Tepat 1 Oktober kemarin diperingati sebagai hari kesaktian Pancasila, peringatan tersebut tidak lepas dari peristiwa sejarah G 30 S/PKI. Konon tanggal tersebut ditetapkan sebagai peringatan hari kesaktian Pancasila karena peringatan bahwa pada hari 1 Oktober 1965 merupakan bentuk tanda-tanda kesaktian Pancasila dalam mempertahankan eksistensinya.

Memang G 30 S/PKI dianggap sebagai gerakan kudeta sekaligus gerakan perubahan ideologi negara yang menganut Pancasila diganti menjadi ideologi komunisme. Namun yang masih menjadi tanda tanya ialah apakah kesaktian Pancasila hanya teruji satu hari saat 1 Oktober 1965? Apakah dalam kehidupan sehari-hari kesaktian Pancasila tidak terasa oleh masyarakat?

Tentu saja Pancasila merupakan ideologi yang telah sesuai dengan kontruks masyarakat Indonesia. Nilai-nilainya yang luhur, melebur dalam kehidupan keseharian. Pancasila telah ditanamkan sejak dini di sekolah maupun di lingkungan. Pancasila sebagai ideologi bangsa, telah banyak berpengaruh dalam sendi-sendi tatanan masyarakat Indonesia yang heterogen.

Kesaktian Pancasila yang paling utama ialah dapat menjadi jembatan pemersatu bangsa, sehingga mampu meyakinkan semua golongan yang ada menjadi satu kesatuan. Meski Pancasila hanya berjumlah lima butir kalimat. Namun esensi dari lima kalimat tersebut mengandung sebuah rangka-rangka sebagai bekal dalam membangun sebuah negara dengan hal-hal yang masih diperdebatkan sebelum terciptanya negara Indonesia.

Dalam hal ini, Pancasila dapat membuat tempat-tempat ibadah agama yang berbeda-beda tegak berdiri dengan kokoh dan bersebelahan. Menciptakan nuansa harmonis diantara para pemeluk agama yang berbeda-beda hidup bertetanggaan. Bahkan saling berinteraksi satu sama lain dengan damai, tanpa memarginalkan agama yang minoritas.

Namun saat ini seringkali terjadi kisruh antar pemeluk agama yang berbeda, saling menghina satu sama lain. Bahkan tidak jarang, terdapat oknum yang menjadikan agama lain sebagai bahan lelucon. Mendiskreditkan agama minoritas dalam kehidupan sosial, lalu dimana letak kesaktian Pancasila yang selama ini kita peringati setiap 1 Oktober?

Nilai-nilai luhur Pancasila memang sangat terpengaruh oleh pemikiran Timur yang mengandung norma etika dalam hidup. Sehingga jelas bagaimana tata aturan dalam berperilaku. Hal tersebut merupakan contoh bahwa Pancasila bersifat humanis. Dan juga membuat masyarakat satu sama lain saling bersikap ramah tamah meskipun latar belakang mereka sarat akan perbedaan.

Akan tetapi saat ini justru sebaliknya yang terjadi. Masyarakat saling mencaci maki di media sosial. Hal tersebut memengaruhi kehidupan nyata mereka terhadap suatu hal yang tidak sesuai dengan ego mereka. Kita bisa melihat hal itu ketika perbedaan datang sebagai ring tinju yang membuat masyarakat satu sama lain saling beradu pendapat, padahal perbedaan merupakan hal yang wajar. Maka dimana letak kesaktian Pancasila itu?

Para pejuang kemerdekaan terlahir dengan latar belakang yang berbeda-beda. Namun, pengaruh Pancasila sebagai ideologi bangsa, yang membuat para pejuang kemerdekaan menyisihkan perbedaan itu, melainkan persatuan yang membuat mereka bertahan untuk berjuang meraih kemerdekaan.

Saat ini, perbedaan dalam hal apapun dapat menjadi pemicu konflik antar golongan. Bahkan perbedaan latar belakang menjadi faktor paling berperan sebagai pemicu konflik yang terjadi. Kita bisa jumpai hal itu di keseharian saat ini bahwa latar belakang menjadi penentu kita dalam menilai seseorang yang kita jumpai. Dan dimana letak kesaktian Pancasila jika hal tersebut berulang kali terjadi?

Pancasila memiliki nilai luhur sebagai ideologi bangsa. Dalam kehidupan bernegara, Pancasila mempunyai peranan yang aktif dan progresif. Hal itu bisa kita lihat dalam kebijakan negara bahwa rakyat merupakan elemen yang paling fundamental dalam merawat negara. Rakyat mempunyai peran dalam menyuarakan suara rakyat kepada birokrasi pemerintahan. Hal ini sesuai dengan bentuk demokrasi yang dianut oleh Indonesia.

Namun ada yang miris terhadap hal demikian, seringkali birokrasi menyelewengkan wewenangnya terhadap kepentingan rakyat, dengan adanya money politic dan tindakan korupsi yang tentu saja berlainan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. tidak hanya itu, saat ini marak terjadi tindakan pembungkaman terhadap protes yang dilakukan masyarakat, padahal protes yang dilakukan oleh masyarakat merupakan tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Lalu dimana letak kesaktian Pancasila dalam hal tersebut?

Pancasila memiliki kekuatan dalam mengusahakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila telah melebur dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia dalam menghadapi arus zaman. Semua masyarakat terlihat sama di depan Pancasila, kira-kira begitu penjelasannya.

Namun saat ini, yang terjadi malah sebaliknya. Terdapat kesenjangan di berbagai aspek, hal ini sangat jelas terlihat karena masih banyak pengangguran, angka kemiskinan yang masih tinggi, angka pendapatan yang masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, serta pendidikan yang berbeda kualitasnya yang membuat kesenjangan dalam ilmu pengetahuan. Dan dimana kesaktian Pancasila itu?

Dari uraian diatas, kita memandang bahwa kesaktian Pancasila itu nyata adanya, meskipun di sisi lain dari pertanyaan yang ada, terdapat sikap dan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila memang sakti, harus kita akui bahwa kesaktian Pancasila itu nyata dan terasa.

Bagaimanapun, kesaktian Pancasila telah berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia. Lalu kesaktian apa yang kita peringati sebagai hari kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober itu?

Konklusinya ialah bahwa kesaktian pancasilan yang terkandung dalam lima butir nilai-nilai tersebut tergantung kita sebagai masyarakat dalam mengamalkan ketika beraktivitas dalam sehari-hari.

Dan peringatan kesaktian pancasila seharusnya tidak hanya berupa peringatan pada saat peristiwa G 30 S/PKI, melainkan peringatan kesaktian Pancasila, kita jadikan sebagai momen sampai mana kesadaran diri kita ketika mengamalkan Pancasila sebagai pedoman hidup, sehingga benar-benar nampak kesaktian pancasila itu. Dengan kata lain, bahwa Pancasila akan terus sakti ketika kita telah mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.