Apa yang terbesit dipikiran kalian jika mendengar kata "miskin"? Mungkin yang terbayang adalah kesusahan dan kesengsaraan. Semua orang tentu menginginkan kehidupannya sempurna, bahagia, dan terpenuhi segala kebutuhannya. Pada kenyataannya nasib orang berbeda-beda. Ada yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak bahkan hidupnya mewah dan ada juga yang tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Tetapi kita tak boleh men-judge kondisi seseorang. Apapun kondisinya mungkin mereka sudah melakukan yang terbaik dan mungkin ada beberapa faktor yang menghambatnya dalam berproses. Namun, apa kamu tahu arti kemiskinan itu sendiri? Kemiskinan adalah keadaan masyarakat yang tak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya secara layak, seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, dan lain sebagainya. 

Sebelum kemiskinan terjadi terdapat proses yang memicu kemiskinan, yaitu disebut pemiskinan. Pemiskinan adalah proses, cara, perbuatan yang mengakibatkan masyarakat terperangkap dalam jebakan kemiskinan (proverty trap). Jenis kemiskinan pun beragam, antara lain

:1. Kemiskinan Natural, kemiskinan yang disebabkan karena sudah sejak asal atau alamiah miskin dan tak adanya Sumber Daya Alam di sekitar masyarakat yang dapat diolah. Hal tersebut timbul akibat bencana alam atau yang lainnya.

2. Kemiskinan Stuktural, kemiskinan yang berasal dari struktur sosial yang tersemat pada golongan masyarakat tertentu sehingga menyebabkan mereka tak dapat menggunakan sumber daya yang sebenarnya ada untuk mereka.

3. Kemiskinan Kultural, kemiskinan yang terbentuk dari perilaku dan kebiasaan seseorang maupun kelompok, seolah-olah mereka tak ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Kemiskinan tentu memberikan banyak dampak yang sangat merugikan. Mulai dari pengangguran yang meningkat, tingkat kriminalitas meningkat, kesehatan yang memburuk sebab mereka tak mampu membayar fasilitas kesehatan yang mahal, dan buruknya generasi penerus sebab tak mampu meneruskan pendidikan. 

Dan dampak yang paling ditakuti adalah perempuan bisa menjadi korban. Dimana budaya patriarki membuat perempuan rentan menjadi korban kejahatan yang dilakukan seseorang yang menganut paham budaya ini dengan alasan karena terhimpit ekonomi.

Melihat dampak yang begitu miris dan menakutkan, untungnya di negara kita sudah menerapkan berbagai program untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan dampaknya. Pemberian bantuan sosial adalah salah satu upaya dalam menekan angka kemiskinan di negeri ini, belum lagi program yang diadakan pemerintah yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang berperan dalam menjamin kesehatan dan ketenagakerjaan masyarakat. 

Selain itu ada yang namanya program Kartu Indonesia Pintar (KIP)/Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK), di mana program ini untuk masyarakat yang kurang mampu membayar pendidikan yang mahal, dengan program ini masyarakat tak perlu khawatir karena biaya sekolah/kuliah anak mereka menjadi gratis dan bahkan diberikan uang saku. Wah, sangat membantu masyarakat bukan?

Selain pemberian bantuan, pemberdayaan masyarakat lemah juga dirasa penting. Pemberdayaan dimaksudkan agar mereka yang lemah merasa berdaya dan memiliki kemampuan asal mau berusaha. Menyadari akan keberdayaan diri mereka akan menciptakan kemandirian berpikirnya, sehingga mereka ada usaha untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri. Pemberdayaan dapat dilakukan di segala bidang seperti bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, budaya, dan lain-lain.

Contoh pemberdayaan masyarakat seperti yang dilakukan di Desa Ciburial, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung, 13 Kegiatan Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun 2019 :

1. Bantuan Insentif Guru PAUD

2. Bantuan Insentif Guru Taman Belajar Keagamaan

3. Bantuan Insentif Untuk Kader Kesehatan

4. Pelatihan Kader Kesehatan Masyarakat

5. Pengelolaan Sanggar Seni Budaya Desa

6. Penyelenggaraan Festival Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa

7. Dukungan Kegiatan Pelaksanaan Pekan Olahraga Desa (PORDes)

8. Penyediaan Sarana Prasana Olahraga Tenis Meja

9. Peningkatan Kapasitas Kepala Desa dan Perangkat Desa

10. Peningkatan Kapasitas BPD

11. Pelatihan/ Pendampingan Pengelolaan BUM Desa oleh tenaga ahli yang dilaksanakan oleh Desa

12. Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat13. Fasilitas Sarana Prasarana dan Operasional Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos).

Dalam pandangan Islam, kemiskinan adalah masalah serius yang harus diberikan perhatian secara serius pula. Dan Islam melarang setiap perilaku yang menyebabkan kemiskinan, seperti tidak membantu kaum duafa dan membiarkan mereka dalam kepapaan. Memberikan sedikit rezeki yang kita miliki kepada mereka yang tak mampu merupakan perbuatan terpuji.

Sebagai manusia yang beriman, sebaiknya kita harus pandai bersyukur atas segala rezeki yang Allah SWT telah berikan kepada kita. Karena Islam memandang rezeki bukan hanya sebatas materi, kenikmatan lain yang berupa non-materi seperti kesehatan, kebahagiaan, keharmonisan rumah tangga, ilmu pengetahuan, pekerjaan, dan lain sebagainya juga termasuk rezeki yang sangat berharga dan patut disyukuri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh sangat beruntung orang yang telah masuk Islam, diberikan rizki yang cukup dan Allah menjadikannya merasa puas dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR. Muslim no. 1054)

Dan hendaklah kita membantu ke sesama manusia. Memberikan sedikit rezeki kepada mereka yang kurang mampu untuk tetap bertahan hidup dan memotivasinya agar menyadari bahwa banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidupnya menjadi lebih baik.