Kerja sama antara Rusia dan China dalam hal gas alam sudah direncanakan pada tahun 2010 dan 2011, namun pada saat itu tertunda karena tidak ada kesepakatan harga. Kemudian di tahun 2014 kerjasama gas alam antara kedua negara ini akhirnya terlaksana. 

Perusahaan yang mewakili kerja sama ini adalah perusahaan energi Gazprom, perwakilan dari Rusia, dan China National Petroleum Corporation (CNPC) dari China. 

Kontrak kesepakatan kerja ditandatangani pada 21 Mei 2014 oleh kedua wakil perusahaan, yaitu Alexey Miller selaku Ketua Komite Perusahaan Gazprom dan Zhou Jiping selaku ketua dari CNPC.

Rusia dan China menandatangani perjanjian gas dengan jangka waktu 30 tahun dan diperlukan dana senilai USD 400 miliar untuk membuat proyek ini hingga layak. 

Konstruksi diluncurkan pada 1 September 2014 di Yakutsk oleh Putin dan wakil perdana menteri China, Zhang Gaoli. Konstruksi pipa penghubung di China dimulai pada Juni 2015.

Jalur pipa gas ini diberi nama Power of Siberia yang sebelumnya dikenal sebagai jalur pipa Yakutia-Khabarovsk-Vladivostok. Rute jalur pipa ini berada di wilayah Siberia Timur yang mengangkut gas alam dari Yakutia ke Primorsky Krai dan China.

Peta Jalur Pipa Power of Serbia

Dalam kerjasama ini, Rusia dan China sama-sama membawa kepentingan masing-masing negara. Kepentingan Rusia sendiri dapat dilihat dari 2 faktor, yaitu ekonomi dan politik yang saling berkaitan. 

Hal ini dikarenakan berkurangnya interaksi antara Rusia dengan negara-negara di Eropa. Berawal dari adanya sanksi pengurangan impor gas Rusia ke Eropa yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa atas dugaan aneksasi Rusia terhadap Crimea. 

Dari adanya sanksi ini, maka Rusia memfokuskan kebijakan luar negerinya ke negara-negara di benua Asia, untuk dijadikan mitra kerja sama.

Kemudian dari faktor politik tersebut, Rusia mulai mengarahkan kegiatan ekonominya terutama berfokus pada pasar energi ke wilayah China, yang sangat memungkinkan Rusia untuk meningkatkan ekspor minyak dan gas Rusia. 

Bagi Rusia peran energi sangat penting, Karena 90% dari pendapatan dan impor Rusia bersumber dari energi. Maka dari itu kerja sama energi antara Rusia dan China diyakini dapat membantu Rusia dari resesi ekonomi, terutama untuk menyelamatkan perusahaan energi negara dari kekurangan dana untuk operasional.

Proyek kerja sama antara Rusia dan China dalam Power of Siberia memiliki nilai yang besar dalam sejarah kerjasama energi Rusia. Dimana sesuai dengan press release yang diterbitkan oleh Gazprom, perusahaan energi milik Rusia ini akan memasok gas alam ke China sebesar 38 Bcm setiap tahunnya, dengan jangka waktu 30 tahun. Penyaluran gas alam ini menggunakan jaringan pipa Power of Siberia yang berada di Eastern Siberia.

Kedua perusahaan yang bekerja sama dengan fokus pembangunan pipa gas ini kemudian berkembang, dengan adanya kerja sama untuk pembangunan gas fired power, gas processing plant, dan gas storage.


Kerja sama antara perusahaan CNPC dan Gazprom :

1. Pembangunan Pipa Gas

Kerja sama dalam pembangunan pipa gas telah ditandatangani kedua wakil perusahaan pada 21 Mei 2014, dan dihadiri oleh Vladimir Putin selaku Presiden Rusia dan Xi Jinping Presiden China.

Nilai investasi dari kontrak kerja sama gas ini sebesar USD 400 miliyar dengan jumlah gas yang dikirim sebesar 38 bcm setiap tahunnya selama 30 tahun. Pengiriman gas ini mulai dilaksanakan pada tahun 2019. 

