Kelangkaan chip sedang terjadi pada tahun ini, hal ini terjadi dikarenakan banyaknya orang yang menimbun perangkat elektronik selama pandemi Covid-19 demi keuntungan pribadi. Akibatnya, perangkat elektronik semakin langka karena permintaannya yang tinggi sementara tingkat produksinya belum bisa memenuhi permintaan tersebut.

Ada beberapa faktor juga yang mempengaruhi kenapa produsen perangkat elektronik belum bisa memenuhi permintaan pasar, salah satunya karena kelangkaan chip. Tetapi sebelum lanjut mengenai kelangkaan chip, apa sih dimaksud dengan chip tersebut?

Apa itu Chip ?

Menurut Wikipedia, Chip merupakan  komponen dasar yang terdiri dari resistor, transistor dan lain-lain. Chip biasanya dipakai sebagai otak untuk perangkat elektronik. Chip sekarang digunakan di semua peralatan elektronik dan telah merevolusi dunia elektronik seperti komponen komputer, telepon seluler, televisi, dan peralatan rumah tangga digital lainnya.

Sejarah Chip

Chip pertama sendiri pertama ditemukan pada tahun 1960 oleh Robert Noyce. Dia menemukan cara untuk menghubungkan komponen IC. Ide untuk mengintegrasikan IC ke dalam satu perangkat tersebut didapat dari engineer dari Jerman yang bernama Werner Jacobi yang mengembangkan dan mematenkan penguat transistor pertama pada tahun 1949.

Selain chip pertama, chip mikroprocessor pertama sendiri ternyata sudah ada sejak 50 tahun yang lalu. Chip mikroprocessor tersebut adalah Intel 4004 yang lahir pada 15 November 1971. Pada awalnya chip Intel 4004 digunakan perusahaan Nippon Calculating Machine Corp untuk digunakan sebagai kalkulatur cetak Busicom 141-PF.

Intel 4004 sendiri disebut sebagai fondasi bagi generasi mikroprocessor. Buktinya, seiring berjalannya waktu, teknologi yang berawal dari chip Intel 4004 yang pada awalnya digunakan hanya untuk kalkulator telah berevolusi sehingga menciptakan chip yang kini dipakai di berbagai perangkat.

Kenapa Chip Dibutuhkan ?

Chip sendiri dibutuhkan di semua perangkat elektronik, dikarenakan chip digunakan sebagai otak dari perangkat elektronik tersebut. Tanpa chip, perangkat elektronik tersebut tidak akan bisa menyala. Selain itu chip juga berperan penting sebagai pengatur tegangan masuk dan keluar untuk perangkat-perangkat elektronik. Jika arus daya listrik yang masuk tidak konsisten, tentu saja itu dapat merusakan sistem elektronik.

Kenapa Chip Mengalami Kelangkaan di Tahun 2021 ?

Kelangkaan chip di tahun 2021 disebabkan oleh beberapa faktor, seperti :

Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap permintaan dan pasokan dari chipset. Karena hampir seluruh negara membuat aturan bekerja dan sekolah dari rumah, karena itu permintaan untuk perangkat elektronik jadi meningkat dengan drastis.

Bencana Alam

Terjadinya bencana alam juga mempengaruhi kelangkaan chip di tahun ini. Di tahun ini banyak perusahaan chipset yang dilanda bencana alam dan menurunkan angka produksi chipset.

Salah satunya adalah perusahaan manufaktur chipset dari Jepang yang bernama Renesas Electronic Corp. Mereka bertanggung jawab untuk membuat chipset kendaraan, sayangnya perusahaan tersebut mengalami kebakaran yang menyebabkan penurunan chipset untuk kendaraan dan menyebabkan saham Toyota, Honda, dan juga Nissan turun.

Perusahaan di Taiwan yang menjadi salah satu pabrik chipset terbesar di dunia yaitu TSMC juga mengurangi jumlah produksi chipset dikarenakan terjadinya bencana alam kekeringan. Mereka mengurangi jumlah produksi karena untuk memproduksi chipset, diperlukan sumber daya air bersih yang sangat besar.  Hal itu diperlukan karena untuk menyiram semikonduktor  harus menggunakan air yang sangat bersih untuk menghindari kontaminasi yang dapat merusak transistor.

Perusahaan yang sudah tak asing lagi namanya yaitu Intel juga mengalami bencana alam di pabrik yang ada di Texas, Amerika Serikat. Mereka mengalami badai salju yang cukup parah dan memaksa Intel untuk menunda operasional mereka.

Scalper

Selain itu, banyaknya penimbun atau biasa yang disebut sebagai scalper juga memperburuk kelangkaan chip di tahun 2021. Scalper sendiri adalah orang-orang yang menimbun barang dengan jumlah besar untuk dijual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga pasaran. Biasanya scalper mengincar barang yang banyak diminati atau dibutuhkan oleh kebanyakan orang, sehingga barang tersebut menjadi langka dan scalper dapat menjualnya kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Dampak dari Kelangkaan Chip di Tahun 2021

Banyak dampak yang terjadi karena kelangkaan chip ini, seperti :

Kelangkaan Produk Elektronik

Dampak dari kelangkaan chip ini sangat luas. Hal ini dikarenakan seluruh teknologi pasti membutuhkan chip pada produknya. Karena itu, jika chip menjadi langka akan mempengaruhi jumlah produksi pada produk elektronik.

