Dalam peradaban modern, sekarang ini kita berada di era jaman digital, dimana sebagian besar orang menggunakan fasilitas dan peralatan serba canggih.

Hanya sekedar menekan tombol on terbukalah bentangan dunia. Berbagai berita dari belahan dunia manapun mudah didapatkan melalui media online menggunakan gadget. Banyak orang menyebut media online sebagai dunia maya, karena kita seolah berada didunia lain yang belum pernah kita singgahi atau jamah. Atau menjadi dekat dan mengenal seseorang yang padahal belum pernah kita temui sekalipun.

Dan jika sudah bosan atau ingin berhenti sejenak cukup menekan tombol off. Maka kembalilah kita kedunia nyata. Semua terbuka dan tertutup hanya dengan kendali on dan off di ujung jari jempol kita.

Dijaman digital seperti ini, peran kertas sekilas tergantikan oleh gadget seperti tablet dan smartphone. Semua kebutuhan mencari berita dan informasi ada digenggaman. Tak terbatas waktu dan tempat. Selama masih ada kuota dan jaringan wifi tentunya. Wifi gratis pun kini sudah banyak disediakan ditempat-tempat publik begitu mudah diakses siapapun.

Sebelum jaman digital, yaitu dimasa sebelum tahun 2015 peran kertas seperti koran dan surat kabar serta majalah masih banyak dipergunakan. Sebagai sarana mencari informasi, artikel, berita, lowongan kerja sampai media hiburan seperti komik dan novel.

Peran kertas dalam bentuk media massa seperti koran dan majalah, memang kini telah tergantikan oleh gadget. Walau ada beberapa yang masih bertahan dengan pembaca setianya, namun kebanyakan dari mereka telah gulung tikar, berhenti terbit karena minimnya pemasukan iklan sehingga tak ada pemasukan. Para pengiklan lebih memilih memasang iklan di media online. Lebih praktis dan cepat sampai sasaran.

Begitu juga dengan para pembaca surat kabar. Mereka lebih memilih membaca berita  dan mencari hiburan di media online. Media sosial seperti Facebook, Tweeter, Youtube, Instagram dan lain sebagainya, telah menjadi favorit masyarakat sebagai sumber informasi dan hiburan berbagai kalangan.

Dari anak-anak, dewasa hingga orang tua. Apalagi dengan media sosial online kita bisa berinteraksi langsung dengan semua orang dipenjuru dunia dalam hitungan detik dan menit. Dibandingkan dengan surat kabar yang menunggu terbitnya saja harus menunggu harian, bulanan atau mingguan.

Dari segi penggunaan kertas sebagai pers surat kabar jelas penggunaan kertas telah terpinggirkan.

Namun dari segi penggunaan yang lain, peran kertas sama sekali tak terganti oleh apapun. Secanggih apapun era digital takkan mampu menggantikan peran kertas sebagai tissu untuk kebutuhan rumah tangga, rumah sakit dan perkantoran serta rumah makan.

Selain tissu, banyak lagi peran penting kertas yang tak tergantikan oleh era digital. Seperti kertas sebagai alat tukar atau uang dan lain sebagainya, kertas sebagai struk belanja, selebaran brosur, pembungkus makanan dan wadah minuman, dan lain lain yang penggunaannya sekali pakai.

Selain itu ada juga penggunaan kertas dalam jangka panjang bahkan tak lekang oleh waktu. Seperti penggunaan kertas sebagai tempat menyimpan atau mencetak arsip dan dokumen. Entah itu disebuah negara, sebuah perkantoran atau lembaga pendidikan. Terutama untuk arsip atau dokuman yang bersifat rahasia. Dengan mencatat atau mencetaknya diatas kertas, resiko terbongkar kerahasiaan bisa dapat dihindari.

Tak kalah penting yaitu kemurnian isi data didalamnya dapat terjaga dengan utuh. Dibandingkan kita menuangkan arsip rahasia di gadget dan perangkat lainnya seperti dalam komputer dan lap top, secanggih apapun system pengamanannya tetap saja bisa ditembus oleh hacker.

Banyak kita dengar kasus terbongkarnnya dokumen rahasia suatu negara atau perusahaan tertembus oleh hacker dan akhirnya menimbulkan kerugian yang sangat besar. Atau pemalsuan informasi, biasanya dari kalangan publik figur yang informasi pribadinya dalam sebuah akun dipalsukan atau di hack untuk tindak kejahatan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Kemurnian informasi dan keamanan suatu data diatas kertas, itulah yang tidak dapat tergantikan oleh jaman digital.

Sejak jaman dulu hingga sekarang, kemurnian informasi diatas kertas tak terkalahkan oleh era apapun. Dalam sebuah agama misalnya. Dalam agama Islam, kemurnian kitab Al Quran begitu dijaga keasliannya. Dari cetakan pertama masa kelahirannya yang masih berbentuk tulisan mushaf (lembaran-lembaran) hingga menjadi sebuah buku.

Kemurnian isi tulisan Mushaf dan kotab Al Quran hingga kini telah menembus waktu hingga berabad-abad lamanya. Tanpa ada perubahan sedikitpun. Dan kitab Al-Quran itu sendiripun selalu dicetak ulang tanpa ada yang dirubah. Selain media otak manusia sebagai penghafal Al Quran untuk menjaga keasliannya, peran kertas tetap ikut andil tak lekang oleh waktu.

Juga masih dalam dunia Islam, sebuah sistem pembelajaran agama secara salafi ( kemurnian) penggunaan kertas masih berperan penting. Disebuah pesantren yang menggunakan sistem pembelajaran secara salafi, para santrinya masih menggunakan kertas dan buku dari dulu hingga kini juga kemudian dimasa mendatang.