Remaja tak lepas dari pergaulan dengan orang sekitarnya atau bahkan dengan orang luar yang belum pernah ditemui. Orang-orang ini memiliki keberagaman dengan berbagai aspek yang dimilikinya. 

Keberagaman ini tak ayal membuat kita merasa kurang, merasa kurang pantas berada di sekitar orang tersebut. Keadaan yang menyebalkan ini biasa dikenal oleh khalayak umum dengan insecure

Sebenarnya, apa sih insecure itu? 

Menurut istilah, insecure merupakan perasaan cemas, ragu, atau kurang percaya diri sehingga membuat seseorang merasa tidak aman. Perasaan ini sering muncul kepada semua orang, tidak mengenal waktu dan tempat.

Insecure sangat luas jangkauannya, tak melulu tentang kemolekan rupa maupun berlimpahnya harta. Namun, hal kecil pun bisa menjadi sumber insecure seseorang. Tak terkecuali oleh remaja. Seorang remaja sering merasa terbebani dengan keadaannya dalam menghadapi masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Banyak tekanan, tanggung jawab serta keraguan yang dipikul olehnya.

Masa remaja merupakan masa di mana emosional seseorang lebih tinggi dibanding masa pertumbuhan lainnya. Sehingga mereka akan lebih mudah terbawa pikiran berat atau overthinking. 

Apa saja sih penyebab insecure itu?

Insecure muncul dikarenakan beberapa hal yang dihadapi . Lingkungan yang tidak sehat menjadi salah satu penyebab insecure muncul. Lingkungan ini hanya bisa memberikan kritik yang kurang membangun atas usaha kita. Malahan, parahnya orang-orang ini berasal dari orang terdekat kita. Mereka sering lupa untuk memberi dukungan dalam proses mencapai tujuan tersebut. 

Hal ini membuat kita berpikir, bahwa kita kurang mendapat perhatian dari orang sekitar dan berimbas pada rasa kepercayaan diri yang ada dalam diri kita.

Terlepas dari kritikan orang sekitar, dipandang sebelah mata juga menjadikan kita seorang remaja takut untuk melangkah. Kita akan menutup diri dari interaksi sosial karena merasa tidak berguna seperti anggapan yang dilontarkan oleh mereka.

Trauma yang pernah dialami sebelumnya dapat menjadi pemicu tumbuhnya rasa insecure. Mereka yang memiliki trauma akan terbayang-bayang selama trauma tersebut belum terpulihkan. Trauma ini menyebabkan mereka takut untuk melakukan hal yang sama dengan kepercayaan diri seperti semula.

Penyebab selanjutnya yaitu datang dari sifat perfeksionis yang dimiliki remaja. Ketika seorang remaja melakukan sesuatu yang tidak sempurna atau jauh dari yang telah ditargetkan sebelumnya, maka mereka akan merasa insecure. Mereka pikir ketidaksempurnaannya itu adalah hal yang tidak bisa dimaklumi. Semua harus perfect, tidak boleh kurang dari lainnya.

Ekspektasi orang tua juga menjadi salah satu sumber munculnya insecure seorang remaja. Orang tua suka menaruh harapan yang tinggi kepada anaknya. Benar, itu memang tidak salah. Namun, mereka acapkali lupa bahwa anak mereka juga memiliki batas kemampuan. Di luar kemampuan yang dimiliki tersebut, remaja sering gagal dalam memenuhi ekspektasi yang telah dibuat orang tuanya.

Ekspektasi yang tinggi dengan harapan terpenuhinya ekspektasi tersebut menjadi impian semua orang. Namun, tak selamanya ekspektasi tersebut selalu terwujud. Harapan tinggi yang sudah ditanamkan dalam pikiran malah menjadi boomerang buat diri sendiri. 

Harapan berubah menjadi kekecewaan yang pada akhirnya akan menyalahkan diri sendiri atas kegagalan impiannya tersebut.

Tak cukup sampai di situ, lebih parahnya lagi mereka akan membandingkan hasil pencapaian orang lain dengan kegagalannya tersebut. Padahal kegagalan merupakan bagian dari sebuah proses. Semua pernah merasa gagal. Semua pernah merasa kecewa. 

Namun, tidak semua dapat menerima kenyataan tersebut. Berhasil memenuhi ekspektasi diri sendiri memang keren, tapi menerima semua hasil yang telah diperjuangkan itu lebih keren.

Lalu, apa saja sih solusi untuk mengatasi insecure?

Beberapa cara dapat dilakukan oleh kita sebagai seorang remaja untuk menghindari maupun mengatasi rasa insecure pada diri kita. Langkah awal yang dapat dilakukan yaitu dengan mengenali diri sendiri. Dengan mengenali diri sendiri, kita akan mengetahui kelebihan serta kekurangan yang dimiliki. Mengetahui yang ada dalam diri akan membantu kita untuk mengambil langkah ke depan. Apakah mampu atau hanya ingin terlihat mampu dan pada akhirnya gagal.

Menerima diri sendiri menjadi langkah selanjutnya mengatasi insecure. Dengan menerima diri sendiri kita akan merasa nyaman dan lama kelamaan akan tumbuh rasa cinta kepada diri sendiri. Tingginya rasa cinta dalam diri sendiri akan membuat kita tidak peduli komentar buruk yang tidak berguna yang ditujukan pada kita.

Bersyukur. Menanamkan dalam diri kita untuk selalu bersyukur atas apa yang telah dimiliki, dapat menjadi penghalang insecure itu sendiri tumbuh dalam diri kita. Rasa syukur yang dimiliki akan membuat kita merasa cukup, tidak merasa lebih rendah dari yang lain.

Paling utama dalam mengatasi rasa insecure yaitu dengan menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri dengan membuang pikiran negatif dan hanya memikirkan hal-hal yang berimpact baik ke depannya. Hal ini akan menghapuskan rasa minder dalam diri kita sebagai remaja serta memunculkan keberanian yang selama ini kita pendam.

Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki value-nya. Tidak perlu merasa rendah dari yang lain, karena kita sendiri memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan.

Berhenti berpikiran bahwa kita pasti kalah dari lawan kita. Coba terlebih dahulu. Karena pelaut yang tangguh tidak terbentuk dari ombak yang tenang.

Kegagalan selalu menyertai kesuksesan. Hilangkan rasa rendah diri ketika gagal. Buktikan bahwa satu kegagalan itu akan membawa berlian yang berharga kedepannya.


Cintai dirimu sendiri terlebih dahulu, maka orang lain akan mengikutinya