Pada awal 2020 awal kita dikejutkan dengan fenomena baru yang terjadi 100 tahun sekali. Fenomena ini merupakan salah satu fenomena yang sangat tidak diinginkan. Dampak dari fenomena ini antara lain : kesehatan mental yang mulai hancur bahkan kehilangan pekerjaan.

Apakah fenomena tersebut? Fenomena tersebut adalah penyebaran virus covid-19,CO” merujuk pada corona, “VI” merujuk pada virus,  “D” merujuk pada disease atau penyakit, dan 19 merujuk pada tahun yaitu 2019. Covid-19 masuk ke Indonesia pada awal tahun 2020 yang ditularkan oleh orang Depok kemudian menyebar.


Virus covid-19 ini sangat meresahkan warga dunia dikarenakan semua orang tidak dapat berpergian dan melakukan aktivitas  di luar ruang seperti biasanya. Hal ini berdampak pada pekerjaan dan sekolah yang dilakukan secara daring. Semua orang sangat pusing dan stres ketika harus "work from home".

Work from home membuat sebagian orang tidak dapat bersosialisasi dengan hangat, karena mereka menghabiskan waktunya hanya melalui media internet. Pelajar di Indonesia sulit mengerti pelajaran, disebabkan belajar secara daring. Mereka diwajibkan untuk memahami materi melalui video dan lain-lain.

Sebagian besar manusia mengalami burnout dan menyebabkan kesehatan mental mereka menurun. Mereka mengeluh karena harus menatap layar gadget setiap saat dan merasakan jenuh yang berkepanjangan karena setiap hari selalu melakukan aktivitas yang sama setiap harinya. Gadget bisa membuat iritasi mata.

Apasih kesehatan mental itu?. Kesehatan mental adalah suatu kondisi yang dimana batin dan pikiran kita merasa tenang dan tentram, sehingga kita dapat menjalankan dan menikmati hidup dengan tenang. Kesehatan mental juga merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan jasmani kita.

Terganggunya kesehatan mental  sangat jarang disadari oleh manusia, apabila kesehatan mental yang terganggu bisa menimbulkan akibat yang fatal. Oleh karena itu, alangkah baiknya bagi kita untuk senantiasa menjaga kesehatan mental agar tetap stabil. Kesehatan mental bukan suatu hal yang sepele.

Mental yang bagus dapat membuat kita lebih percaya diri. Kesehatan juga berpengaruh ke perasaan positif dan sebaiknya kita menghindari stres di diri kita yang mana akan memengaruhi kinerja kita sehari-hari terutama di masa pandemi. Sebaiknya kita harus dapat menghindari yang namanya stres

 Tentunya dengan adanya pandemi covid-19 tidak hanya menyerang fisik tetapi juga menyerang psikis. Terutama kita sebagai mahasiswa, tuntutan tugas akademik ada kalanya terasa berat oleh para mahasiswa. Tidak hanya tugas akademik, faktor lain yaitu terbatasnya kegiatan bersosialisasi.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental di masa pandemi yaitu dengan melakukan penyesuaian diri. Dengan cara ini kita dapat bertahan. Penyesuaian diri perlu dilakukan untuk mendapatkan keharmonisan dan keselarasan.


Penyesuaian diri yang baik dapat diukur dari seberapa baiknya seseorang mengatasi setiap perubahan yang terjadi dalam hidupnya. Penyesuaian diri adalah aspek mental yang berkaitan dengan keyakinan seseorang terhadap kemampuan diri. 

Menjaga kesehatan mental dengan cara melakukan penyesuaian diri dapat diawali oleh menumbuhkan mindset dan motivasi. Pandemi seperti sekarang mahasiswa dihadapkan dengan segala urusan kuliah dengan daring.

 Perkuliahan secara daring menimbulkan suasana yang sangat berbeda dari kuliah biasanya di mana kita yang biasanya dapat mendengarkan materi secara langsung dan bertatap muka dengan dosen pemateri.

Suasana yang berbeda itu pula dapat menimbulkan motivasi yang menurun. Kelihatannya kuliah daring lebih santai, tetapi kemungkinan timbulnya stres tetap saja tidak dapat dihindarkan.

Pemahaman materi saat kuliah daring dirasa lebih lambat dan tidak sepenuhnya dapat diserap oleh memori otak. Hal ini menjadi faktor menurunnya mood serta motivasi berujung dengan kemungkinan pikiran negatif seperti menyalahkan diri sendiri, merasa bodoh, dan sebagainya.

Pikiran-pikiran tersebutlah yang dapat menimbulkan stres, namun kembali lagi dengan mindset di masing-masing individu. Kita harus berusaha menghindari perasaan dan pemikiran negatif tersebut serta belajar menerima keadaan dan mengikuti arus atau yang sering kita sebut kini dengan istilah “jalani saja”.

Selain itu, aspek kerohanian juga sangat membantu dalam membangun mindset dan  motivasi dalam menghindari stres. Menjalani hobi sebagai bagian dari kesibukan dan pemikiran sehari-hari yang menumpuk.

Melakukan hobi membantu meningkatkan mood dan positivitas serta melepaskan tekanan stres. Menulis contohnya, tidak perlu menuangkan hal-hal yang berat dalam sebuah tulisan.

Menulis bebas seperti menuangkan perasaan, menjabarkan sisi positif atau hal yang bisa disyukuri membantu kita untuk memupuk bahan bakar berupa energi positif. Hobi lain seperti melukis, bermain game, menyanyi, menari hingga berolahraga.

Namun, perlu kita ingat dalam menjalankan hobi dalam bentuk bagian dari kesibukan janganlah berlebihan karena kita tetap harus fokus ke tujuan utama dan pencapaian yang kita sudah diatur.

Beralih dari pengaruh yang ditumbuhkan diri sendiri, faktor lainnya yaitu lingkungan sekitar. Sebisa mungkin hindarilah circle yang toxic.

Lingkungan sekitar seperti ruang lingkup rumah-keluarga dan pertemanan mempengaruhi kesehatan mental tergantung dari cara kita berinteraksi dan respon akan satu sama lain serta bagaimana cara kita menerima serta memaknainya apakah akan menjadi positif atau negatif.

Hal ini dapat ditekankan bahwa menjaga mental health adalah hal yang sangat penting. Kesehatan mental mempengaruhi kesehatan fisik. Kesehatan mental berpengaruh terhadap keputusan yang akan kita ambil, pastinya setiap keputusan berdampak apa yang akan terjadi ke depannya.

Selain itu, kesehatan mental seorang individu juga memengaruhi suasana lingkungan sekitarnya. Kesehatan mental membantu kita untuk menggali potensi-potensi dan menjadi faktor produktivitas kita dalam menjalani sebuah pekerjaan.

Pada masa pandemi yang serba sulit ini tidak hanya ketahanan fisik, tapi ketahanan psikis juga turut diuji. Kesehatan mental merupakan salah satu faktor utama yang mendukung kita supaya bisa melalui keadaan yang serba sulit ini.

Dalam menjaga kesehatan mental kita bisa melakukan penyesuaian diri dengan cara mengatur pola pikir dan juga menumbuhkan motivasi. Selain itu, kita juga harus berpegang teguh dengan aspek kerohanian juga sangat berpengaruh dalam meningkatkan pola pikir yang positif.

Hal lainnya yaitu hobi, hobi membantu kita untuk melepaskan stres. Selain dari diri sendiri, kondisi lingkungan dan orang-orang sekitar juga menentukan kondisi mental health.