Kalian tau gak sih? Orang orang zaman dahulu, banyak yang menginginkan adanya kemajuan teknologi agar membuat mereka bisa berhubungan, berkomunikasi, dan menjalin silahturahmi dari jarak jauh. Sampai akhirnya, setelah era yang ditunggu-tunggu telah tiba, membuat kehidupan manusia pun juga berubah banyak. Khususnya dalam bidang sosial. Seiring dengan pengguanaan internet yang semakin meluas, bermunculan juga aplikasi seperti facebook, instagram, twitter, dan lain sebagainya.

Setiap inovasi yang muncul, pastinya memiliki dampak positif dan negatif tersendiri nih teman-teman. Contohnya seperti penggunaan internet, tergantung pada orang yang menggunakan, apabila ingin diarahkan ke arah yang positif, bisa. Apabila ingin diarahkan ke arah yang negatif pun bisa. Penggunaan internet secara positif seperti, untuk berbagi pengalaman, tempat berjualan secara daring, dan mempelajari hal-hal baru dari media daring ini. Penggunaan secara negatif seperti, melakukan penipuan atau melakukan perundungungan terhadap seseorang melalui media sosial atau yang kita tahu dengan cyber bullying.

Berbicara mengenai cyber bullying, ada 1 kutipan favorit yang saya sukai dari Kylie Jenner. "There are bullies everywhere. Those who are bullied, you are not alone. Those of you who are being bullied, the only opinion that matters is yours and never changes." yang mempunyai arti "Di mana-mana ada hal yang di bully. Mereka yang ter-bully, kalian tidak sendiri. Kalian yang di bully, satu-satunya pendapat yang penting adalah pendapatmu dan jangan pernah berubah." dari kutipan tersebut yang dapat saya ambil ialah dalam hidup pasti ada saja cemoohan, ejekan, dan perkataan kasar dari orang lain. Jadi sebaiknya diabaikan saja dan tetaplah menjadi diri kita sendiri.

Perundungan yang dilakukan melalui teknologi digital seperti media sosial juga memiliki dampak yang tidak bisa disepelekan nih. Kebanyakan dari kasus cyber bullying pasti akan membuat korban terluka dan trauma, bisa secara fisik maupun psikis. Lalu, apa aja sih dampak yang bisa kita lihat secara langsung? Dampak yang bisa dilihat secara langsung dari orang yang mengalami perundungan seperti, selalu menarik diri dari lingkungan sosialnya, mendatangkan gangguan post traumatic stress disorder atau PTSD yang apabila terjadi pada orang dewasa akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi terganggu kinerjanya, rasa depresi, hingga yang terburuk adalah bunuh diri.

Salah satu kasus perundungan yang terjadi yakni, pada media sosial twitter. Pada kasus ini, pelaku membuat sebuah grup whatsapp yang niat awalnya ditujukan untuk membahas seputar k-pop yakni jenis musik yang berasal dari Korea Selatan. Tetapi, malah berujung pada tindakan fitnah pada sejumlah orang dari kalangan yang sama yakni penggemar k-pop, salah satunya ialah Fanny (nama samaran).

Setelah mendapatkan kabar buruk terkait dirinya, Fanny memberi waktu 1x24 jam untuk pelaku meminta maaf kepada dirinya dan beberapa temannya yang ikut difitnah dalam grup tersebut. Namun, sudah lewat tenggat waktu, pelaku belum meminta maaf juga. Sehingga, ia dan beberapa temannya melayangkan somasi terhadap pelaku. Setelah siang harinya somasi dikirimkan, malamnya pelaku membuat video permintaan maaf dan diunggah di akun twitter miliknya.

Namun, kasus tidak berhenti disitu saja. Warganet yang memang mengetahui masalah tersebut atau bahkan mengenal baik Fanny dan teman-temannya pun ikut berkomentar “Minta maafnya ga serius itu mah, masa sambil nongkrong di café” begitulah ujar beberapa warganet. Setelah video permintaan maaf tersebut diunggah, Fanny dan temannya merasa cukup karena mereka butuh klarifikasi bahwa hal yang pelaku sebutkan adalah tidak benar dan meminta maaf karena sudah mencemarkan nama baik para korban. Tapi hujatan terhadap pelaku tidaklah berhenti sampai situ. Kabar terakhir yang diketahui pelaku membuat status di aplikasi whatsapp, jika ia berada dirumah sakit.

Hal ini juga menunjukkan kalau dampak perundungan itu bisa saja terjadi pada kedua pihak. Tidak menutup kemungkinan, pelaku perundungan juga mengalami dampak perundungan dari pihak lain. Warganet selalu berdalih dengan kata “tanggung jawab” karena perbuatan pelaku sendiri. Namun, hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Apabila pelaku sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada pihak korban, harusnya cukup sampai disitu dan menjadi pelajaran bagi orang lain agar tidak melakukan hal yang serupa.

Nah, maka dari itu diperlukan beberapa solusi agar tindakan perundungan di media sosial dapat kita hindari. Kita sebagai masyarakat yang memiliki akal yang sehat seharusnya dapat memilah mana hal-hal yang positif dan mana hal-hal yang negatif. 

Selain itu,  memanfaatkan media sosial sebaik mungkin juga merupakan cara kita menjauhkan diri dari tindakan tidak terpuji di media sosial. Jikalau ada hal yang memicu keributan, sebaiknya kita acuhkan saja hehe... cuek itu gapapa guys, daripada kita ikut nimbrung terus malah kebawa emosi. Nantinya malah bikin suasana tak terkendali deh. Lalu, kita juga harus bisa meyakinkan diri kita sendiri bahwasannya kita tuh udah mampu dan bisa membatasi diri dari tindakan tidak baik, terlebih lagi tindakan mengancam, mencela, dan merundung seseorang. Nah, jadilah masyarakat yang berbudi dan pandai bersosial media yaa guys!