Usia Bumi dihitung secara masehi sudah masuk 2000-an tahun, Bumi sudah lama dan tua sedangkan kita baru berumur 60 sudah keriput. Menurut ahli fisika Stephen Hawking kita hanya memiliki waktu 100 tahun lagi di Bumi. 

Penggalan itu didapat pada bulan Mei 2017 lalu dalam serial sains BBC-nya, Tomorrow’s World. Ia menyatakan kita hanya memiliki waktu 100 tahun dikarenakan perubahan iklim, serangan asteroid yang terlambat, epidemi, dan pertumbuhan populasi yang dapat menghancurkan bumi. 

Mungkin kita yang sudah berumur 20 keatas tidak perlu mengkhawatirkan karena kita pasti duluan pergi sebelum Bumi hancur, tetapi bagaimana dengan cucu buyut kita nanti? Maka dari itu para ilmuan mencari cara agar perkembangan kehidupan manusia bisa lebih lama.

Oleh karena kita hanya memiliki waktu 100 tahun di bumi, salah satu cara yaitu manusia harus merajah planet lain secepat mungkin. Pendapat yang menyatakan kita harus pergi dari bumi ini terdapat pada sebuah film dokumenter BBC yang dirilis awal tahun 2017 lalu yang berjudul Stephen Hawking: Expedition New Earth, fisikawan tersebut menjelaskan prediksinya bahwa manusia harus meninggalkan bumi dan pindah ke tempat lain di alam semesta ini, baik di pesawat ruang angkasa atau di planet lain. 

Kenapa kita harus berpindah dari Bumi? Karena pemanasan global yang mengakibatkan Bumi menjadi seperti Venus dengan suhu 250 derajat celcius dan asam sulfat saat hujan. Bagaimana jika kita tetap tinggal di Bumi untuk 100 tahun kedepan? 

Bumi sudah sama dengan Venus, sepertinya sudah tidak ada kehidupan di Bumi ini. Stephen Hawking juga memperingatkan jika manusia tidak menjadi spesies multi-planet (hidup di berbagai planet) dan menetap di dunia lain, spesies kita bisa mati dalam abad berikutnya.

Bumi kita ini sudah sering terkena bencana merupakan indikasi bahwa Bumi sudah tua. Hal ini juga hasil campur tangan manusia yang hanya memikirkan kepuasan sendiri, juga kerakusan yang nyata mengeruk hasil Bumi dengan sangat kejam tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi pada Bumi itu sendiri menyebabkan banyak bencana di Bumi kita ini. 

Seperti membangun rumah kaca adalah akibat dari polusi yang kian membengkak menyelubungi atmosfer Bumi, sehingga berdampak  pemanasan global. Tambah lagi banyaknya manusia yang hanya memikirkan untuk mengenyangkan perutnya sendiri dengan menggali isi perut Bumi, menebang rata pepohonan dan membuang sampah sembarangan juga menjadi penyebab kritisnya Bumi ini. 

Pertumbuhan membludak  spesies manusia menyebabkan Bumi tidak mampu bertahan karena kepadatan penduduk yang akan berbanding lurus terhadap segala penyebab-penyebab kerusakan Bumi akan berlipat ganda setiap 40 tahun.

Maka dari itu perusahaan NASA yang didirikan Amerikat Serikat, SpaceX milik Elon Musk, berambisi untuk eksplorasi ke Mars. Kenapa ke planet Mars? Karena planet Mars adalah planet dalam tata surya kita yang paling memungkinkan untuk didatangi di luar Bumi karena Mars adalah planet ke-4 setelah matahari.  

Sebenarnya Venus merupakan planet yang paling dekat dengan bumi tetapi sangat disesali karena ia planet ke-2 yang dekat dengan bumi ditambah efek dari pemanasan global di atsmosfer menjadikan ia planet terpanas dalam tata surya dengan temperatur permukaan lebih dari 460 derajat celcius jadi tidak mungkin ada kehidupan disana. 

Maka dari itu para ilmuwan menetapkan ke Mars karena mempunyai temperatur rata-rata -63 derajat celcius dan diketahui keberadaan es di kutub-kutub Mars.

Sekarang ini NASA dan SpaceX sedang mengembangkan teknologi untuk mendukung program atau misi ke Mars, seperti merancang alat penghasil oksigen, mempersiapkan roket yang dapat dipakai berulang kali, dan memanfaatkan rover untuk melakukan persiapan awal di Mars. 

Rover adalah robot eksploitasi ruang angkasa yang dirancang untuk bergerak melintasi permukaan sebuah planet dan tiba dipermukaan planet dengan menggunakan pesawat ruang angkasa jenis lander. Pengembangan itu terlihat NASA banyak mengembangkan Rover atau robot yang akan diluncurkan ke Mars untuk pemantauan apakah Mars layak untuk ditempati. 

Sedangkan SpaceX berencana menciptakan roket bernama BFR (Big Falcon Rocket) dan akan mengirim umat manusia pada tahun 2024. Sekarang tahun 2019 berarti hanya 5 tahun lagi kita akan ke Mars. NASA dan SpaceX terus membuat terobosan untuk persiapan ekspedisi contohnya Kilopower yaitu generator nuklir mini buatan NASA yang dirancang untuk pembangkit listrik luar angkasa. 

NASA juga mengembangkan teknologi bernama MOXIE (Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment) yaitu alat untuk pengubah udara di atmosfer Mars yang terdiri karbon dioksida (CO2) menjadi oksigen (O2). 

Sementara itu SpaceX masih mengembangkan pembuatan roket reusable. Dari pembuatan itu SpaceX menjadi perusahaan pertama di dunia yang menggunakan roket lebih dari satu kali peluncuran. Nama roket itu adalah Falcon 9.

Maka wajar saja negeri paman Sam itu sudah mempropagandakan agar kita manusia untuk bersiap-siap untuk mengungsi ke planet Mars atau planet yang lainnya, hal tersebut banyak terlihat dari film-film yang dihasilkan salah satunya adalah film berjudul Venom yang diproduksi Columbia Pictures karya Jeff Pinker dan Scott Rosenberg. Film yang menceritakan tentang ambisi penyelamatan dunia.

Kita boleh saja khawatir terhadap evolusi yang terjadi pada Bumi kita sekarang, namun sebagai manusia yang beragama kita juga harus tetap percaya bahwa suatu hari nanti Bumi kita ini juga akan hancur. Itu sudah Sunnatullah. 

Maka bukan pusing untuk pindah planet, tapi bagaimana kita harus tetap survive untuk menjaga dan melestarikan Bumi kita dengan hal-hal yang positif. Dan tetap semangat membekali diri untuk kehidupan selanjutnya dengan amal ibadah. Karena kita memang punya masa depan yang lebih abadi. Alam lain. Yaitu akhirat.