Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul merupakan salah satu buku bernuansa horor dan mistis, yang termasuk dalam seri ke-2 Kisah Tanah Jawa. Seri ke-2 Kisah Tanah Jawa ada 3 judul buku, yaitu Bank Gaib, Unit Gaib Darurat, dan buku ini masuk di dalamnya.

Buku ini disusun oleh sebuah tim yang bernama Kisah Tanah Jawa. Tim Kisah Tanah Jawa merupakan tim yang melakukan investigasi mengenai sejarah, kisah-kisah mistis, dan mitos yang terjadi di Pulau Jawa. Tim KTJ telah menerbitkan 2 buku yang popular, antaranya berjudul Kisah Tanah Jawa dan Jagat Lelembut. Tim KTJ dipelopori oleh orang yang bernama Hari Kurniawan, atau sering disebut juga Om Hao.

Pocong merupakan hantu di Indonesia yang cukup populer dan memiliki banyak mitos yang beredar di masyarakat. Mitos tali pocong merupakan salah satu yang populer di Indonesia. Mitos tersebut menyatakan jika ada mayat yang tidak dilepas simpul tali pocongnya, ia akan menjadi pocong yang bergentayangan. 

Pocong berasal dari jelmaan jin qorin manusia yang tertinggal di dunia. Jin qorin mampu menjelma menjadi berbagai wujud. Jin qorin yang menjelma menjadi pocong biasanya memiliki wujud terlilit dengan kain kafan di sekujur tubuhnya kecuali bagian wajahnya.

Qorin memiliki kesamaan dengan konsep sedulur papat dalam pemaknaan suatu ajaran pada kepercayaan tertentu. Sedulur papat diartikan oleh masyarakat sebagai empat makhluk tak kasat mata yang merupakan saudara setia setiap manusia mulai dari lahir sampai meninggal. Di antaranya yaitu watman, wahman, rahman, airman, dan yang terakhir pancer atau pusat. Mereka memiliki arti yang berbeda sesuai dengan namanya.

Setiap peradaban manusia yang sudah ada selama dua puluh abad bahkan lebih ini memiliki berbagai macam prosesi penguburan. Setiap prosesi penguburan juga memiliki esensi yang berbeda dalam memaknai kematian yang terjadi. Prosesi penguburan yang berkaitan dengan pocong, sebagaimana metode penguburan yang sudah biasa diterapkan oleh umat muslim di Indonesia memiliki empat langkah-langkah yang wajib dilakukan.

Pertama, memandikan jenazah untuk membersihkan jenazah dari kotoran-kotoran dan mensucikan tubuh jenazah yang kemudian diberi wewangian. Kedua, membungkus jenazah dengan tiga lapis kain kafan yang sudah diberi wewangian dan disimpul tali dengan tujuh ikatan. Ketiga, menyalati jenazah. Tata cara menyalati antara jenazah laki-laki dan perempuan itu berbeda. Langkah terakhir, mengubur jenazah dengan ketentuan agama islam.

Konon kabarnya, ada salah satu sekolah di Yogyakarta dikenal sebagai tempat angker. Kabarnya sering muncul penampakan jin qorin yang berwujud pocong, namun sosok ini berbeda dari yang biasanya dilihat oleh orang-orang. Jin qorin ini menjadi sosok dengan kepala menyerupai tengkorak serta gigi bertaring yang banyak dikenal dengan sebutan pocong gundul.

Pocong gundul ini merupakan perwujudan dari qorin manusia yang merupakan dukun ilmu hitam bernama Walisdi. Ia mati karena pertarungan supranatural melawan dukun ilmu putih. Saat Walisdi akan mati, ia berpesan untuk tidak melepaskan ikatan tali pocongnya kecuali di bagian kepala.

Awal mula kisah Walisdi adalah Ketika zaman medio enam puluh lima, ia dikenal sebagai dukun ilmu hitam yang sakti mandraguna. Saat itu, ada seorang anggota partai yang dating menemuinya untuk meminta pertolongannya sambil membawa kafan yang sepertinya telah ia curi dari kuburan. Anggota partai tersebut mempraktikan arahan Walisdi. Seketika ia menghilang dari pandangan. Anggota partai itu meminta bantuan Walisdi untuk menghilang agar bisa kabur dari perburuan propaganda.

Ilmu hitam Walisdi makin banyak peminatnya, dikarenakan sebagian besar pelanggannya puas. Walisdi semakin sakti karena banyak pelanggannya memberikan tumbal agar dituruti hasratnya. Pelanggannya meminta Walisdi untuk mengirimkan santet, pesugihan, maupun pelet. Walisdi juga memiliki banyak makhluk halus yang menjadi bawahannya agar mendapatkan tumbal darinya.

