Lagi-lagi dunia artis kita goncang karena kembali dikaitkan dengan dunia prostitusi online, Kabar tertangkapnya artis dengan inisial H.H. 13/7/20 di sebuah kamar hotel bersama seorang pria di Medan, sebagaimana yang disampaikan Kompas.tv, kembali disangkakan terkait dengan prostitusi online yang melibatkan artis, sungguh mengejutkan.

Penangkapan ini kembali mengingatkan kita saat artis Vanesa Angel yang sempat  tertangkap bersama pria hidung belang di Surabaya tahun lalu. Prostitusi online yang melibatkan para artis masih ada pangsa pasarnya. Jika tak ada pelanggannya mungkin transaksi bisnis ini tak akan bertahan.

Kabar ini seolah membuktikan omongan Robby Abbas, saat ia tertangkap sebagai muncikari pada waktu itu,  bahwa prostitusi artis memang ada.  Mengapa para lelaki hidung belang itu selalu mengincar para artis?

Bagi lelaki, prestise adalah kekuasaan dan mungkin juga pencapaian yang luar biasa. Sebagaimana dalam urusan sex. Kalau hanya untuk melampiaskan hasratnya mereka bisa melampiaskan ke setiap perempuan, yang tidak kalah cantiknya dengan artis, yang memang menjajakan cintanya.

Tapi mengapa harus artis? Inilah tantangannya bagi mereka para lelaki tajir hidung belang tersebut. Ini akan menjadi pencapaian yang luar biasa saat mereka berkumpul dengan rekannya sesama berduit itu. Pertama,  mungkin mereka akan mengenalkannya sebagai pacar mereka. Di kalangan, mereka para lelaki hidung belang tersebut, artis adalah puncak pencapaian untuk memiliki wanita.

Kedua, mereka yang berduit itu mulai memanfaatkan gaya hidup para artis itu, yang biar bagaimanapun pasti membutuhkan biaya besar untuk merawat kecantikannya. Hedonisme dan kekayaan menghasilkan  hubungan simbiosis mutualisme yang saling melengkapi. Klop!

Gaya hidup penuh pesta,  makanya mereka disebut selebritis, yang memerlukan biaya tidak kecil tentunya akan membuat situasi hidup agak sulit bagi artis-artis medioker. Mereka yang hanya mengandalkan honor  tidak seberapa tentunya  akan kalah bersaing untuk bisa eksis di jagad dunia hiburan. Situasi ini jelas berbeda jika dibandingkan dengan artis papan atas dengan honor ratusan juta.

Dengan kondisi ini tentunya mereka butuh jalan singkat untuk urusan duit. Pilihan yang bisa ditempuh untuk bisa terus eksis bagi artis medioker ini adalah memanfaatkan tubuhnya, terutama untuk mereka yang tidak mempunyai ketrampilan lain selain hanya pamer kemolekan.

Di dunia hiburan yang begitu mendewakan materialisme dan hedonisme sesaat, uang adalah kunci untuk bertahan.

Ketika kebutuhan akan uang begitu mendesak mereka mulai menawarkan harga untuk sesuatu yang memang sudah terbiasa dijalani. Tentunya hukum ekonomi bermain di sini, kalau bisa diuangkan mengapa mesti kita serahkan gratisan.

Dalam kasus prostitusi artis ini tentunya tak terlepas dari adanya pelanggan yang membutuhkan jasa ini. Mereka yang saya sebut di atas , para Jutawan hidung belang, adalah target bagi para mucikari artis. Ketika kebutuhan pasar ada, tentunya para pelaku bisnis di dunia artis, agen dan manajer nakal akan memainkan perannya.

Memang dalam kasus prostitusi artis ini agak tertutup transaksinya karena penyedia jasa hanya akan melayani pelanggan tertentu, kaya dan sudah kenal secara personal. Dan kebanyakan juga mereka memang, para perantara atau agen itu, adalah orang orang dekat di sekeliling artis itu sendiri.

Uang dan prestise menjadi kemasan yang menarik bagi para agen tersebut. Di lain pihak ada yang butuh uang untuk kelangsungan hidupnya dan dipihak lain ada orang yang butuh prestise untuk menyempurnakan hidupnya.

Prostitusi artis kini telah makin  nyata adanya dengan ditangkapnya artis H,H yang lagi l-lagi diduga berkaitan dengan bisnis esexesex via daring .

Tentunya ini bukan hanya tanggung jawab penegak hukum. Prostitusi akan selalu ada jika ada pelanggannya. Masyarakat pun harus ikut terlibat untuk penanggulangan bisnis yang konon ada sejak manusia  ini ada. Mulai membiasakan memandang kecantikan bukan sebagai alat konsumsi adalah awal keterlibatan kita untuk meredam prostitusi.

Pihak berwajib dalam hal ini kepolisian telah melakukan pencegahan dan penindakan. Tantangan ke depannya adalah menghapus kegiatan ini agar tak meresahkan masyarakat.

Biar bagaimanapun para artis tersebut adalah tokoh yang mungkin saja dirugikan di mana mereka selalu digoda oleh iming iming uang dan kekayaan. Mereka, para artis medioker itu, adalah sasaran empuk para cukong pemburu prestise dan kenikmatan seksual.

Saat situasi ekonomi seseorang lemah, berbuat negatif adalah godaan yang menggiurkan karen bisa mengatasi hidup secara cepat. Nah di kalangan artis senjata termudahnya adalah kemolekan tubuh. Meski tidak semua artis mengandalkan kemolekan tubuhnya untuk berkarir.

Apakah penangkapan H.H ini akan membuka tabir terselubung prostitusi artis yang selama ini selalu berhenti dan tak berkembang. Semoga ia akan  berbicara siapa saja teman seprofesinya. Jelas ini menjadi informasi yang ditunggu oleh publik yang selama ini penasaran akan ucapan Robby abbas dahulu. Saat itu artis yang disebut Robby ramai ramai berkata tidak.

Kini apakah mereka juga akan berkata tidak jika salah satu rekannya pun berkata bahwa ia tidak sendiri. Tentunya para lelaki hidung belang ini juga akan takut. Mereka tentunya terdiri dari berbagai macam kalangan, polisi, pejabat, pengusaha dan mereka yang berduit lainnya. Nah terlebih lagi adalah mereka mereka yang pernah menggunakan ‘jasa’ Si artis  ini.