Kertas yang secara historis ditemukan di Cina pada 105 M yang berperan mengubah peradaban tidak dapat kita abaikan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa buku-buku yang memuat pengetahuan dapat tersimpan dan tersebar ke penjuru dunia melalui kertas yang dicetak dalam bentuk buku, jurnal, majalah, dan lain-lain telah mengubah banyak pandangan manusia tentang dunianya. 

Jadi, kertas memang pernah menjadi bagian dari perubahan-perubahan yang terjadi di dunia. Akan tetapi, jika industri kertas tidak memenuhi tuntutan zamannya, ia akan terkubur dalam sejarah.

Sebagaimana yang kita lihat, dunia kini makin canggih. Era digital benar-benar cepat memberi perubahan dan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keberadaan kertas. Akan tetapi, sejauh ini dunia digital masih belum menggeser keberadaan kertas. Hal itu ditandai dengan keberadaan industri kertas yang masih terus meningkatkan produktivitasnya. 

Selain itu, media-media cetak masih terus berkembang. Penerbit dan percetakan makin banyak. Dengan demikian, hingga saat ini peran kertas dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan dialog antarbudaya masih memiliki peran yang vital.

Dalam sejarah kita mengetahui bahwa pemikiran-pemikiran filosofis, saintifik, dan juga pemikiran keagamaan yang dapat mengubah pemikiran seseorang ditulis melalui kertas, sehingga pada akhirnya tersimpan dan menyebar dari satu bangsa ke berbagai bangsa lain. Pemikiran-pemikiran yang mengubah dunia seperti Plato dan Aristoteles, Isaac Newton, Albert Einstein, dan lain-lain tidak mungkin dapat tersimpan dengan baik dan tersebar dengan cepat jika secara teknis tidak menggunakan medium kertas. 

Selain itu, kitab suci agama-agama juga ditulis dengan cara yang sama melalui medium kertas ini, sehingga sampai hari ini masih dapat tersimpan dengan baik, tidak hanya di musium, tetapi hampir di setiap rumah-rumah mereka. Sebelum ditemukannya kertas, orang menulis melalui batu-batu dan juga kulit-kulit binatang.

Bayangkan kalau belum ditemukan kertas, berapa jumlah batu yang harus kita masukkan ke dalam rumah dan berapa jumlah batu yang harus kita bawa ke dalam kelas? Bayangkan saja sebesar apa rumah yang harus kita miliki dan universitas yang harus dibangun dan bayangkan berapa banyak waktu dan ruang yang akan kita habiskan karena kesulitan-kesulitan teknis semacam itu. 

Jadi, kemudahan-kemudahan teknis yang dapat diatasi melalui kertas tidak hanya membuat ide-ide tersimpan dengan mudah, tapi juga menyebar dengan waktu yang cepat ke berbagai wilayah di dunia dan justru itulah peran kertas yang terpenting. Kertas tidak hanya bisa dilipat, tapi ia pun dapat melipat ruang dan juga waktu.

Pemikiran-pemikiran cemerlang yang ditulis di kertas dalam bentuk buku dan lain sebagainya dapat memengaruhi seseorang dalam memahami alam, budaya, ekonomi, dan bahkan wawasan-wawasan politiknya. Perkembangan ilmu pengetahuan berjalan dengan cepat melalui cara ini.

Revolusi-revolusi di bidang ilmu alam di Eropa cepat bergulir ke banyak wilayah lain di dunia. Di bidang politik, karena akses terhadap tulisan tidak lagi sulit, pemikiran-pemikiran politik di Eropa pun menyebar ke Asia dan melahirkan suatu perubahan politik yang besar. 

Oleh karena itu, tidak heran jika banyak karya yang dibakar oleh penguasa-penguasa tertentu yang terancam dengan angin malam perubahan yang dihembuskan oleh suatu pemikiran yang ditulis melalui kertas ini. Memang bukan kertas yang ingin dihilangkan, tetapi melalui kertas itulah pemikiran tertuang deras yang melahirkan perubahan- perubahan dunia dengan cepat.