Kontrak berisikan pembangunan pipa gas bilateral sepanjang 4.000 km yang dikenal dengan Power of Siberia yang langsung menghubungkan ladang gas Siberia Timur ke provinsi Heilongjiang di China. 

Rusia harus menginvestasikan dana sekitar USD 55 miliar dalam pembangunan pipa, dan CNPC akan menyediakan infrastruktur yang sama di sisi perbatasan China.

2. Pembangunan Gas Storage dan Gas Fired Power

Gazprom dan CPNC juga melakukan kerja sama dalam hal lain, yaitu gas storage dan gas fired power. Pada Desember 2015, kedua perusahaan melakukan pertemuan untuk menandatangani dokumen Joint Action Plan untuk proyek gas fired power yang berisi studi kemungkinan untuk memulai proyek terkait di China.

Kedua belah pihak juga telah sepakat untuk membentuk kelompok kerja atau Joint Coordinating Committee (JCC) untuk mempelajari kemungkinan mengadakan joint venture dalam melaksanakan proyek penyimpanan gas di 3 wiilayah China, yaitu : Jiangsu, Zhejiang, dan Heilongjiang. 

Dimana nantinya kelompok tersebut akan menentukan beberapa proyek gas storage yang satu berada di rute timur dan dua di rute barat. 

Kerjasama di sektor gas storage China diharapkan akan meningkatkan pasokan gas Rusia ke China dan menghaluskan fluktuasi musiman konsumsi gas di wilayah dengan penduduk padat di China.

3. Pembangunan Amur Gas Processing Plant (GPP)

Amur GPP adalah fasilitas pengolahan gas terbesar di Rusia, dengan kapasitas pengolahan dari Amur GPP bisa mencapai 49 bcm gas per tahunnya. Amur GPP mempunyai peranan penting dalam proyek ini, karena multi komponen gas yang akan dikirim ke China dari pipa gas Power of Siberia berasal dari lapangan gas Yakutia dan Irkutsk.

Peluncuran konstruksi Amur GPP diadakan pada 14 Oktober 2015, di distrik Svobodnensky dari Amur Region.

4. Batuan Dana

Dapat diketahui untuk pelaksanaan kerja sama ini membutuhkan banyak dana, maka pada 7 November 2016, Gazprom, CNPC, dan China Development Bank Corporation mengadakan pertemuan di St. Petersbur, dan menghasilkan MoU yang menjelaskan prinsip-prinsip umum kerjasama antar pihak dalam menyusun pembiayaan proyek termasuk proyek kontruksi Amur GPP. Kemudian dari MoU yng telah disepakati, Gazprom dapat melakukan pinjaman uang kepada bank-bank di China yang telah menyetujui isi dari MoU tersebut.


Update Power of Siberia untuk tahun ini :

Gazprom mencatat bahwa pasokan gas ke China melalui Power of Siberia telah meningkat 60% setiap tahunnya dalam delapan bulan pertama tahun 2022, tetapi Gazprom tidak memberitahukan detail volumenya. Pembangunan jaringan pipa yang menghubungkan Kovyktinskoye dengan Chayandinskoye sedang dalam proses penyelesaian.

Kedua lapangan tersebut memiliki kapasitas puncak yang diproyeksikan sebesar 25 miliar m3 per tahun. Rusia mengandalkan peningkatan penjualan China untuk mengimbangi beberapa volume yang hilang ke pasar Eropa selama beberapa tahun mendatang. Ada proposal untuk meningkatkan kapasitas Power of Siberia menjadi 42 miliar m3 per tahun.

Beyond Power of Siberia, Gazprom telah mencapai kesepakatan untuk mengirimkan 10 miliar mper tahun gas dari ladang di lepas pantai, Pulau Sakhalin. 

Untuk jangka panjang, Rusia sedang bernegosiasi dengan China untuk pengembangan Power of Siberia 2, yang akan menghubungkan lapangan di semenanjung Yamal, yang saat ini terhubung ke pasar Eropa, dan ke China melalui Mongolia. Power of Siberia 2 ini akan berada di kawasan barat, dan pipa yang diusulkan akan memiliki kapasitas 50 miliar m3 per tahun.