Manajemen dalam bahasa Inggris "management" yang artinya "memanage" atau mengatur aktivitas organisasi perusahaan. Sedangkan "Sumber Daya Manusia" atau lebih dikenal (SDM) atau disebut juga seperti tenaga kerja, karyawan, pegawai dan intinya orang yang bekerja di sebuah organisasi perusahaan tertentu. Bila digabungkan menjadi MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) berarti bagaimana "mengatur dan mengelola Sumber daya manusia di organisasi perusahaan".

"Mapping" pekerjaan bagian dari kegiatan MSDM untuk memberikan pengarahan dan membuatkan perencanaan perusahaan, sehingga karyawan atau pegawai lebih terukur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawannya masing-masing sesuai dengan "jobdesk" pekerjaannya. Yang mana tugas dan tanggung jawab untuk mencapai keberhasilan perencanaan yang sudah dirancang oleh team manajemen perusahaan tersebut, terutama indikator-indikator penting dalam menciptakan daya saing perusahaan baik secara nasional maupun internasional.

"Konsep penting dalam membuat 'strategy' ", bagaimana keunggulan manajemen untuk mengelolah kebutunan operasional perusahaan atas dasar keputusan pimpinan puncak baik "president directur, directur utama", atau sejenisnya. Kemudian ditetapkan dan dijadikan tujuan bersama dengan membuat perencanaan jangka panjang, sehingga lebih mudah dicapai secara bersama-sama baik dari "operator atau frontliner, level supervisor, managers dan directur" sesuai dengan bagiannya masing-masing.

Awal dari sebuah "konsep dan strategy" tentunya membuat poin yang ada di dalam perencanaan seperti "mengidentifikasi dan peramalan" yang terjadi baik saat ini atau masa akan datang anggap saja "ambigu" yang tidak pernah di pikirkan oleh pimpinan perusahaan lain. Hal ini perlu diantisipasi dalam menghadapi fenomena-fenomena luar biasa yang berdampak keberlangsungan bisnis secara global, sehingga harus berpikir cepat dalam menanganinya serta langkah yang tepat diambil oleh pimpinan perusahaan.

Seperti contoh saat ini semua perusahaan menghadapi "wabah virus corona" ini menjadi analisa yang mendalam bagaimana menempatan karyawan karena "PPKM Darurat" mengikuti kebijakan pemerintah, bahwa peraturannya setiap karyawan diwajibkan bekerja dirumah atau work from home (Wfh) atau karyawan dirumahkan sementara bahkan sampai di pemutusan hubungan kerja (PHK). Yang pada dasarnya tidak semua perusahaan siap untuk mengatasi "situasi Covid-19" bahkan sampai dengan pengurangam karyawan dan perusahaan mengalami "gulur tikar atau tutup permanen".

Dari contoh tersebut, manajemen bisa memgambil langkah-langkah untuk membuat "perencanaan strategis" terutama dalam hal "financial atau capital perusahaan" jangka panjang. Membuat "risk management" serta mitigasi ancaman dan resiko yang akan menimpah perusahaan dengan kondisi "emergency". Kira-kira bertahan berapa tahun untuk mengelolah sumber daya manusia dan customer yang sudah bekerja sama "artinya" sebuah perusahaan tentunya memiliki customer yang mana hal itu merupakan sebagai pemberi keuntungan untuk keberlangsung bisnis dalam organisasi perusahaan tersebut.

Dalam situasi darurat kemampuan manajemen "terletak pada keuangan perusahaan" dan pimpinan puncak untuk mengelolah dengan maksimal terhadap penggunaan dana tersebut. Hal ini sebagai gambaran secara umum untuk melihat apa yang terjadi sehingga manajemen mampu membuat "mitigasi resiko" dengan situasi dan kondisi lainnya. Selanjutnya akan mengabungkan unsur-unsur yang terkait terutama yang berkontribusi dalam melaksanakan "visi dan misi organisasi perusahaan".

Kemudian "manajemen sumber daya manusia" berfungsi untuk membuat perencanaan kegiatan perusahaan, pengorganisasi sumber daya manusia dalam struktur organisasi, control dan pengawasan setiap aktivitas karyawan serta melakukan penilian dan pengawasan sebagai bahan evaluasi. Dari fungsi manajemen tersebut bisa melakukan "improvement atau perbaikan" apa yang menjadi keluhan karyawan, kejadian, kelalaian kerja, produksi barang dan jasa tidak sesuai yang diharapkan dan lain sebagainya.

Selanjutnya "implementasi atau penerapan manajemen sumber daya manusia" yang lebih rinci adalah "recruitment dan seleksi karyawan, menetapkan jadwal pelatihan dan pengembangan karyawan, orientasi kerja dan penempatan karyawan, memberikan readward dan funisment kepada karyawan, memperhatikan karir, promosi jabatan, mutasi, dan demosi karyawan, mengatur hak cuti karyawan, dan sampai dengan pemutusan hubungan kerja (PHK). Dengan istilah lain seorang manajemen perusahaan "melahirkan seorang bayi sampai dengan proses meninggal dunia".

Faktor pendukung lain untuk mencapai kesuksesan agar manajemen perusahaan untuk "meningkatkan kompetensi, keahlian, dan kemampuan karyawan" sehingga mampu bersaing baik dari pekerjaan, sikap, perilaku, dan etos kerja yang positif. Karyawan bagian dari asset perusahaan yang perlu dipelihara dan diberikan motivasi agar tetap "disiplin dan konsisten" dalam menjalankan prosedur kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Dengan demikian kegiatan dan fungsi manajemen SDM diatas perlu diberikan "pengendalian" dengan mengikuti perkembangan zaman terutama "digital teknologi" sudah seharusnya manajemen melek teknologi dengan mempermudah sistem kerja karyawan seperti absensi menggunakan teknologi, penyimpanan dokumen menggunakan sistem yang berbasis teknologi, dan kegiatan lainnya.

Tentunya hal ini sangat mendukung juga kebijakan pemerintah dengan melakukan "work form home" (WFH), karena wabah virus corona (Covid-19) masih melanda masyarakat Indonesia. Manajemem harus lebih cerdas dalam mengatur dan mengontrol karyawan yang sedang melaksanakan WFH, lebih aktif menggunakan "daring atau onlie" meningkatkan komunikasi dalam menyelesaikan pekerjaan yang sudah ditargetkan.