Singgasana kerajaan dunia telah diduduki oleh suatu benda mati yang telah berhasil menghasut banyak manusia untuk menjadi budaknya dan mampu mengatur serta membuat manusia tak bisa lepas dari benda mati tersebut. Suatu benda yang sangat dibanggakan dan akan selalu diberi perhatian lebih untuk dikembangkan agar bisa memenuhi kebutuhan hidup bagi para manusia. Segala kehidupan di dunia ini bergantung pada benda mati tersebut. Selamat datang di dunia teknologi, berawal dari tahun 1980-an dunia mengalami perkembangan yang sangat pesat, terutama dalam hal teknologi.

Tahukah kalian apa itu teknologi? Menurut KBBI, teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia, karena orang zaman sekarang inginnya serba praktis maka teknologi dapat diartikan suatu benda canggih yang dapat bermanfaat untuk kehidupan.

Kita sebagai generasi milenial sudah sangat bersahabat dengan yang namanya teknologi, kalau kita gambarkan seperti dua insan yang memiliki hubungan lebih dari teman, yang selalu pergi kemanapun bersama dan sulit untuk dipisahkan, sama halnya manusia dengan teknologi yang dari awal bangun tidur hingga tertidur lagi yang namanya teknologi selalu berada di sekitar kita, baik itu di kamar tidur, di setiap sudut ruangan rumah, kantor, fasilitas umum, dan masih banyak tempat lainnya. Dari fakta tersebut dapat kita simpulkan bahwa sebagian besar dari kita adalah seorang budak teknologi yang selalu bergantung pada teknologi.

Teknologi telah merubah tatanan kehidupan dimana dulu apabila kita ingin mencari informasi harus membaca koran atau buku yang cukup memakan waktu, namun sekarang dengan hadirnya teknologi, hanya dengan menekan satu tombol sudah dapat mengakses segala informasi yang kita butuhkan. Dengan keistimewaan teknologi seperti itu, kita terbuai dan selalu bergantung pada teknologi dalam melakukan aktivitas, baik itu mencari informasi, membeli barang, bahkan bersilaturahmi sekalipun melalui teknolgi.

Di samping manfaat yang melimpah dari teknologi, terdapat dampak buruk yang apabila kita tidak dapat meminimalisir maka kita akan terjerumus ke hal-hal buruk. Contohnya pada anak-anak dan remaja, mereka terlena akan canggihnya teknologi hingga mereka rela tidak bersekolah jika kebutuhan teknologi mereka tidak tepenuhi. Dampak lain yang ditimbulkan adalah sifat kurang simpati dan peduli terhadap lingkungan, mereka terfokus pada ponsel yang mereka gunakan hingga mengabaikan orang disekitarnya yang membutuhkan pertolongan, yang tidak kalah berbahaya adalah maraknya berita hoaks di media sosial, para budak teknologi akan menelan mentah-mentah informasi yang diperoleh dari media sosial pada alat komunikasi mereka, dampaknya yaitu akan terjadi perpecahan karena adanya perbedaan antara fakta dan isu belaka.

Kita wajib introspeksi diri, kita sebagai manusia yang berakal seharusnya mampu memperbudak teknologi bukan malah diperbudak teknologi. Seharusnya kita berkembang seiring berkembangnya teknologi, bukan malah hanya teknologinya saja yang berkembang namun manusianya tertinggal. Contoh faktanya pada saat kita menghitung angka, kita akan bergantung pada yang namanya kalkulator, kita tidak berusaha berpikir dan belajar dari internet bagaimana menghitung dengan rumus tertentu. Kalau kata orang sekarang “Kalau ada yang mudah kenapa harus yang sulit?” yah itu pertanyaan sekaligus pernyataan yang sudah mengakar di otak manusia saat ini dan membuat manusia semakin malas untuk melakukan hal lebih.

Maka dari itu, kita sebagai budak teknologi harus dapat melibatkan kinerja otak kita dalam mengoperasikan teknologi, agar apa yang kita peroleh dari canggihnya teknologi dapat bermanfaat untuk diri kita sendiri dan untuk orang lain. Apalagi di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, dimana sebagian besar penduduk dunia menggunakan teknologi untuk melakukan aktivitasnya, seperti bekerja, belajar, berkomunikasi, belanja, dan lain-lain yang semata-mata itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus. Jadilah seorang budak teknologi yang cerdas dan dapat mengembangkan teknologi itu ke arah yang positif.

Nah, agar kita tidak terjerumus menjadi bagian dari budak teknologi maka cara kita dalam menyikapi perkembangan teknologi haruslah tepat, jangan sampai salah langkah yang berakibat buruk dimasa depan. Adapun cara sederhana yang dapat dipraktikkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar hidup tetap seimbang dan berkembang dengan seiring kemajuan teknologi yaitu batasi penggunaan gadget dan perbanyak sosialisasi dan bergaul dengan orang lain secara tatap muka. 

Dengan kita berkomunikasi tatap muka akan melatih kemampuan berkomunikasi dalam segala hal karena akan melibatkan ekspresi, bahasa tubuh, intonasi suara, postur tubuh, dan lain-lain, manfaatkan teknologi untuk hal yang lebih positif, seperti mencari ilmu pengetahuan atau informasi, bukan untuk melakukan hal buruk seperti menonton video atau film yang tidak bermutu atau terlarang, dan sebagainya, tetap melakukan kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat dan terus dikembangkan dengan bantuan teknologi. Dengan begitu kita dapat merasakan hal positif yang diberikan oleh teknologi.