Penilaian karakter kerap kali muncul di dalam kehidupan bermasyarakat baik dalam pertemanan, persahabatan bahkan hubungan keluarga. Penilaian karakter termasuk ke dalam syarat utama dalam menentukan kelanjutan suatu hubungan dalam bermasyarakat.

Tanpa adanya penilaian karakter, hubungan tersebut tidak akan timbul suatu kepedulian dari masing-masing individu dan tidak akan timbul juga keakraban dalam hubungan tersebut.

Karakter merupakan sifat atau watak seseorang yang bisa baik dan bisa tidak baik berdasarkan penilaian lingkungannya. Karakter berkaitan dengan personalitas walaupun ada perbedaanya. Personalitas merupakan trait bawaan sejak lahir.

Trait adalah kepribadian yang dinyatakan secara konsisten dalam perilaku individu di berbagai situasi yang berbeda dari waktu ke waktu. Sedangkan karakter merupakan perilaku hasil pembelajaran.

Penilaian adalah kegiatan untuk menentukan pencapaian hasil. Otomatis penilaian karakter dapat diartikan sebagai penilaian untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan karakter seseorang sehingga usaha untuk pengembangan atau penguatan karakter dapat dilakukan dengan tepat.

Ada beberapa karakter yang wajib dinilai dalam penilaian karakter serta ada beberapa sudut pandang yang terjadi ketika karakter itu dinilai. Berikut akan dibahas secara singkat mengenai penilaian karakter melalui beberapa sudut pandang berbeda.

Baiklah, untuk pengertian penilaian karakter mungkin sudah dijelaskan sebelumnya. Kini kita akan membahas beberapa karakter yang sering kali dinilai dalam penilaian karakter. Karater tersebut terdiri dari :

  • Sikap

Sikap didefinisikan sebagai keteraturan tertentu dalam hal perasaan, pemikiran, dan tindakan seseorang terhadap suatu aspek lingkungan sekitarnya dan kecendrungan seseorang yang secara konsisten menyukai atau tidak menyukai suatu objek atau gagasan.

  • Perilaku

Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya.

Perilaku merupakan hasil daripada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkunganya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan.

  • Sifat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata sifat adalah peri keadaan yang menurut kodratnya ada pada sesuatu (benda, orang dan sebagainya). Arti lainnya dari sifat adalah ciri khas yang ada pada sesuatu (untuk membedakan dari yang lain).

  • Kepribadian

kepribadian adalah suatu perpaduan yang utuh antara sikap, sifat, pola pikir, emosi, serta juga nilai-nilai yang mempengaruhi individu tersebut agar berbuat sesuatu yang benar sesuai dengan lingkungannya.

Kepribadian yaitu keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur dan diperlihatkan oleh seseorang.

Sejatinya, sangat sulit mendefinisikan sifat manusia. Cara untuk memahami sifat-sifat manusia adalah dengan menganalisis kembali prinsip-prinsip dasar yang merupakan salah satu bagian dari pada manusia sendiri di antaranya:

1. Manusia berbeda perilakunya karena kemampuannya tidak sama

2. Manusia mempunyai kebutuhan yang berbeda

3. Orang berfikir tentang masa depan, dan membuat pilihan tentang bagaimana bertindak.

4. Seseorang memahami lingkungannya dalam hubungannya dengan masa lalu dan kebutuhannya.

5. Seseorang mempunyai reaksi-reaksi senang atau tidak senang (affective)

6. Banyak faktor yang menentukan sikap dan perilaku seseorang

Perlu diketahui, kehidupan itu seperti karya fiksi. Semua seakan mimpi dan sangat tidak nyata. Kehidupan fana yang mampu membuat lupa. Oleh karena itu, disini akan dijelaskan pula sudut pandang dalam pengarang yang dapat juga dianggap sebagai sudut pandang dalam penilaian karakter seseorang.

Sudut pandang adalah arah pandang seorang pengarang dalam menyampaikan sebuah cerita, sehingga cerita tersebut menjadi lebih hidup dan bisa disampaikan dengan baik kepada pembaca atau pendengarnya.

Sederhananya, sudut pandang ialah cara penulis dalam memandang atau menempatkan dirinya dalam sebuah cerita. Ada beberapa macam sudut pandang yang perlu diperhatikan dalam menulis sebuah cerita.

Sudut pandang pertama, sudut pandang kedua dan sudut pandang ketiga memiliki makna yang berbeda-beda. Sudut pandang pertama diibaratkan sebagai diri kalian menilai diri sendiri dengan penilaian baik buruk menurut kata hati dan pikiran dari diri sendiri.

Sudut pandang kedua diibaratkan sebagai pandanganmu terhadap orang lain yang belum tentu itu benar menurut perasaan dan pemikiran orang lain. Sedangkan sudut pandang ketiga diibaratkan sebagai penilaian orang lain terhadapmu sesuai dengan keinginan pemikiran dan perasaan mereka.

Oleh karena itu janganlah menilai seseorang tanpa tahu menahu asal dan sebab akibatnya jika tidak ingin dinilai sebaliknya oleh orang lain. Ungkapan don’t judge a book by its cover, memang dapat dikatakan benar. Kebanyakan di antara kita akan menilai kepribadian orang seperti apa dari kesan pertama saat mereka bertemu. Namun penilaian kita kadang salah seiring berjalannya waktu.

Cara paling efektif dan positif dalam berperilaku dan bekomunikasi, menunjukan karakteristik kepribadian kita seperti apa. Penulis buku asal Jerman, Dietrich Bonhoeffer mengungkapkan bahwa, bukan gunung yang kita taklukkan, melainkan diri sendiri.

Kebanyakan orang mampu menyelesaikan berbagai tanggung jawabnya dan mampu menghadapi segala cobaan yang menerpa. Tapi, kadang ia belum bisa menakhlukkan bahkan mengenali dirinya sendiri.

Kita bisa saja menyembunyikan kepribadian asli kita dari impresi yang kita lakukan. Namun hal itu tidak menutup kemungkinan semakin orang lain mengenalmu, maka akan mengetahui bagaimana dirimu dari sikap, perilaku, suara, kata-kata, bahasa tubuh yang kamu tunjukan saat berinteraksi dengan orang lain di berbagai situasi.

Tanpa kita sadari, kepribadian buruk tidak sepenuhnya ada dalam diri setiap orang. Sebab kita perlu memperhatikan faktor internal dan eksternal di sekitarnya.

Karena tidak dapat dipungkiri kepribadian sejatinya ada yang bersifat dinamis dan statis. Manusia memiliki keunikan dalam segala sisinya, termasuk kepribadiannya. Kita tidak bisa menilai orang buruk dari penampilannya saja, kenali dia terlebih dahulu baru kita akan tau orang itu seperti apa.

Belajarlah menilai dari berbagai sudut pandang. Karena seperti halnya bangunan, manusia memiliki sisi menarik di setiap sudut pandang yang berbeda apabila kita mau menelisiknya.