Pada zaman sekarang tak sulit menemukan penggemar garis keras dari sebuah public figure terkenal. Mereka mencintai idolanya dengan sangat berlebih. Sebut saja salah satunya K-Pop. Beberapa waktu lalu dunia telah dihebohkan dengan sebuah fenomena kolaborasi antara boy band korea BTS dengan restoran cepat saji McDonald’s. mereka menghadirkan beberapa menu spesial kolaborasi dengan BTS yang pastinya dibuat dengan stok terbatas dan sangat eksklusif.

Di Indonesia sendiri hal ini membuat rusuh diberbagai daerah ketika sedang dalam keadaan pandemi. McD pun penuh sesak dengan antrean yang tak terkendali. Tak hanya menu makanannya yang dijual ulang oleh beberapa orang, bahkan kemasan makanan / paper bag dari kolaborasi itu dijual dengan harga fantastis. Lalu gilanya masih ada saja orang yang mau merogoh kocek lebih dalam demi mendapatkan barang tersebut.

Beberapa penggemar dari mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan terutama yang berhubungan dengan sang idola. Namun, tentu kita berpikir bagaimana bisa seseorang menjadi begitu tak terkendali dalam mengidolakan seorang public figure?. Sebenarnya fenomena ini merujuk pada Celebrity Worship Syndrome (CWS).

Melansir (psychologytoday.com, 2013) CWS digambarkan sebagai gangguan obsesif adiktif dimana seorang individu menjadi terlalu terlibat dan tertarik (yaitu, sepenuhnya terobsesi) dengan detail kehidupan seorang selebriti, Istilah ini dicetuskan oleh Lynn McCutcheon pada awal tahun 2000. Sedangkan menurut Maltby & Liza dalam (Wayan et al., 2020) Celebrity Worship Syndrome ini adalah hubungan para-sosial (satu arah) dimana seorang individu mengenal yang lain, tetapi yang lain tidak.

Menurut Maltby, Giles, Barber, & Mc Cutcheon dalam (Wayan et al., 2020) ada tiga tingkatan dalam Celebrity Worship Syndrome yakni:

1. Hiburan Sosial

Pada tingkat terendah ini penggemar mempunyai alasan yang kuat untuk melakukan stalking terhadap idolanya. Contoh perilakunya antara lain: penggemar tertarik untuk mencari tahu seluk beluk dari sang sang idola lebih dalam, mereka juga senang & sering membicarakan idolanya kepada teman-teman lain sesama penggemar, sampai pada penggemar membuat sebuah fandom atau fanbase di media sosial.

2. Perasaan Pribadi yang Intens

Pada tingkat kedua ini penggemar memiliki perasaan yang komplusif & intensif pada idolanya. Contoh perilakunya yaitu:

- Empati. Saat sang idola dihujat oleh beberapa orang, penggemar akan merasa turut sedih dan marah karena idolanya diperlakukan yang tidak baik oleh orang lain, bisa-bisa sampai terjadi fan war antar penggemar demi membela idolanya.

- Imitasi. Penggemar terobsesi dengan idolanya dan mencoba meniru berbagai aspek dari sang idola seperti pola hidup, cara berbicara sampai yang paling ekstrem merubah bentuk tubuh agar bisa menyerupai sang idola.

3. Patologis

Pada tahap paling parah ini penggemar akan bersedia melakukan apapun demi sang idola meskipun hal itu tidak wajar atau kelewat batas. Contohnya mereka punya fantasi yang sangat tinggi tidak terkontrol, obsesif, sampai pada histeris jika hanya mendengar nama idolanya disebut.

Dalam sebuah penelitian (Liu, 2013) disebutkan bahwa beberapa faktor yang mendasari seseorang bisa terkena Celebrity Worship Syndrom yaitu:

1. Usia

Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, jika terjadi krisis identitas maka mereka akan cenderung mencari sosok idola yang bisa dijadikan role model dalam hidup. Seiring bertambahnya usia tingkat CWS ini akan menurun.

2. Pendidikan

Orang dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan tidak mudah terbawa arus & lebih mampu mengontrol perilakunya sebagai penggemar secara wajar.

3. Keterampilan Sosial

Orang yang punya keterampilan sosial rendah biasanya akan mencari sosok idola yang bisa digunakan sebagai penyemangat hidupnya karena kurang adanya hubungan sosial yang intens.

4. Jenis Kelamin

CWS ini banyak dijumpai pada perempuan. Jika Selebriti laki-laki maka kebanyakan penggemarnya adalah perempuan dan sebaliknya

5. Agama

Kesamaan agama atau kepercayaan seseorang bisa menjadikan sosok itu sebagai idola yang dipuja secara berlebihan.

6. Penampilan Fisik

  • Selebriti yang dianggap memiliki body goals dikalangan umum akan sangat disukai oleh banyak orang bahkan ada yang berniat untuk bisa menyamai style dari selebriti tersebut.


Lalu apa saja kiat-kiat yang bisa dilakukan untuk menangani orang bila sudah terkena sindrom ini?

1. Pahami sampai pada tingkatan mana seseorang terkena CWS ini.

2. Ajak dia untuk melakukan hal-hal positif atau mencoba mencari hobi baru agar bisa mengurangi intensitas aktivitas fangirling pada idolanya.

3. Bantu untuk menemukan tujuan hidupnya salah satunya dengan mengajaknya untuk lebih memperbanyak ibadah.

4. Jika masih belum bisa efektif dengan melakukan cara-cara diatas kita bisa mengajaknya untuk konsultasi ke profesional (psikolog), maka disana akan bisa juga diberikan terapi untuk mengatasi kecanduan & perilaku obsesinya.


Daftar Referensi

Psychologytoday.com, 2013, 5 Juli. Celebrity Worship Syndrome. Diakses 23 September 2021 dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/in-excess/201307/celebrity-worship-syndrome

Liu, J. K. K. (2013). Idol Worship, Religiosity, And Self-Esteem Among University And Secondary Students In Hong Kong. Discovery-SS Student E-Journal, 2(2000), 15–28. http://hdl.handle.net/2031/7134

Wayan, N., Ayu, R. S., & Astiti, D. P. (2020). Gambaran Celebrity Worship Pada Penggemar K-Pop. Buletin Ilmiah Psikologi, 1(3), 2720–8958. http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Psikobuletin/article/view/9858