3 tahun lalu · 3264 view · 1 min baca menit baca · Budaya arti-kemerdekaan.jpg
Sumber: www.darmawanaji.com

Kemerdekaan dan Kebebasan

Kemerdekaan bukanlah kebebasan. Meski identik, keduanya punya tujuan yang secara esensi berbeda. Jika yang pertama hendak keluar dari tekanan pihak-pihak lain, yang kedua lebih menonjolkan partisipasi secara bersama untuk tujuan bersama pula.

Dewasa ini, istilah “kemerdekaan” dan “kebebasan” tak hanya diidentikkan secara tidak proporsional. Keduanya bahkan dipandang bisa saling bergantian dalam penggunaannya. Yang merdeka adalah yang bebas. Yang bebas adalah yang merdeka.

Tak kalah konyolnya, makna kemerdekaan dan kebebasan acapkali didefinisikan secara terbalik. Pada kemerdekaan, konsep ini dipandang sebagai tujuan. Adapun kebebasan adalah prasyaratnya. Tentu, ini adalah dampak dari banalitas berpikir manusia.

Banalitas ini muncul tak hanya kekurang-perhatian kita terhadap sejumlah literatur yang menyorot kedua istilah ini, tapi juga ketidakmampuan atau mungkin ketaksadaran kita sendiri menilai arti pentingnya potensi akal yang kita miliki.

Jika kemerdekaan dan kebebasan kita pandang sebagai istilah yang bisa saling menggantikan, tindakan ini tak hanya akan mengotori esensi tujuan dari keduanya. Tindakan semacam ini sekaligus akan menuai ketidakselesaian dalam memperjuangkan esensi tujuan keduanya pula.

Saya percaya bahwa upaya kemerdekaan adalah upaya pemenuhan kepentingan diri. Dalam konteks suatu bangsa misalnya, kemerdekaan yang hendak direbut adalah kemerdekaan dari intervensi bangsa-bangsa lain. Ia  ingin mandiri. Ia tak mau kehidupannya diganggu, diatur atau diarahkan, apalagi bukan untuk kebaikan diri ia kehendaki.

Anggaplah kiranya bahwa kemerdekaan suatu bangsa sudah berhasil diraih. Pertanyaannya kemudian, bagaimana suatu bangsa itu harus mengisi kemerdekaannya?

Ya, kita tidak boleh pungkiri bahwa di alam kemerdekaan, terdapat banyak kepentingan yang tidak hanya beragam tapi juga tidak setara, yang jika terealisasi secara brutal, hanya akan melahirkan suasana konflik. Jika seperti itu, kemerdekaan yang pada awalnya diperjuangkan untuk mencipta satu tatanan yang lebih mulia dari sebelumnya, justru hanya akan berujung kepada kondisi yang sebaliknya. Inilah yang kita takutkan.

Karenanya, di alam kemerdekaan, kebebasan menjadi langkah selanjutnya yang niscaya untuk dipenuhi. Mengingat tiap manusia punya kepentingan dan kecenderungannya yang berbeda-beda, pengisian kemerdekaan harus meniscayakan adanya kebebasan untuk berpartisipasi.

Langkah ini bukan lagi pemenuhan kepentingan diri pribadi, melainkan satu upaya bagaimana kita bersama secara bebas dan setara dalam beragam perbedaan mengisi program-program kemerdekaan.

Dari pandangan sederhana di atas, kiranya dapat kita simpulkan bahwa kebebasan adalah tujuan hidup manusia. Kemerdekaan dimungkinkan tak  lain hanya sebagai prasyarat akan adanya kondisi kebebasan. Artinya, semua yang bebas itu pasti merdeka. Tetapi tidak semua yang merdeka itu pasti bebas.

Artikel Terkait