Mahasiswa
1 bulan lalu · 93 view · 7 menit baca · Lainnya 65161_16788.jpg

Kertas dan Plastik, Perihal Mengungguli atau Menyaingi?

Tahukah kalian. Ada satu benda yang bisa dijadikan sebagai alat pembuka jendela ilmu?. Melalui medianya segala sesuatu di dalam pikiran mampu dikeluarkan dan diabadikan. Mungkin benda yang layak menyandang gelar tersebut adalah kertas.

Bukan tanpa alasan kertas diberi gelar seperti itu. Karena pemberian gelar haruslah memiliki kelayakan kenapa ia harus menyandang gelar. Layaknya seorang sarjana. Mereka harus menjalani beberapa tahapan ilmu agar bisa menambah dua sampai empat kata di belakang nama.

Kertas juga begitu, ia selalu menjadi primadona hingga abad 20 ini. Benda yang satu ini memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia. Jadi bagaimana kertas mampu beradaptasi hingga abad ini ?. Mari kita kaji lebih dalam lagi.

Kertas pertama kali ditemukan oleh Ts'ai lun orang kebangsaan Tionghoa yang lahir zaman Dinasti Han pada tahun 105 masehi. Sejarah penemuan kertas ini dapat dilihat pada penulisan sejarah resmi Dinasti Han.

Sejak dahulu, ketika kita masih duduk di bangku sekolah dasar. Kertas sudah menemani kita. Menulis, menggambar, membuat pesawat terbang, kapal-kapalan, dan banyak lagi hal yang bisa dilakukan dengan kertas. Itu hanya bagian kecil yang mampu kertas lakukan untuk kita.

Kertas juga mampu mengabadikan peristiwa yang gempar menggelegar. Sebut saja teks proklamasi yang sebagaimana kita ketahui menjadi titik akhir kita menderita di bawah penjajah. Dan menjadi titik awal kita menuju Indonesia yang merdeka. Melalui medianyalah kata-kata yang mengandung kemenangan direkatkan.

Tidak hanya sampai di situ. Sebuah peristiwa yang dicatat mampu menciptakan sebuah negara. Declaration of Independent yang dicetus oleh George Washington, Thomas Jefferson dan James Madison pada tanggal 4 juli 1776 di Philadelphia.

Menjadi saksi sejarah berdirinya negara Amerika Serikat. Yaitu negara adidaya terbesar di dunia hingga saat ini. Bayangkan, hanya dengan secarik kertas dan beberapa goresan tinta mampu menggemparkan dunia. Hebat bukan?.

Masa demi masa berangsur angsur berlalu, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memang tak dapat dipungkiri menggeser serta merubah banyak hal. Kertas pun semakin berinovasi tak hanya sebagai media tulis dan baca tapi merambah kepada peranan lain yang tak kalah berharga. Sebut saja paper bag adalah salah satu output besarnya.

Namun di balik cerita tentang kertas yang multifungsi. Pada tahun 1907 kertas memiliki pesaing yang tak bisa dianggap remeh. Mengingat kegunaan dan fungsinya telah lebih dahulu diungguli oleh benda yang kerap disebut plastik menghadirkan beragam macam bentuk dan warna. Keberadaannya kini sudah tidak bisa lagi dihilangkan.

Benda ini merupakan bukti bahwa manusia setiap eranya memiliki pola pikiran yang berubah. Hingga terciptalah beragam produk dari bahan bahan yang berbeda namun memiliki fungsi yang sama.


Plastik adalah sebuah karya yang ditemukan oleh bangsa Olmec di Meksiko pada abad sekitar 150 sebelum masehi. Namun, terobosan besar pada perkembangan plastik sebenarnya terjadi pada 1907.

Tahun di mana kelahiran era plastik modern dengan ditemukannya Bakelite oleh Leo Baekeland. Bakelite yang merupakan plastik sintetis pertama di dunia.

Dalam sejarahnya, kedua benda ini sejak awal ditemukan menjadi suatu ciptaan yang sangat berguna. Hingga sudah semestinya kita layak mengapresiasi kedua penemu benda ini.

