Pada keadaan seperti sekarang, pasti banyak orang yang membutuhkan dukungan dari orang lain untuk membangkitkan semangat maupun sebagai motivasi dalam menghadapi tantangan dalam hidup. 

Jangankan pada keadaan yang menyebabkan kita serba terbatas seperti saat ini, pada keadaan normal pun tiap orang pasti butuh semangat di setiap kegiatan, kan?

Namun, mungkin banyak orang yang tidak sadar bahwa caranya dalam mendukung seseorang tersebut justru bukan supportif dan membangkitkan semangat orang yang dituju, tetapi justru sebaliknya membuat orang tersebut patah semangat dan bahkan putus asa. 

Mungkin beberapa dari kalian bertanya-tanya, “loh kok mau jadi penyemangat justru dianggap destruktif sih?” Nah, ini yang saya maksud sebagai kesalahan cara dalam mendukung

Selama saya hidup, saya sadar sekali bahwa cara seseorang memberikan semangat dalam mendukung orang lain sangat bermacam-macam, ada yang merangkul secara perlahan, ada yang dengan memberikan benda/hal kesukaan orang tersebut sebagai pembangkit semangat dan pengalih kerumitan masalah yang sedang dialami, dan ada juga yang keras memberi “cambukan” semangat, dll.

Tentu saja kekuatan dari dukungan seseorang terhadap kita pasti sangat kuat dalam membangun semangat, tetapi kata-kata yang tidak tepat jika kita terima saat sedang terpuruk justru membuat kita makin terpuruk.

Perlu kita sadari Bersama bahwa menyemangati seseorang butuh cara yang tepat tergantung dari orang yang kita tuju agar tidak memberikan dampak yang negatif kepada orang tersebut. 

Poin pentingnya, pastikan dalam memberi semangat kepada orang yang kita tuju, kita harus mengerti bahwa orang tersebut sedang berada di titik yang mungkin rendah dalam masalah yang sedang dihadapinya.

Tentu kita harus memberi semangat dengan tidak memaksakan orang tersebut untuk melakukan sesuatu yang jauh di luar kapasitas orang tersebut, analoginya apabila ada teman anda yang terjatuh saat naik sepeda motor, dan anda menolongnya lalu berbicara kepadanya, “tuh kan jatoh, udah ayo bangun, hujan-hujan naik motor sih” padahal orang tersebut hanya memiliki sepeda motor tersebut, tentu bukan cara menyemangati yang tepat bukan?

Dalam kehidupan sehari-hari pun saya yakin banyak macam dari kesalahan cara menyemangati seseorang yang kita terima maupun secara tidak sadar kita sampaikan kepada orang lain, entah dari menyemangati hal yang ringan hingga ke hal-hal yang mungkin krusial bagi orang yang kita tuju tersebut.

Kita harus mengerti bahwa dalam mengadapi masalah, setiap orang termasuk diri kita sendiri pasti sudah mencari cara yang terbaik bagi diri kita sendrii dalam menghadapi masalah tersebut, jadi jangan justru menghancurkan cara orang tersebut dengan perkataan yang tidak tepat yang kita lontarkan.

Contohnya aslinya saja pada keadaan pandemi seperti saat ini, banyak usaha yang omset dan perkembangannya sedang stagnan ataupun bahkan menurun, mulai dari UMKM, bahkan ekonomi keluarga pun pasti banyak yang mendapat terpaan masalah. Setiap orang pun butuh ruang dalam mengembangkan dirinya masing-masing untuk menghadapi permasalahan tersebut.

Kita hanya perlu mendukungnya secara baik dengan perkataan yang tepat seperti memberi informasi terkait pendanaan dari pemerintah maupun swasta, pekerjaan freelance, dan cara lainnya yang membangun, tidak dengan menjudge dengan perkataan kita yang tidak sesuai bagi orang tersebut.

Jika kita hanya memberikan kata-kata bualan agar dianggap sebagai orang yang supportif bagi orang tersebut, tentu saja tidak akan berguna bahkan hanya menyakiti perasaan orang tersebut.

Menjadi orang yang positif dengan memberi semangat kepada orang lain dalam bentuk apapun itu tentu merupakan sebuah sikap yang baik, tetapi yang perlu ditekankan disini adalah cara penyampaian dan bahasa kita dalam menyampaikan semangat itu

Yang pertama, cara kita dalam menyampaikan semangat harus sesuai dengan kondisi seseorang yang akan kita semangati agar tidak menimbulkan salah presepsi, dan yang kedua, bahasa yang kita gunakan dalam memberi semangat usahakan adalah bahasa yang halus dan membuat orang yang kita semangati merasa nyaman

Jadi mulai sekarang kita harus menyadari bahwa cara kita dalam memberi semangat dapat menjadi sangat berpengaruh, kita harus memastikan bahwa kata-kata yang kita ucapkan dalam menyemangati seseorang harus memberi dampak positif yang membangun bagi orang tersebut, bukan justru sebaliknya.

Sebenarnya memberi semangat merupakan cara yang paling mudah bagi kita untuk membuka relasi baru ke orang lain yang pastinya sangat berguna kedepannya dalam kehidupan kita maka pastikan tiap kata yang keluar dari mulut maupun ketikan jari kita di sosial media maupun di kehidupan sehari-hari kita.

Kita sebagai manusia harus bisa berguna bagi orang lain dengan cara kita masing-masing, dan menurut saya dengan menyemangati seseorang dengan cara yang tepat sudah termasuk memberi kontribusi sebagai salah satu gerbang bagi diri kita untuk memulai menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna bagi lingkungan sekitar kita.