Kenikmatan yang paling besar dalam diri seseorang ialah dilahirkan dalam keadaan atau keluarga Islam. Memiliki keimanan di dalam dirinya bahwasannya hanya ada satu Tuhan di dunia ini yang berhak diakui, disembah, dan tidak menyekutukan-Nya, yaitu Allah SWT. Telah disebutkan dalam surat Ali-Imran ayat 19 yang artinya:

"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) diantara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabnya."

Islam disampaikan kepada manusia melalui Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah SWT dan diakhiri dengan mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna Islam. Jika ada seseorang menghadap Allah setelah Rasulullah SAW diutus dengan membawa agama selain Islam, hal itu tidak dapat diterima oleh Allah SWT. 

Sepatutnya kita bangga menjadi umat dari Nabi Muhammad SAW. Kita diberi keistimewaan oleh Allah SWT yang mana hal ini tidak ada pada umat-umat Nabi Allah terdahulu. Nabi Adam as sendiri pun iri dengan hal ini hingga Nabi Musa as  berkeinginan untuk menjadi umat Rasulullah SAW.

Kita menjadi umat terbaik berkat Rasulullah SAW yang memancarkan cahaya kemuliaan melebihi nabi-nabi dan rasul-rasul sebelumnya. Rasulullah SAW pernah bersabda:“Umatku dijadikan sebagai umat terbaik” (HR Ahmad). Berikut keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW:

Pertama, disebut sebagai umat terbaik. Allah berfirman dalam quran surat Ali-Imran ayat 110 yang artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Kedua, umat pertama yang memasuki surga. Diriwayatkan dalam hadits, Nabi Muhammad SAW  bersabda: “Kita (Nabi Muhammad SAW dan umatnya) adalah umat yang terakhir dan yang paling pertama pada hari kiamat. Kami adalah orang pertama yang masuk surga. ” Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim. 

Ketiga, umat yang tidak menyepakati perkara sesat. Dalam hadits riwayat Tirmidzi, dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT tidak mengumpulkan umatku atas kesesatan.”

Keempat, diberi maaf oleh Allah SWT dikala umat Nabi SAW dalam keadaan lupa, dsb. Allah tidak langsung menghukum umat Rasulullah SAW ketika berbuat dosa, akan tetapi Allah SWT memberi ampunan bagi mereka untuk perbuatan dosa yang disengaja maupun tidak disengaja. 

Dalam hadist riwayat Muslim dijelaskan, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT memaafkan dari umatku, apa yang terbesit di dalam hati selama sebelum diucap maupun dilakukan.”

Dijelaskan pula dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Baihaqi bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: “Dimaafkan untuk umatku akibat, tersalah (tak sengaja), lupa, dan terpaksa.”

Kelima, umat Nabi Muhammad SAW diberi pahala oleh Allah SWT dua kali lipat. Keenam, Syafaat besar Nabi Muhammad SAW untuk diberikan kepada umatnya. Disebutkan dalam hadits riwayat Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:

“Aku disuruh memilih antara setengah umatku akan dimasukkan ke surga dengan diberi syafaat, maka aku memilih syafa’at. Karena sesungguhnya syafa’at lebih mencakup dan lebih mencukupi.Bagaimana pendapat kalian, apakah ia hanya diberikan kepada orang-orang yang bertakwa saja? Tidak, akan tetapi ia diberikan juga kepada orang-orang yang berdosa dan banyak kesalahan.”

ketujuh, Umat Rasulullah SAW dapat memberikan syafaat kepada orang lain. Sekiranya ada dua sahabat yang sering meluangkan waktu bersama dan ketika di akhirat kelas salah satu dari mereka masuk surga dan ia tidak mendapati temannya ketika di dunia, ia bisa memberi syafaat kepada temannya tersebut.

Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Tuhan kami, mereka selalu berpuasa bersama kami, shalat bersama kami, dan berhaji bersama kami.” Maka dikatakan kepada mereka: “Keluarkanlah orang-orang yang kalian ketahui.” Maka bentuk-bentuk mereka hitam kelam karena terpanggang api neraka.

Kemudian mereka mengeluarkan begitu banyak orang yang telah dimakan neraka sampai pertengahan betis dan kedua lututnya. Kemudian mereka berkata: “Wahai Rabb kami, tidak tersisa lagi seorang pun yang telah engkau perintahkan kepada kami.” (HR. Muslim)

Kedelapan, masuk surga dengan muka bersinar. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dengan wajah berseri-seri karena bekas air wudhu.” Diriwayatkan oleh Bukhari.

Kesembilan, tidak mendapat siksa pada hari kiamat. Dari Abu Musa Al Asy’ari ra, Rasulullah SAW bersabda: “Umatku ini umat yang disayangi, ia tidak disiksa pada hari kiamat. Siksaannya ada di dunia berupa fitnah, gempa, dan pembunuhan.” (HR. Abu Dawud dan Al-Hakim)

Kesepuluh, akan diutus pembaharu dari umat Rasulullah SAW. Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT membangkitkan bagi umat ini dalam awal setiap seratus tahun orang yang akan memperbaharui agama mereka.” (HR. Abu Dawud)

Terdapat sepuluh keistimewaan yang dimiliki umat Nabi Muhammad SAW. Sepatutnya kita sebagai umat beliau harus bangga dengan hal tersebut. Dari sini juga dapat dilihat bahwa Allah SWT memiliki rasa kasih sayang yang sangat besar terhadap hamba-Nya.

Sebagai seorang hamba kita seharusnya melakukan apa saja yang Allah SWT perintahkan dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita dan kita harus mensyukuri akan hal itu. Dan sebagai seorang hamba tidak melupakan apa yang menjadi kewajibannya.