Akan tetapi, ada jurus untuk menyiasati ide kita yang meloncat loncat ini, yaitu  dengan membaca karena  otak yang sedang membaca  akan focus mengolah informasi dari rangkaian huruf huruf atau  tulisan yang kita baca.

Satu lagi yang kita dapatkan dari kebiasaan membaca adalah bahwa buku itu guru yang tidak pernah protes dan marah pada kita. Mereka hanya membagi ilmu tanpa mengeluh hanya kita saja yang dipaksa untuk sabar menemaninya dalam duduk, diam, dan mengunyah isinya dengan antusias.

Membaca tidak akan membuat pelakunya rugi malah akan semakin kaya. Saya rasa tidak ada orang yang merasa rugi disebabkan oleh membaca banyak buku. Jika tidak kaya harta kita masih bisa kaya logika budaya. Saya yakin setiap informasi dari bacaan yang kita baca suatu saat akan kita gunakan untuk memberdayakan diri kita.  Apalagi, membaca kitab suci, bila itu menjadi kebiasaan akan membuat hidup lebih berarti.

Ketagihan membaca, boleh dicoba karena itu tidak membahayakan dan perlu. Ayo membaca!

Artikel Terkait