Santet dari Walisdi selalu berhasil, namun, ada satu saat ia gagal mengirimkan santet kepada target yang diminta oleh pelanggannya yang kemudian malah berbalik menyerang Walisdi. Kemampuan Walisdi mampu ditandingi oleh dukun ilmu putih, ia satu-satunya orang yang mampu melumpuhkan kesaktian Walisdi. Walisdi terus mencoba mengirimkan santet yang lebih kuat terus-menerus sampai kekuatannya melemah dan habis. Akhirnya ia meninggal di pelukan istri tuanya.

Alasan Walisdi menjadi dukun ilmu hitam dikarenakan kehidupannya yang menyedihkan dan suram. Keluarganya yang sudah berantakan mulai sebelum ia dilahirkan. Ayahnya meninggalkan ibunya sendirian saat sebelum Walisdi lahir, sehingga hanya adik ibunya seorang yang mempersiapkan persalinan baginya. Saat lahir ibu Walisdi meninggal tidak lama setelah melahirkan, yang menjadikan adik dari ibunya saja yang mengurus Walisdi.

Berganti musim Walisdi beranjak dewasa, ia tumbuh dengan perlakuan kasar oleh ayahnya. Pada suatu ketika Walisdi mempergoki ayahnya yang sedang bersetubuh dengan adik dari ibunya. Walisdi menatap dengan penuh amarah saat melihat ayahnya memperlakukan bibinya seperti budak. Makin lama perilaku ayahnya makin brutal kepada bibinya, itu yang membuat amarah Walisdi makin bergejolak.

Pada suatu malam yang kelam, saat Walisdi melihat bibinya disetubuhi, ia berfantasi sampai tega menggagahi bibinya yang membuat bibinya bunuh diri. Pada suatu ketika ia menyesal yang kemudian sempat melawan dan diserang balik oleh ayahnya, namun dia mencari celah dan akhirnya ia bisa membunuh ayahnya dengan memukul bagian kepalanya.

Pada suatu hari ia bangun dengan perasaan menyesal, saat mental dan emosinya tidak stabil ada sesosok yang menjelma menjadi bibinya, dengan emosi yang tidak stabil secara tidak sadar dia kembali menyetubuhi bibinya dengan hasrat yang dua kali lipat dari sebelumnya. Pada keesokan harinya Walisdi mengumpulkan dan menumpuk kayu-kayu di belakang rumahnya untuk membakar dua mayat yang tergeletak dengan posisi yang sama saat keduanya meninggal.

Setelah peristiwa itu pun Walisdi menerima perlakuan tidak enak oleh warga sekitarnya yang membuatnya memiliki rasa dendam yang tak dapat diobati. Ia mengawali karirnya menjadi kuli panggul, ia rela berbagi emper took dengan gelandangan lain. Ia bekerja di toko milik juragan keturunan Tionghoa, tiap hari dia mendapat cacian dari mandornya dan menimbulkan keinginan Walisdi untuk membantai keluarga juragannya tersebut dengan membakar habis toko milik juragannya.

Akhirnya Walisdi menjelma menjadi komplotan perompak yang dikenal bengis oleh masyarakat desa, karena ia tidak segan untuk membunuh korbannya, bahkan memperkosa korban wanitanya. Tumbuhlah bibit tabiat dari ayahnya. Terjadilah suatu ketika ia membegal sekumpulan pendatang dari luar Jawa. 

Setiap misi Walisdi tidak pernah gagal, namun lain cerita pada saat itu. Sekumpulan orang Melayu tersebut dapat memukul mundur Walisdi dan komplotannya, karena 5 orang Melayu tersebut adalah pendekar yang memiliki kesaktian. Seluruh anggotanya mati bersimbah darah menyisakan Walisdi seorang yang dipersilakan untuk melarikan diri.

Berlatar ketidakpuasan diri, membuat Walisdi memutuskan mencari ilmu hitam di sebuah kaki gunung yang sangat magis di utara Kesultanan Yogyakarta. Ia menjadi bercita-cita untuk menjai orang yang tidak terkalahkan menggunakan ilmu hitam yang kuat, saat itulah dia membuat perjanjian dengan hantu berwujud kepala api atau yang sering disebut Banaspati.

Sampul buku ini terlihat menarik dengan nuansa horor dan mistis yang dapat meningkatkan minat pembaca untuk membeli buku ini. Harganya yang relatif murah juga menjadikan buku ini banyak diminati. Alur yang bernuansa mistis dalam buku ini juga meningkatkan rasa takut dan penasaran untuk mengetahui kelanjutan ceritanya. Sayangnya, buku ini tidak memiliki daftar isi yang menyulitkan untuk mencari halaman pada bab.

Simpulannya adalah buku ini sangat bagus untuk dimiliki oleh kalian para pecinta buku dengan genre horor. Buku ini mengandung cerita-cerita yang menarik dan terasa misterius.