Adanya peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun secara langsung berpengaruh pada tuntutan semakin luasnya lapangan pekerjaan. Baik berupa lapangan kerja di bawah naungan pemerintah, swasta, wiraswasta ataupun profesional.

Per 30 Juni 2016, sensus penduduk menunjukkan Indonesia memiliki jumlah penduduk sebanyak 257.912.349 jiwa. Sesuai dengan undang- undang No 13 tahun 2003 pasal 68 menyebutkan bahwa pengusaha dilarang mempekerjakan anak. Dalam konteks ini yang disebut sebagai anak adalah setiap orang yang berusia dibawah delapan belas tahun.

Informasi yang dapat diperoleh dari sini, ketika seorang penduduk sudah berusia delapan belas tahun maka sah bagi dia untuk bekerja. Kondisi ini tentunya tidak terjadi pada setiap individu. Di usia ini ada beberapa orang yang belum bekerja dan ada pula beberapa orang yang sudah bekerja, tentunya sesuai dengan kondisi ekonomi masing-masing penduduk.

Dari sinilah maka muncul tuntutan di masyarakat terhadap pengembangan lapangan pekerjaan. Salah satu lapangan pekerjaan yang berkembang saat ini adalah berbagai macam jenis industri, diantaranya industri keuangan, industri manufacturing, industri konveksi, industri kendaraan bermotor, industri bahan bangunan dan yang sedang dikembangkan saat ini adalah indutri kreatif.

Kertas dan plastik tentunya tidak lepas dari masing-masing kegiatan industri tersebut. Kedua benda itu adalah primadona yang sering digunakan di dunia industri, seolah sebagai salah satu penunjang  kelangsungan hidup industri–industri tersebut.

Baik kertas maupun plastik masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Kertas merupakan lembaran-lembaran tipis, barang ini dihasilkan dari proses panjang pengolahan kayu yang dibuat pulp. Dimana dalam prosesnya pulp dicampur dengan beberapa  bahan kimia dan bahan lain sebelum akhirnya mengalami proses pengeringan.

Kertas dapat dikategorikan ramah lingkungan karena limbahnya mudah diurai oleh bakteri-bakteri dalam tanah. Sehingga tidak membuat tanah menjadi tandus. Kendati tidak mengakibatkan dampak buruk terhadap tanah dan lingkungan, pada tingkat penggunaan yang berlebih, produksi kertas dapat mengakibatkan kerusakan terhadap alam, terutama hutan.

 Dalam perkembangannya, kertas memiliki berbagai macam jenis yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia, antara lain:

  1. Kertas HVS

Sering digunakan untuk keperluan cetak mencetak di kantor. Selain itu juga berfungsi untuk pengerjaan skripsi, makalah dan laporan.

  1. Kertas art paper

Dimanfaatkan dalam produksi undangan karena jenis kertas ini memiliki permukaan yang halus dan licin.

  1. Kraft paper

Merupakan bahan dalam pembuatan paper bag, amplop, box kerajinan, tempat tisue. Permukaan jenis kertas ini kasar.

  1. Kertas minyak

Sering digunakan untuk membungkus makanan tradisional, yaitu madu mongso. Ketika perayaan hari kemerdekaan dirangkai menjadi bendera dan lampion sebagai hiasan.

  1. Kertas manila

Jenis kertas ini digunakan untuk sampul dalam penjilidan, untuk bahan pembuat kerajinan tas dari kertas.

Sedangkan plastik merupakan material yang baru dikembangkan sejak abad 20. Plastik terbuat dari hasil penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Baik minyak, gas maupun batu bara mentah merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.

Plastik yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari dapat digolongkan dalam beberapa jenis sesuai penggunaannya, diantaranya:

Plastik teknik

Jenis plastik ini tahan terhadap panas, dengan temperatur di atas 100 0C. Sering digunakan sebagai komponen elektronik dan otomotif.

Plastik teknik khusus

Jenis plastik ini tahan terhadap suhu di atas 150 0C. Dimanfaatkan dalam industri komponen pesawat terbang.

Plastik komoditas

Jenis plastik ini tidak tahan terhadap panas. Biasa dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan dan botol minuman.