Kertas dan plastik selalu melekat dalam kehidupan sehari-hari. Faktanya kedua benda ini selalu saja dijadikan sebagai alat untuk membungkus barang dan lain-lain.

Karena selalu hidup berdampingan, maka tak jarang jika ada beberapa masyarakat yang salah dalam penyebutan kedua benda ini. Seperti mereka menginginkan plastik. Namun yang mereka ucapkan ialah kertas. Begitu juga sebaliknya. Kebiasaan yang kerap terdengar oleh masyarakat suku Melayu terutama.

Itulah salah satu contoh sederhana yang dapat kita lihat tentang bagaimana kertas dan plastik sudah tidak dapat lagi dipisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia.

Meskipun berdampingan, kertas dan plastik tentu saja mengunggulkan diri masing-masing. Baik dari segi manfaat, kegunaan, kualitas hingga keamanannya bagi manusia sebagai pemakainya. Praktis, mudah didapatkan, tidak berat, dan tahan air tentu saja diungguli oleh plastik.

Namun kertas yang memang akrab dengan dunia tulisan dan intelektual tak pernah berhenti berkarya dengan menghadirkan pembaharuan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. mulai adanya tisu sampai munculnya paperbag yang mampu menggantikan posisi plastik.

Saat ini ketika berbelanja ke pasar saja contohnya, para penjual sudah menyediakan sendiri di toko mereka plastik dengan variasi ukuran sesuai kebutuhan konsumen yang di design sedemikian rupa dengan nama merk toko masing-masing.

Bahkan untuk ibu-ibu yang akan membeli bahan dapur merekapun tidak perlu lagi membawa tas belanjaan dari rumah.

Dengan banyaknya pemakaian plastik selama ini dilakukan oleh manusia di seluruh dunia. Maka haruslah disadari tentang ketidakamanan penggunaannya baik dari segi kesehatan, maupun keamanan lingkungan.

Perlu kita ketahui bahwa plastik saat ini menjadi trending topik yang menjadi salah satu masalah terbesar di planet ini.1,3 miliar ton sampah plastik setiap tahunnya telah disumbangkan oleh kota-kota di seluruh dunia.

Dr. Jenna Jambeck seorang peneliti dari Universitas Georgia dan telah mempublikasikan penelitiannya pada tanggal 12 Februari tahun 2015. Ia telah melakukan riset mengenai sampah plastik lautan dan mengatakan Indonesia menjadi urutan kedua dari 192 negara penyumbang terbesar sampah plastik ke lautan setelah China.

Masuknya sampah-sampah plastik ke lautan menyebabkan terancamnya populasi biota laut. Tingginya angka kematian biota laut akhir-akhir ini disebabkan banyaknya sampah plastik yang masuk ke perairan laut.

Penyu sebagai salah satu contoh hewan yang tidak mampu membedakan ubur-ubur sebagai makanannya dengan plastik. Akibatnya penyu memakan plastik-plastik yang ada di perairan dan membuat saluran pencernaan penyu rusak.

Baca Juga: Puasa Plastik

Terdeteksi bahwa telah ditemukan di dalam usus penyu yang termakan sampah plastik terobek oleh plastik itu sendiri hingga akhirnya mati. Kasus lain juga dialami oleh ikan-ikan lainnya. Mulai dari ikan-ikan kecil hingga paus sperma yang terdampar mengambang di perairan karena banyaknya sampah plastik yang termakan oleh ikan tersebut.

Masuknya mikroplastik ke dalam otak ikan dapat mengganggu sistem saraf dan sistem kerja organ tubuh ikan, mengakibatkan timbulnya penyakit tumor pada ikan dan berujung pada kematian.

Tidak hanya biota laut, mikroplastik bahkan lebih mengancam kehidupan manusia, ketika kebiasaan hidup manusia menggunakan plastik sebagai salah satu kebutuhan pokok tanpa menyadari bahwa plastik terbentuk dari minyak bumi dengan campuran berbagai bahan kimia yang bersifat toxic.