Produsen perangkat seluler besar seperti Xiaomi juga terdampak pada kelangkaan chip ini. Wang Xiang selaku CEO dari perusahaan Xiaomi menyatakan bahwa kelangkaan chip ini memberi dampak bagi perusahaannya, seperti mempengaruhi harga produksi yang akhirnya bisa mempengaruhi harga jual produk di pasaran nantinya.

Jumlah produksi perangkat seluler Xiaomi sendiri mulai mengalami penurunan karena kelangkaan chip tersebut. Hal tersebut dikarenakan Qualcomm Inc kesulitan untuk memenuhi permintaan tersebut.

Kenaikan Harga Barang Elektronik

Dikarenakan banyaknya produk elektronik yang semakin langka dikarenakan chip yang sudah semakin langka. Karena itu, banyak produsen yang mengatasi kelangkaan chip tersebut dengan menurunkan jumlah produksi dan menaikkan harga jualnya. Selain itu, dengan banyaknya scalper tentu saja harga barang tersebut akan mengalami kenaikan yang drastis.

Aspek ini menjadi dampak paling besar yang paling dirasakan oleh hampir semua orang. Banyak orang yang gagal untuk membeli barang impiannya dikarenakan harganya yang naik drastis. Hal yang paling menonjol pada hal ini adalah VGA (Video Graphic Array) Card.

Pada saat ini harga jual VGA adalah sekitar 2-4x harga normal sebelum mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan di masa pandemi, hampir segala kegiatan dilakukan di rumah, tentu saja komputer dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Salah satu komponen komputer yang paling penting adalah VGA, fungsi utama VGA sendiri adalah untuk mengubah sinyal digital yang dihasilkan oleh komputer menjadi tampilan layar grafik pada monitor.

Terdampaknya Bidang Otomotif

Dampak dari terjadinya kelangkaan chip ini tidak hanya dialami oleh dunia elektronik, tetapi juga pada bidang otomotif. Salah satunya adalah pabrik otomotif terbesar di dunia yaitu Volkswagen.

Berdasarkan data yang diambil dari Motor Biscuit, pada tahun 2021, produksi Volkswagen mengalami penurunan akibat dari kelangkaan chip tersebut. Volkswagen mengatakan bahwa pabrik Wolfsburg hanya memproduksi sekitar 300.000 kendaraan sepanjang tahun ini. Itu merupakan angka produksi terendah sejak tahun 1958. Volkswagen sendiri pada awalnya memiliki angka produksi rata-rata 780.000 unit kendaraan per tahun selama dekade terakhir.

Kapan Kelangkaan Chip ini akan Berakhir ?

Untuk berakhirnya kelangkaan chip ini sendiri masih belum bisa ditentukan dengan pasti, tetapi untuk saat ini, banyak ahli yang berpendapat mengenai kapan berakhirnya kelangkaan chip ini, beberapa contoh orang yang berpendapat mengenai hal ini adalah :

Patrick Gelsinger

Patrick Gelsinger adalah seorang CEO dari perusahaan yang terkenal yaitu Intel dalam media TECHSPOT. Beliau memprediksi kelangkaan chip ini akan berakhir di tahun 2023. Pendapat itu disampaikan saat Patrick menyampaikan laporan pendapatan perusahaan Intel. Patrick menjelaskan kelangkaan pasokan chip tersebut dipengaruhi oleh tingkat permintaan pasar yang sangat tinggi pada produk elektronik.

Lisa Su

Lisa Su sendiri merupakan seorang CEO dari perusahaan semikonduktor saingan Intel yaitu AMD dalam media CNBC. Beliau memprediksi kelangkaan chip ini akan mulai mereda pada tahun 2022, Lisa juga memperingatkan bahwa pasokan chip di tahun 2022 akan menjadi sangat ketat. Produsen chip akan berupaya untuk memenuhi permintaan pasar yang sempat menurun akibat pandemi Covid-19.

Chuck Robbins

Selanjutnya adalah menurut CEO dari perusahaan Cisco yaitu Chuck Robbins dalam media Seeking Alpha. Sama seperti prediksi Lisa Su, Robbins memprediksi kelangkaan chip akan mereda di pertengahan tahun 2022. Robbins juga menyampaikan bahwa kelangkaan chip adalah masalah besar, dikarenakan semikonduktor dibutuhkan hampir di semua sektor industri.

Menurut saya sendiri kelangkaan chip ini akan berakhir lebih lama daripada yang dijelaskan oleh CEO Intel, AMD, dan Cisco. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 sendiri masih belum ada tanda-tanda untuk berakhir. Tentu saja hal itu sangat berpengaruh karena jika pandemi Covid-19 masih terus berlanjut, tentu saja dari peraturan bekerja dan sekolah di rumah selama pandemi  akan terus berlanjut dan permintaan produk elektronik akan tetap tinggi.

Kelangkaan chip di tahun ini merupakan sebuah masalah besar yang berdampak kepada meningkatnya harga jual produk, dan dampak ini hampir dirasakan oleh semua orang, tentu saja produsen chip saat ini sedang berjuang keras agar produksi chip dapat mengimbangi permintaan. Untuk saat ini kita hanya harus bersabar sampai produsen chip dapat memenuhi permintaan pasar agar harga produk yang menggunakan chip kembali menjadi normal.