Ketertarikan terhadap sesuatu adalah hal mutlak bagi setiap yang memiliki rasa. Ketika kita sibuk menimbang objek ketertarikan, baik dari manusia, benda mati, pekerjaan, keindahan alam, bahkan game, menandakan bahwa kita telah sadar akan objek tersebut telah menarik diri kita.

Objek-objek tersebut terlihat seperti memiliki daya tarik atau kekuatan tertentu yang mampu membuat kita datang kepadanya. Namun, ketika kita telah memikirkan ketertarikan akan suatu objek, sebenarnya bukan objek yang membuat kita tertarik, melainkan kita sendiri yang menyebabkan kita tertarik akan objek tersebut.

Kita membuat suatu konsep, ide, imajinasi dan kriteria tertentu pada objek yang membuat kita tertarik pada objek tersebut.

Hal ini menjelaskan mengapa ketertarikan setiap orang berbeda. Semua itu bergantung pada konsep dan kriteria yang dibentuk oleh masing-masing orang.

Sejarah dan Sastra dua objek ketertarikan yang mendorong saya untuk mencoba melakukan hal baru, yaitu membaca manuskrip sastra.

Syair Ken Tambuhan, di mana cinta dan kebaikan yang pada akhirnya dihargai, atas campur tangan manusia dan Ilahi. Merupakan karya sastra Melayu klasik, ditulis dalam bahasa Arab Melayu dan dapat diakses pada Perpustakaan Universitas Leiden.

Bercerita tentang Syair Ken Tambuhan

Sumber: Perpustakaan Universitas Leiden, Manuskrip no. Or. 1965 (p.004)

“Namanya Raden Puspa Kencana

Lakunya ‘arif paling bijaksana

Akal bicaranya sangat sempurna

Sifatnya lengkap tujuh laksana

Jika zaman itu sukar dicari

Manisnya seperti sang bidadari

Dikasihinya sopan dan Permaisurinya

Dilebihkan daripada suku putri

Empat belas tahun umurnya tuan

Dinamai Ratu dan Ken Tambuhan

Cantik manis barang kelakuan

Memberi hati bimbang dan rawan

Sekalian heran memandang lakunya

Kasih dan sayang rasa hatinya

Baik sekali budi bahasanya

Katelah dengan tegur sapanya”

Syair yang menjadikan nama dari tokoh utamanya sebagai judul, yaitu seorang perempuan putri dari seorang raja di Tanjung Puri. Ken Tambuhan, memiliki nama asli Raden Puspa Kencana. Dia digambarkan sebagai gadis cantik seperti bidadari, pandai berbicara, sopan santun, memiliki sifat yang sempurna, masih belia dan juga terampil dalam bertenun.

Ken Tambuhan adalah seorang putri tawanan dari raja Kuripan, yang diberikan sebagai hadiah dari kerajaan yang telah di taklukannya.

Bersama dengan putri lainnya, mereka tinggal dalam sebuah taman larangan yang berpagar batu. Di tempat tersebut, para putri melakukan segala kegiatan, salah satunya adalah bertenun.

Raja Kuripan mempunyai seorang putra tunggal yang bernama Raden Inu Kertapati, yang dipanggil Raden Menteri.

Suatu ketika, Raden Menteri pergi untuk bermain dan menyumpit seekor burung serindit. Burung itu kabur dan jatuh di tempat Ken Tambuhan yang sedang bertenun.

Ken Tambuhan ingin menangkap burung tersebut, tetapi burung terbang kembali. Sementara itu, Raden Menteri yang mengejar burung buruannya, masuk ke taman larangan. Di sana dia bertemu dengan Ken Tambuhan.

Kehidupan Ken Tambuhan berubah ketika bertemu dengan Raden Menteri. dia tahu bahwa dia tidak pantas berhubungan dengan Raden Menteri karena statusnya sebagai seorang tawanan. Berhubungan dengan putra mahkota akan membawanya kepada kematian.

Karena bujuk rayu Raden Menteri, Ken Tambuhan akhirnya takluk. Meskipun selalu diikuti kekhawatiran, Ken Tambuhan menerima cinta Raden Menteri. Mereka bercinta selayaknya suami-istri. Para putri dan dayang di taman larangan khawatir melihat perbuatan Raden Menteri, terutama pada akibat yang akan dialami oleh Ken Tambuhan kelak.