Sejarah telah membuktikan bahwa sejak pertama kali ditemukan hingga saat ini, kertas memang secara teknis memiliki peran yang tidak kecil dalam mengubah dunia. Akan tetapi, seiring berjalannya waku, di era digital saat ini, kertas hampir sudah tergantikan; dari media cetak beralih ke media online. 

Hal itu sedikit demi sedikit akan menghapus media cetak di mana kertas menjadi bahan dasarnya. Sekalipun sampai saat ini media cetak masih terus berlangsung, tapi kemungkinan besar akan digeser oleh digitalisasi. 

Selain itu, buku pun tergantikan oleh e-book yang tidak lagi membutuhkan kertas untuk menyimpan dan memperluas suatu pemikiran. Tampaknya kertas di bidang publikasi tidak lagi dapat peran penting seperti dulu, karena sudah tergantikan dengan digitalisasi yang lebih efektif hampir di semua sektor. 

Baru-baru ini juga terdapat sistem pembayaran non-tunai melalui Gopay dan Ovo. Kenyataan ini, sekalipun belum mengganti peran uang kertas sebagai alat transaksi, namun ini menunjukkan betapa digitalisasi sangat mungkin sekali bisa menggantikan penggunaan kertas di masa depan.

Namun demikian, dunia tidak hanya melulu tentang kecanggihan, tapi juga tentang kelestarian lingkungan dan di sinilah kertas memiliki kesempatan untuk mengubah dunia. Kita tahu bahwa negara-negara saat ini terdesak untuk mengatasi penggunaan plastik yang kejam terhadap lingkungan. 

Oleh karena itu, diperlukan adanya jalan keluar untuk menggantikan plastik ke bahan yang bersahabat. Bersamaan dengan arah kecenderungan global yang sedang menuju dunia baru yang ramah terhadap alam, kertas memiliki momentum yang bagus untuk terus berkembang, karena kertas juga hampir memiliki potensi yang sama seperti plastik. Tapi kertas punya kelebihan, karena ramah terhadap lingkungan.

Melihat kenyataan tersebut, kertas memiliki kemungkinan yang masih terbuka lebar untuk terus eksis, karena potensi yang terdapat di dalamnya untuk menggantikan plastik. Potensi ini sangat menjanjikan bagi kertas jika ia melebarkan kegunaannya ke aspek-aspek lain, seperti bungkus makanan, aksesoris, dan lain-lain. 

Peluang yang sangat besar ini bukan karena tidak adanya alat lain yang bisa dijadikan pembungkus makanan, tetapi karena hubungannya dengan suatu arah dunia menuju dunia baru yang ramah lingkungan. 

Oleh karena itu, sekalipun peran kertas saat ini sudah mulai tersenggol oleh digitalisasi, akan tetapi, dalam paradigma dunia yang ramah lingkungan, kertas sekali lagi memiliki potensi untuk mengubah dunia yang selama ini dimonopoli oleh plastik menuju dunia yang bebas plastik. Untuk menyambut dunia baru yang ramah lingkungan tersebut, maka diperlukan kreativitas untuk melakukan inovasi-inovasi agar dapat mengganti plastik ke kertas.

Tampaknya sampai saat ini penggunaan plastik masih terus berlangsung. Kertas masih belum sepenuhnya berperan. Hal ini disebabkan karena plastik lebih praktis daripada kertas dan lebih murah. Itulah tantangan bagi industri kertas untuk lebih kreatif agar dapat bersaing dengan plastik. 

Sejauh plastik masih lebih murah dan lebih praktis, maka pasar akan tetap menghendaki adanya plastik. Selama ini telah banyak gerakan-gerakan lingkungan yang mencoba untuk melawan penggunaan plastik. Akan tetapi, upaya tersebut tidak cukup hanya dengan gerakan kebudayaan dengan cara mengimbau orang untuk tidak menggunakan plastik, atau melalui regulasi-regulasi yang dibuat oleh negara. 

Oleh karena itu, diperlukan cara untuk dapat memenangkan persaingan pasar atas plastik. Jika hal itu terjadi, artinya kertas bisa memenangkan persaingan pasar dengan plastik, maka sangat mungkin, dan sekali lagi, kertas akan mengubah dunia. Namun jika tidak, kertas akan menjadi masa lalu, akan ditinggalkan zaman, bukan mengubah zaman.