1 tahun lalu · 275 view · 5 menit baca · Lingkungan 78633_96097.jpg
penemuanterbaru.com

Kertas dan Kehidupan Manusia

Penggunaan bambu atau potongan sutera sebagai media tulis menulis oleh orang-orang Cina kuno pada waktu itu dirasanya kurang efektif. Bambu dinilainya sangat berat sedangkan potongan sutera dirasakannya sangat mahal, sehingga kedua media ini tidak praktis dalam penggunaannya. Hal inilah yang memacunya berpikir untuk menciptakan media tulis menulis baru yang lebih efektif. 

Setelah menonton tawon kertas yang membuat sarang, ia kemudian mendapat ilham untuk membuat kertas dari kulit kayu murbei. Bagian dalam dari kulit murbei diambil dan direndamnya dalam air, kemudian dipukul-pukul sampai seratnya terlepas. Bersamaan dengan kulit kayu murbei, direndamnya juga bahan rami, kain bekas, dan jala ikan. Setelah rendaman menjadi bubur, bahan ini kemudian ditekan sampai tipis dan dijemur hingga menjadi kertas. 

Demikianlah sekilas cerita penemuan kertas oleh Cai Lun, seorang berkebangsaan Tionghoa yang fenomenal itu. Ia menemukan kertas pada tahun 105 Masehi ketika Cina dalam kekuasaan Kaisar Dinasti Han. Dari sinilah cerita tentang kertas dimulai. 

Pembuatan dan penggunaan kertas kemudian meluas di seluruh Cina pada abad ke-2. Dalam bebarapa abad kemudian, Cina sudah sanggup mengekspor kertas ke negara-negara Asia. Pada abad ke-7, teknik pembuatan kertas ala Cina menyebar ke Korea, Vietnam dan Jepang. 

Setelah beberapa pembuat kertas Cina ditangkap oleh orang Arab dalam pertempuran Talas River pada tahun 751, kertas mulai diproduksi di Baghdad dan Samarkand. Teknik pembuatan kertas kemudian menyebar ke Barat pada abad ke-12. Selanjutnya, pemakaian kertas mulai berkembang luas hingga ke seluruh pelosok dunia. 

Penemuan kertas merupakan salah satu penemuan terpenting dalam sejarah peradaban manusia. Selama berabad-abad, kertas menjadi salah satu benda yang tak terpisahkan dari pencatatan sejarah dunia. Peristiwa-peristiwa sejarah masa lalu dapat dipelajari secara turun temurun karena terekam dalam kertas.Cerita tentang manusia sejak masa prasejarah dapat kita ketahui berkat adanya kertas. 

Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, kertas memiliki peran istimewa. Peran kertas sungguh sangat terasa oleh bangsa Indonesia ketika Soekarno-Hatta hendak memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada pukul 02.00-04.00 dini hari, naskah proklamasi disusun di kertas dan kemudian diketik oleh Sayuti Melik. Naskah inilah yang telah membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah. 

Kehadiran kertas sungguh memberi nuansa baru dalam sejarah kehidupan manusia. Kertas mewarnai dan merasuk hingga sendi-sendi kehidupan umat manusia. 

Kertas membantu manusia menembusi wilayah-wilayah hakiki dalam hubungan dengan Sang Penciptanya. Ajaran-ajaran agama dicatat dalam kitab suci bermediakan kertas. Doa-doa pun dicatat dalam kertas. Lewat pembacaan kitab suci dan doa, manusia dapat belajar tentang kebajikan-kebajikan ilahi yang menuntunnya untuk semakin dekat dengan Tuhan. Manusia dituntut untuk melaksanakan praktek-praktek religius dalam kehidupan agar hidupnya berkenan kepada Tuhan. 

Di Indonesia, ketika kertas pertama kali di buat di Ponorogo, kertas digunakan sebagai media menulis para biksu yang belajar agama Budha di kerajaan Sriwijaya. Ketika Islam masuk Indonesia, kertas Ponorogo digunakan sebagai media untuk menulis kitab suci Al-Quran di pesantren Tegalsari yang diasuh K. H. Khasan Besari. Kisah ini melukiskan bagaimana kertas memberi andil yang cukup besar dalam penyebaran agama di Indonesia. 

Peran kertas juga sangat dirasakan dalam bidang kehidupan lainnya. Hampir seluruh aspek kehidupan manusia selalu berhubungan dengan kertas. 