Dari tahun ke tahun penggunaan plastik mengalami peningkatan. Pada tahun 1930-an penggunaannya sebanyak 150 juta ton/tahun. Sedangkan pada tahun 1990-an penggunaannya meningkat tajam sebanyak 220 juta ton/tahun.

Dalam penggunaannya yang berlebih dapat mengakibatkan sumber daya alam cepat habis. Hal ini juga mengakibatkan kerusakan terhadap lingkungan, karena limbah plastik tidak mudah diurai.

Beberapa akibat buruk yang diakibatkan karena penggunaan plastik yang berlebihan antara lain:

PCB yang merupakan bahan dalam pembuatan polimer polivinil yang memiliki kemiripan struktur dengan DDT sebagai bahan pembuat plastik tidak dapat diurai. Bahan ini akan menjadi racun dalam siklus rantai makanan karena sekalipun sudah diserap oleh tumbuhan dan dimakan oleh binatang tetap tidak akan terurai.

Limbah plastik susah dicerna apabila termakan oleh binatang. Lama kelamaan dapat mengakibatkan kematian pada binatang. Baik yang hidup di darat maupun di laut.

Limbah plastik memiliki waktu yang sangat lama untuk bisa diurai. Waktu yang diperlukan sekitar seratus sampai lima ratus tahun.

Racun dari partikel limbah plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai. Hal ini akan menjadikan tanah tidak subur lagi. Tentunya tanah tidak produktif ketika ditanami.

Pembuangan sampah plastik dengan sembarangan di sungai dapat mengakibatkan pendangkalan. Apabila musim penghujan dapat memicu terjadinya bencana banjir.

Lepas dari adanya dampak buruk yang diakibatkan, plastik memiliki peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Plastik diperlukan di berbagai aspek kehidupan, sesuai dengan jenisnya.

Sama hal nya dengan plastik, kertas juga memiliki pengaruh di berbagai aspek kehidupan. Semakin kesini keperluan akan plastik dan kertas semakin meningkat. Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan jumlah populasi penduduk namun berbanding terbalik dengan kondisi alam.

Tuntutan perkembangan ekonomi yang berkelanjutan dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia adalah suatu tantangan besar. Dalam rangka memenuhi laju pertumbuhan ekonomi yang terus menuntut adanya pemanfaatan sumber daya alam, kita harus dapat melakukan terobosan-terobosan baru.

Hal ini dapat dilakukan dengan adanya pembatasan dan subtitusi terhadap pemanfaatan barang-barang tersebut.

Memang untuk penggunaan plastik tidak dapat ditiadakan sampai 100%.  Akan tetapi penggunaan plastik bisa ditekan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka menekan penggunaan plastik yaitu dengan menerbitkan undang-undang No 18 tahun 2008 tentang tanggung jawab produsen.

Dalam undang-undang ini ada tanggung jawab yang dipikul produsen tentang penanggulangan dampak penggunaan plastik terhadap pengelolaan sampah. Dari sini mulailah digunakan plastik yang mudah teruai secara alami (biodegradable plastic).

Tidak hanya perlakuan khusus terhadap pembatasan penggunaan plastik yang tidak mudah teruarai, namun pembatasan pemakaian juga dilakukan terhadap kertas. Hal ini dikarenakan proses pembuatan barang-barang ini melibatkan bahan-bahan dari alam. Sehingga kita perlu memperhatikan dan menjaga kelestarian alam.

Terutama upaya menjaga kelestarian sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui. Karena proses terbentuknya memerlukan waktu berjuta-juta tahun. Penggunaan plastik yang sulit terurai dapat disubtitusi dengan penggunaan plastik yang mudah terurai (biodegradable plastic)yang saat ini sudah  mulai banyak dimanfaatkan sebagai kantong plastik belanja dan botol minuman.

Kendati kertas terbuat dari sumber daya alam yang dapat diperbarui bukan berarti kita bisa boros menggunakan kertas. Perlu adanya suatu action untuk meminimalis penggunaan hasil hutan secara berlebih dalam pembuatan kertas. Dengan reboisasi terhadap jenis tanaman yang dipergunakan sebagai bahan produksi kertas.

Ekspektasi yang diharapkan dengan upaya ini, terbentuknya suatu kurva yang berbanding lurus antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kelestarian alam.

Reduce, reuse, recycle
Save paper
Save the earth