Terkadang saya bingung ketika melihat seseorang yang membawa Ferrari atau bahkan Lamborgini sebagai tunggangan atau kendaraan mereka. Muncul dibenak saya tentang berapa gaji atau penghasilan yang mereka dapatkan dan terima tiap bulannya.

Apa yang mereka kerjakan di tempatnya bekerja hingga mampu membeli kendaraan dengan nilai mencapai miliaran. Apakah dengan kondisi mereka sekarang lantas secara otomatis membuat mereka bahagia? Atau bahkan sebaliknya?

Pernahkah kita berfikir professor atau dokter yang memilih bekerja di daerah pedalaman dengan gaji yang menurut kita kecil apakah itu sesuai dengan biaya pendidikan yang telah mereka keluarkan dulu. Menurut saya sendiri yang saat ini masih kuliah namun sudah bekerja, bekerja tidak boleh hanya didasari dari gaji dan tunjangan saja, harus ada passion didalamnya agar kita dapat menikmati dan tetap merasa enjoy dengan apa yang telah kita kerjakan.

Dari hal tersebut patutnya kita bertanya, lantas apakah gaji besar membuat kita bahagia? Saya rasa belum tentu. Mengingat seiring besarnya gaji pasti diiringi dengan pengorbanan kita yang lbh besar terhadap waktu, usaha dan tentunya tenaga kita untuk bekerja. Waktu yang dikorbankan membuat kita merelekan setiap moment bersama kelurga, teman, sahabat, dan orang terkasih tergerus oleh beban pekerjaan.

Menurut saya, baik tidaknya suatu pekerjaan tidak bisa hanya dilihat dari jumlah gaji atau tunjangan yang didapat. Menurut saya pekerjaan penjaga parkir dikampus saya yg menjamin bahwa kendaraan yg terparkir akan selalu aman lebih baik daripada pekerjaan dosen saya yang ketika mengajar membuat mahasiswanya bosen dan mengantuk bahkan yg lebih parah jarang masuk ke kelas.    

Bisa kita bayangkan jika dulu orang tua Rio Haryanto lbh memilih menjadikan anaknya menjadi seorang engineer perminyakan atau pertambangan ketimbang menuruti passion anaknya hanya karena menurut beberapa orang gaji engineer pertambangan dan perminyakan yang lbh besar ketimbang atlet.

Jika hal tersebut terjadi mungkin saat ini Rio sedang berada di hutan Papua atau di laut natuna dan tentunya sekarang kita tidak akan memiliki pembalap F1 pertama dari Indonesia.

Saya pernah membaca sebuah artikel yg memuat seorang profil President Director yang berlatar belakang pendidikan S3. Ia memulai karirnya sebagai manajer administrasi dlm sebuah perusahaan yang buat sebagian orang memalukan karena latar belakangnya sebagai seorang doctor lulusan luar negeri.

Namun apa yang dia lakukan sangat mengesankan, dia tdk ambil pusing apa yang orang lain katakan, dia menikmati pekerjaannya mengurus segala bentuk administrasi yg ada dikantornya. Hingga beberapa tahun kemudian ia diangkat menjadi President Director, ia sendiri mengatakan ia tidak memiliki kemampuan cukup untuk menjadi seorang direktur. Namun kemampuannya menangani segala jenis pekerjaan administrasi membuatnya belajar untuk menjalankan perusahaan dari hal yang dianggap remeh hingga hal-hal krusial.

Saat ini beberapa teman SMA angkatan saya mulai banyak yang lulus dan mendapatkan gelar sarjana. Seperti umumnya para jobseeker mereka lebih memfokuskan mencari pekerjaan dengan basic gaji yang tinggi dibandingkan dengan memfokuskan diri pada pencarian experience atau pengalaman. Hal itu tentunya tidak salah melihat mereka adalah fresh graduate. Namun akan lebih bijak jika mereka utamanya mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion dan keahlian dibidangnya dahulu.

Saya sendiri saat pertama kali bekerja merasa gaji yang saya terima tidak sesuai dengan beban pekerjaan yg saya kerjakan, walaupun gaji yang saat itu saya terima lumayan besar untuk pemuda berumur 20 tahun yang masih blm lulus kuliah.

Namun dari situ saya coba untuk belajar dari setiap tekanan yang saya terima untuk mampu bertahan dan mencoba menikmati setiap kondisi yang ada dengan harapan hal tersebut dapat menjadi pelajaran berharga bagi saya dimasa yg akan datang.

Memang semuanya kembali lagi ke diri kita masing-masing apakah bekerja menuruti passion atau semata-mata tuntutan gaji. Jika anda merasa bahwa saat ini anda bekerja semata-mata hanya untuk uang maka selamat menikmati proses pencarian uang anda. Jangan lupa untuk coba menikmati apapun yang anda kerjakan.