Wanita merupakan makhluk Allah yang mempunyai banyak kelebihan, diantaranya dia memiliki karakter yang lemah lembut, penyayang,dan sabar. Dari segi biologis pun seorang wanita mampu menghasilkan keturunan dengan melewati masa mengandung,melahirkan,dan menyusui.

Namun tidak jarang juga wanita sering dilekatkan dengan kelemahan, misalnya masyarakat pada jaman jahiliyah atau pra islam dahulu yang suka mengubur hidup hidup bayi perempuan mereka karena malu serta takut jika anak perempuan tersebut membawa keburukan dan kesengsaraan.

Masyarakat islam dahulu tidak memiliki harkat dan martabat yang baik karena mereka suka merendahkan kaum perempuan dan melakukan perbudakan yang dilakukan sesuka hati mereka dengan cara memperjualbelikan dan menjadikannya sebagai bahan warisan. 

Namun setelah kedatangan Rasulullah, wanita ditempatkan pada posisi yang tinggi dan terhormat. Seperti dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang berbunyi seperti dibawah ini : 

“ Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata ‘ Wahai Rasululullah, kepada siapa aku harus berbakti pertama kali?’ Rasulullah menjawab ‘Ibumu’ lalu dia bertanya, ‘kepada siapa lagi?’ Beliau menjawab ‘Ibumu’,dia bertanya Kembali ‘lalu kepada siapa lagi?’ Rasulullah menjawab ‘Ibumu’ dia bertanya kembali ‘kemudian siapa lagi?’ Rasulullah SAW menjawab’kemudian ayahmu’.(H.R Bukhari Muslim).

Selain hadits diatas,ada juga hadits yang berbunyi “ Wanita adalah tiang negara,apabila dalam sebuah negara wanitanya baik,maka jayalah ia. Namun apabila wanita didalamnya buruk ,maka hancurlah negara itu” (hadits Rasulullah SAW)

Pada hakikatnya, semua wanita mempunyai posisi yang sangat mulia, salah satunya yaitu wanita diposisikan sebagai tiang negara karena wanita mempunyai peran yang sangat penting dalam suatu kehidupan rumah tangga.

Kehidupan rumah tangga dalam suatu keluarga akan menjadi pondasi utama dalam kemajuan bangsa, disini peran wanita sangatlah penting untuk memperkokoh kemajuan bangsa.

Dan pada dasarnya, wanita mempunyai sifat yang penuh kasih sayang, lemah lembut dan sabar , wanita juga mempunyai fitrah sifat keibuan yang dianugrahkan oleh Allah SWT untuk mendidik buah hati mereka agar tercipta generasi yang mulia.

Ada sebuah ungkapan yang berisi “ Tangan yang menghayun buaian akan mengguncang dunia”. Hal tersebut mengungkapkan pengaruh seorang ibu terhadap kehidupan anaknya karena seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anak anaknya. 

Seorang ibu akan mendidik dan mengajarkan ilmu agama kepada anaknya sehingga akan membentuk karakter yang baik bagi masa depan anak. Misalnya dalam hal keagamaan, seorang ibu akan memberi pendidikan agama sebagai landasan utama, menanamkan akhlak dan budi pekerti yang baik.

Perjuangan seorang wanita untuk mendidik anak anaknya tidaklah mudah, diperlukan pengetahuan yang banyak. Sehingga wanita harus memperoleh hak dan kedudukan yang sama dengan seorang pria.

Seorang wanita bukan berarti harus selalu dibelakang dan tertinggal, namun seorang wanita berhak untuk terus menuntut ilmu dan belajar seperti seorang pria. Karena untuk mendidik buah hatinya, seorang wanita membutuhkan bekal ilmu yang memadai.

Seorang wanita juga mampu bersaing dalam berkarya seimbang dengan seorang laki laki. Maka dari itu tidak ada larangan dan halangan kepada seorang wanita untuk terus berkembang dalam segala hal sesuai dengan kemampuannya.

Selain wanita berperan sebagai pendidik bagi buah hatinya, wanita juga berperan penting dalam membagun psikologis anak, wanita akan menjadi motivator dan pendukung dalam hal hal yang baik untuk masa depan buah hatinya.

Wanita juga pasti akan menjadi sosok pertama yang diidolakan oleh sang anak, Ketika seorang wanita mampu menjalankan tugasnya dengan baik , seorang anak pasti akan menjadikan ibunya sebagai sumber inspirasi atau menjadikan teladan.

Karena besarnya peran wanita tersebut, tidak jarang pada jaman sekarang ini banyak wanita yang maju dan berhasil seperti menjadi seorang pendidik,dokter,abdi negara dan ahli teknologi. Wanita bisa seperti itu karena tekadnya yang besar dan keinginan untuk terus belajar yang tinggi sehingga wanita bisa mendapatkan haknya seperti seorang pria.

Namun sekarang ini, wanita kerap kali lalai dan menjalankan hidupnya sesuai dengan keinginannya sendiri karena sudah tidak ada larangan bagi seorang wanita untuk mendapatkan haknya layaknya seorang laki laki.

Akan tetapi  sejatinya seorang wanita tidak boleh lepas dari kodratnya sebagai istri dan ibu dalam rumah tangganya. Sebagai istri ia harus berbakti kepada suaminya agar ia mendapat ridho dari Allah SWT dalam hidupnya. Dan jika suaminya tersebut berhasil, maka pasti ada seorang istri yang hebat dibelakangnya.

Selain sebagai seorang istri, wanita juga mempunyai kodrat sebagai seorang ibu yang akan mendidik putera dan puterinya. Karena pendidikan dalam keluarga adalah hal pertama dan utama.

Maka jika seorang anak sudah terdidik secara baik dari dasarnya, ia akan mempunyai kepribadian baik untuk menjadi generasi penerus bangsa yang mulia, sempurna dalam akhlak dan budi pekertinya.

Oleh karenanya, wanita harus mempunyai wawasan pengetahuan yang luas sebagai bekal  agar dapat mencetak generasi yang cerdas, berakhlakul karimah dan berkualitas sehingga dapat memajukan bangsa Indonesia ini.