Kertas berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penemuan-penemuan oleh para ahli di masa lalu tercatat dalam kertas yang dapat dipelajari generasi-generasi berikutnya. Penemuan-penemuan itu digunakan sebagai dasar untuk pengembangan ilmu pengetahuan baru atau penerapan dalam teknologi. Sebagai contoh, penemuan handphone berangkat dari teori James Clerk Maxwell tentang gelombang elektromagnetik. 

Dalam bidang pendidikan, kertas memiliki peran yang sangat penting. Tulisan-tulisan dalam kertas masih menjadi sumber belajar utama dalam proses pendidikan hingga saat ini. Kertas sangat dibutuhkan dalam urusan administrasi, penulisan soal-soal ujian, hingga penerbitan Ijazah. Ijazah yang merupakan bukti bahwa seseorang telah menyelesaikan pendidikan pada salah satu lembaga pendidikan sangat bergantung pada keberadaan kertas. Bayangkan, walaupun hanya terdiri dari selembar kertas, ijazah memiliki pengaruh yang cukup besar dalam menentukan masa depan seseorang. 

Kertas juga memiliki peran yang sangat vital dalam bidang ekonomi. Kertas menjadi bahan dasar pencetakan uang oleh berbagai negara. Uang kertas menjadi alat pertukaran yang paling praktis dan populer hingga saat ini. Selain itu, kertas juga digunakan sebagai media dalam membuat perjanjian dan transaksi dalam urusan ekonomi. 

Dalam bidang informasi dan komunikasi, kertas turut mengambil bagian di dalamnya. Informasi-informasi terkini dapat kita ikuti dengan membaca koran atau majalah. Peran koran/majalah sebagai media informasi tidak dapat tergantikan walaupun media online kian menjamur. Informasi di koran/majalah lebih dipercaya ketimbang media online yang kadang-kadang menyebarkan berita-berita hoax. 

Seakan tak cukup, kertas pun turut berperan dalam bidang politik. Di era politik modern sekarang ini pun kita masih membutuhkan kertas.Tak perlu jauh kita melihat negeri tetangga, tetapi marilah kita tengok negeri sendiri. Dalam setiap ajang pemilihan Presiden, DPR, DPRD, Gubernur, dan Bupati/Walikota kita sangat membutuhkan kertas sebagai surat suara. 

Kertas juga turut berperan dalam bidang hukum. Legalitas produk hukum diakui jika sudah tertulis dan ditandatangani di atas kertas. Dalam urusan tertentu, kertas meterai yang kecil pun sangat menentukan sah tidaknya sebuah dokumen yang dibuat. Sungguh kertas memberikan pelajaran kepada kita bahwa jangan abaikan yang kecil, karena yang kecil juga sangat berarti seperti meterai. 

Dalam bidang industri, kertas dimanfaatkan sebagai bahan kemasan. Kertas karton yang dirancang dalam bentuk kotak merupakan pilihan favorit dalam mengemas barang hasil produksi. Kita sering temui kertas dalam bentuk bungkusan rokok, dos mie, kotak sepatu, dan sebagainya. 

Di warung-warung makan juga kertas tersaji di sana. Kotak nasi atau kertas nasi menjadi bukti nyata bahwa kertas juga dibutuhkan dalam urusan perut manusia. 

Dan tidak boleh kita lupa, kertas juga berada di toilet-toilet. Di sana kita jumpai tisu sebagai bahan pembersih yang praktis. Lewat tisu yang halus dan lembut, kertas seakan rela memberikan diri seutuhnya demi kepentingan manusia. 

Kertas sungguh sangat dibutuhkan manusia. Kebutuhan akan kertas harus diimbangi dengan penggunaan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk pada lingkungan. Untuk tujuan ini, prinsip 4R (reuse, reduce, recycle, dan reforestation) menjadi solusinya. Reuse berarti kita menggunakan kembali kertas yang masih bisa dipakai. Dengan prinsip reduce, kita menggunakan kertas benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Melalui tindakan recycle, kertas yang sudah tidak dipakai dapat didaur ulang. Dan melalui aksi reforestation, kita melakukan penanaman kembali tanaman pengganti pohon yang telah ditebang untuk pembuatan kertas. 

Kertas benar-benar telah memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan manusia. Dari urusan agama hingga urusan buang hajat kita membutuhkan kertas. Kertas telah menyentuh kehidupan manusia tanpa kenal batas, dari yang kaya hingga yang miskin, dari pejabat hingga rakyat jelata. 

Kertas tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Manusia tanpa kertas adalah hampa dan kertas tanpa sentuhan manusia akan menjadi sampah

Referensi: 

1.http://www.penemu.co/penemu-kertas-cai-lun-tsai-lun/ 

2.http://kaaffah.xyz/penemu-kertas/ 

3.Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.

Artikel Terkait