Permaisuri mendengar bahwa Raden Menteri menikah dengan Ken Tambuhan, dia sangat marah. Dia sakit hati karena Ken Tambuhan itu budak dan tidak pantas menjadi permaisuri. Sementara, sang raja menganggap Ken Tambuhan sebagai budak tetapi karena ayahnya seorang raja. Dia pantas menjadi permaisuri.

Permaisuri memendam amarahnya. Kemudian bersiasat dengan memanggil Raden Menteri dan disuruhnya pergi berburu kijang ke hutan. Raden Menteri pun menyetujuinya. Raden Menteri berpamitan dengan Ken Tambuhan. Ken Tambuhan merasa bahwa ajalnya sudah dekat.

Ken Tambuhan mengungkapkan kesedihannya  kepada dayang-dayangnya atas nasibnya sebagai tawanan. Setelah Raden Menteri berangkat ke hutan, Permaisuri mendatangi Ken Tambuhan dan memarahi Ken Tambuhan.

Permaisuri kemudian memanggil Pelebaya dan menyuruhnya membunuh Ken Tambuhan. Kebencian Permaisuri pada Ken Tambuhan begitu besar sehingga Pelebaya menganggap Permaisuri sebagai orang gila.

Pelebaya membawa Ken Tambuhan ke dalam hutan. Di sebuah tempat, dia berhenti dan memberitahukan tugasnya untuk membunuh Ken Tambuhan. Meskipun terkejut, Ken Tambuhan menerima nasibnya. Pelebaya sangat kasihan melihat Ken Tambuhan, tetapi dia harus melaksanakan tugasnya.

Kematian Ken Tambuhan mengguncang jiwa Raden Menteri. Karena tidak tahan menanggung kesedihan, dia pun bunuh diri. Kematian Raden Menteri mengguncang negeri Kuripan. Raja, Permaisuri, dan rakyat berada dalam kesedihan. Raja Kuripan sangat marah pada Permaisuri.

Ketika Raja hendak mengurus jenazah Ken Tambuhan dan Raden Menteri, dia semakin benci kepada Permaisuri. Raja meletakkan jenazah Ken Tambuhan dan Raden Menteri di dalam candi. Selama 40 hari Raja berpuasa meminta bantuan Dewa untuk menghidupkan Raden Menteri dan Ken Tambuhan.

Akhirnya, Raden Menteri dan Ken Tambuhan hidup kembali, sukacita meliputi kerajaan. Raden Menteri diangkat menjadi raja.

Cerita Syair Ken Tambuhan berakhir dengan pengangkatan Raden Menteri sebagai raja di Tanjung Puri dan Kuripan serta Ken Tambuhan menjadi permaisuri.

Kesetiaan itu harga mati

Suatu komitmen seharusnya tidak bisa dirusak dengan mudah. Menepati segala janji yang pernah terucap dan menjaga komitmen adalah sebuah keharusan jika sudah keluar dari mulut seseorang. Maka jangan berjanji, jika tidak dapat menepatinya.

Sejatinya janji itu dibuktikan bukan hanya dipegang. Kesetiaan memang hanya sebuah kata benda yang mudah untuk dikatakan, tetapi menepatinya tak semudah saat dikatakan. Kesetiaan tidak akan berubah walaupun terjadi perubahan keadaan.

Apa pun yang terjadi pada pasangan kita nantinya, jangan sampai kita mencari pengganti yang lain yang lebih baik. Setiap situasi, masalah dan perubahan yang datang silih berganti semata-mata menguji kesetiaan dan menguatkan hubungan kita.

Kita adalah apa yang kita kerjakan

Apa pun yang kita lakukan pasti hasilnya akan kembali kepada diri kita sendiri, kita tidak akan diberikan balasan, melainkan atas apa yang kita perbuat. Ketika kita melakukan hal yang buruk, maka dipastikan bahwa keburukan itu akan berimbas kepada diri kita.

Sebaliknya, jika kita melakukan perbuatan yang baik, maka kebaikan yang serupa akan kembali kepada diri kita sendiri. Segala hal yang kita lakukan di dunia ini kitalah yang akan merasakannya.

Maka dari itu mulailah untuk menentukan apa yang menjadi ketertarikan kita, karena ketertarikan itulah yang nantinya akan mendorong kita untuk melakukan sesuatu kegiatan untuk menjadikan kita yang lebih baik.

Hakikatnya hidup adalah sebuah proses, waktu akan terus berjalan tanpa pandang bulu, siapa yang malas pasti tertinggal dan siapa yang berhenti akan mati karena tidak ada pemberhentian kecuali kematian.