Sebagaimana penelitian membuktikan bahwa semua bentuk dan jenis dari plastik ketika dipanaskan akan melepaskan berbagai bahan kimiawi termasuk kontak langsung antara plastik dan benda-benda panas atau bersuhu tinggi.

Adipate, phthalate, dan Bisphenol-A (BPA) merupakan beberapa bahan pembuat plastik. Senyawa ini dapat mengganggu pada organ reproduksi pria. Phthalate menyebabkan rendahnya produksi hormon testosteron dan tidak berkualitasnya sperma yang dihasilkan.

Bisphenol-A(BPA) diyakini dapat mengganggu perkembangan otak pada janin dan kanker payudara pada wanita dan resiko paling besar akan di wariskan kepada janin sehingga pada saat lahir anak akan rentan depresi, pencemas dan hiperaktif.

Nah, demikian tadi sedikit pendeksripsian mengenai bahaya plastik. Namun tetap saja, hingga saat ini masih belum ada ditemukan bahan bahan alternatif yang mampu menggantikan posisi plastik.

Kertas hanya sebatas mampu menyaingi dengan produk Paperbag namun di sisi lain, masih banyak kemasan kemasan produk makanan yang masih menggunakan plastik.

Pada dasarnya sebagai konsumen kita dihujani dengan banyak pilihan. Jadilah pemakai dan pengguna yang bijak, mulai berlomba mengkampanyekan untuk jadi manusia ramah lingkungan.

Mulai dari hal-hal kecil seperti mengurangi penggunaan kantong plastik. Hingga membuang sampah pada tempatnya. Kertas memang berperan besar dalam dunia cerdik cendekia namuan plastik juga tak kalah berpengaruh dalam hal kehidupan sehari hari dan memudahkan kehidupan manusia dalam banyak hal.

Fungsi dan kegunaan kertas memang belum bisa disandingkan secara penuh. Namun, dalam perjalanan perkembangan zaman kertas sedikit demi sedikit mulai mampu menyaingi ketenaran plastik.

Mungkin ke depan akan ada lagi inovasi setidaknya kemasan produk makanan menggunakan kertas. Nah, untuk membudidayakan kebiasaan ini pula memerlukan peran dari banyak unsur dan elemen termasuk pemerintah dalam hal regulasi kuat yang memiiki kekuatan hukum dan resmi.

Jika bicara ramah lingkungan jelas kertas adalah pemenangnya, plastik akan jelas kalah telak. Ramahnya kertas terhadap lingkungan yang ketika tidak terpakai lagi dapat di manfaatkan sebagai media tanam, pembungkus nasi di rumah makan, di daur ulang kembali, bahkan ketika terbiarkan begitu saja kertas mampu dengan cepat hancur tanpa merusak lingkungan.

Berbeda halnya dengan plastik yang ketika nilai gunanya sudah habis, plastik akan dibuang dan butuh waktu yang cukup lama hingga ratusan tahun untuk hancur dan membahayakan mikro bahkan makroorganisme.

Karena ada beberapa bahan penyusun plastik dari komponen-komponen yang  tidak dapat hancur dan ketika mikroplastik masuk kedalam tubuh organisme akan menimbulkan beberapa ancaman sehingga dapat menimbulkan kematian.


Belum lagi mengingat bumi yang sudah tua dan banyaknya kerusakan alam yang disebabkan oleh tingkah manusia. Sudah seharusnya kita menjadi konsumen yang cerdas dengan memikirkan dampak jangka panjang atas apa yang kita nikmati, apa yang kita gunakan, dan apa yang kita lakukan.

Begitulah perjalananan kedua benda yang multifungsi ini. Di balik semua ini hendaknya kita mampu menilai. Siapa yang baik dari yang terbaik. Apakah plastik yang dikenal dengan ketahanannya. Ataukah kertas dengan keramah lingkungannya.

Yang pasti, jika kedua benda tersebut mampu dimanfaatkan dengan bijak oleh manusia. Tidak ada satupun dari benda ini yang dapat merugikan kehidupan manusia itu sendiri. Bahkan sebaliknya, merekalah yang membantu meringankan beban kita.

Artikel Terkait