Mahasiswa
1 bulan lalu · 67 view · 3 min baca menit baca · Gaya Hidup 67477_97530.jpg
Foto: BBC

Kertas Cetak Bukti Belanja

Setruk/nota adalah alat bukti pembelian atau penerimaan dalam sebuah transaksi berbelanja. Setruk juga sebagai barang yang digunakan untuk bisa melihat rincian-rincian pengeluaran. 

Adanya setruk di dunia sudah digunakan sejak lama. Indonesia sendiri menggunakannya sejak masih ada penjajahan hingga sekarang. Ia dicetak dari sebuah mesin kasir atau mini printer thermal.

Mesin kasir sekarang sudah makin canggih dan beragam, bahkan sudah berkembang di android/tablet. Aplikasi yang di-install di android tersebut kemudian disambungkan dengan menggunakan bluetoot ke mesin mini printer thermal.

Mesin kasir atau cash register ditemukan oleh James Ritty yang membuat sekaligus menggunakan mesin itu sendiri. Penemuan ini dimulai tahun 1879 setelah perang sipil Amerika.

Awalnya mesin kasir ini sebagai pencatat komponen pajak dalam penjualan. Namun perkembangannya membuat mesin kasir kini didukung dengan beberapa perangkat yang membantu, seperti digital, pembaca kartu kredit, Mesin EDC, Electronic Data yang saat ini menjadi trend yang berbasis digital dan barcode scanner (alat pemindai barcode).

Mesin kasir dibuat untuk menurunkan angka kesalahan dalam sistem penghitungan yang tepat. Sehingga hal ini memperkecil potensi kerugian sebuah perusahaan atau instansi tertentu. Mesin ini juga ditunjukkan untuk mengurangi kecurangan.

Penjabaran di atas memperlihatkan terjangkau dan mudahnya penggunaan mesin kasir. Sehingga penggunaan kertas-kertas untuk setruk pembayaran juga akan meningkat. 


Jenis bahan kertas setruk terdiri dari kertas setruk 1 ply (HVS), kertas setruk 2 ply, dan 3 ply (NCR)/non carbonless paper, kertas thermall (biasa digunakan di mesin ATM). 

Kertas setruk tersebut dapat berfungsi sebagai dokumen belanja yang disimpan untuk bukti pengeluaran. Namun kebanyakan setruk belanja yang diberikan oleh tempat perbelanjaan sebagian hanya berakhir di tempat sampah dan jika disimpan kebanyakan masuk dompet hingga dompet penuh dengan setruk belanja. 

Orang-orang yang menyimpan setruk belanja di dompet, dikoleksi sebagai tanda bukti terima, memiliki tujuan untuk bisa mengembalikan atau menukar barang dengan menunjukkan setruk tersebut.

Namun kesalahan seperti itu sudah jarang terjadi. Karena setruk-setruk belanja sekarang sudah bertuliskan: "barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan atau ditukar".

Terkecuali setruk-setruk yang memang membutuhkan data transaksi untuk pengecekan barang lebih lama, misalnya produk digital yang berupa pengisian pulsa listrik, kantor pos atau jasa pengiriman lain, kemudian pembayaran pajak atau PAM. Di dalam setruk-setruk tersebut, terdapat nomor transaksi yang ketika terjadi kesalahan masih bisa dilakukan pengaduan terkait kesalahan transaksi.

Saya rasa sangat tepat jika penggunaannya berkala dalam hal pajak dan pembayaran yang terdapat nomor transaksi berjangka panjang. Sejak awal mesin setruk dibuat memang hanya untuk perpajakan, namun seiring berjalannya waktu berkembang menjadi bukti pembayaran belanja. Bukti bayar yang digunakan akan berupa setruk kertas.

Meningkatnya penggunaan mesin kasir yang mencetak setruk akan berdampak pada meningkatnya pengembangan alat cetak dan kertas setruk. Pembuatan kertas sendiri membutuhkan pohon pilihan yang kulit kayunya bisa dimanfaatkan. 

Pemilihan kayu sebagai bahan dasar dari kertas pada umumnya, seperti kayu sengon, pinus, meranti, atau kayu jabon, ini karena serat-serat yang terdapat dalam kayu dianggap layak untuk bahan dasar kertas.


Setelah ditebang, kayu direndam kemudian dipilih untuk memisahkan antara lembaran kayu yang berkualitas baik dan kurang baik, setelah kayu dihancurkan dengan bahan kimia agar menjadi bubur kertas. Selanjutnya ditempatkan dalam lemari pendingin kemudian kertas siap dicetak sesuai dengan keinginan.

Proses panjang pembuatan kertas di atas, jika penggunaannya bisa secara efektif dan tepat, maka bisa meminimalisasi pembuangan limbah pabrik kertas, meminimalisasi penebangan pohon. Sambil menunggu sampai pohon ditanam kembali, pabrik tetap beroperasi dan tenaga kerja yang bekerja tetap mendapat tempat untuk mencari nafkah, sampah berkurang, dan masih banyak lagi.

Mengatur segala sesuatu untuk manfaat yang lebih optimal akan menghasilkan keseimbangan lebih baik. Setruk belanja yang berujung di tempat pembuangan sampah atau dibuang di jalanan sangat disayangkan. Bisa dimulai dari diri sendiri dengan tidak meminta setruk belanja jika belanjaan yang dibeli tidak perlu adanya dokumen pengeluaran.

Meminta setruk belanja tidak menjadi masalah, bisa digunakan lagi setelahnya, yaitu setruk bisa disimpan kemudian halaman sebaliknya bisa digunakan untuk stickynote. Jadi tidak perlu membeli kertas stickynote untuk mencatat pesan pengingat atau informasi singkat. 

Ini bukan hanya tentang hemat atau pelit. Saat ini kita semua tahu bahwa hutan di Indonesia berkurang. Penanaman pohon-pohon penghasil kertas sudah dialihkan menjadi kelapa sawit.

Artikel Terkait