Umar bin Khattab merupakan seorang khalifah yang terlahir dua belas tahun setelah lahirnya Nabi Muhammad. Beliau adalah putra dari pasangan Khattab dan Khattamah. Umar berperawakan tinggi dengan badan yang tegak besar serta memiliki otot yang menonjol pada kaki dan tangannya. 

Beliau juga memiliki wajah yang  rupawan juga memiliki jenggot panjang berwarna kulit coklat kemerahan. Sejak kecil, Umar sudah memiliki kecerdasan yang luar biasa, dengan kecerdasannya tersebut ia bisa memperkirakan hal yang akan terjadi pada masa mendatang, beliau juga memiliki keahlian yaitu berdiplomasi.

Dengan keahliannya tersebut, Umar dipilih menjadi duta untuk mewakili kabilahnya pada zaman jahiliyah. Apabila ada perselisihan yang terjadi di antara para kabilah, Umar yang akan menengahi, dan mendamaikan. Hal tersebut menjadi bukti kehebatan atas kemampuan yang dimilikinya sejak kecil. 

Walaupun beliau memiliki nasab yang terhormat di keluarganya, akan tetapi pada zaman jahiliyah beliau mempunyai sifat kejam juga bengis dan gemar dengan minuman keras. Ia juga banyak memperistri wanita yang mana sebagian dari istrinya meninggal dan mempunyai anak yang banyak.

Masa pemerintahan Umar bin Khattab melalui berbagai macam ekspansi  serta penaklukan di luar wilayah semenanjung Arab. Kekuasaan imperiun Persia serta Imperium Romawi merupakan puncak keberhasilan yang diraih Umar. 

Beliau memimpin bangsa Arab, yang terdisintegrasi karena pengaruh kedua imperium yang berkuasa semenjak Nabi Muhammad dinyatakan sebagai Khatam Al-Anbiya. Wilayah yang berhasil dikuasai oleh Umar seluas 1.500.000 km2.

Daerah kawasan Islam yang terus berkembang di bawah penanganan Umar bin Khattab memicu perubahan pada beberapa bagian, terutama yang berhubungan terhadp ketatanegaraan, administrasi, keuangan dan fiskal, militer dan keamanan. 

Semasa kepemimpinannya, Umar membuat banyak kebijakan yang bisa berdampak kepada kemajuan umat Islam pada zaman itu. Ada beberapa kebijakan Umar yang sangat brilian saat dia memegang tongkat pemerintahan, diantaranya adalah.

Penyatuan Al Quran

Setelah Rasulullah meninggal, Al Quran sudah dicatat secara utuh, akan tetapi tidak terkumpul secara rapih ke dalam satu buku yang ter jilid. 

Al Quran tersebar ke beberapa media yaitu batu, pelepah kurma, dan wadah untuk tulis yang seadanya, dikarenakan pada saat itu kertas susah didapatkan, selain ditulis, Al Quran didokumentasikan dengan bagus pada dada para hafizh Al Quran.

Terjadinya pertempuran Yamamah  merupakan momen krusial saat penyatuan Al Quran. Saat pertempuran tersebut banyak hafizh Al Quran yang gugur syahid. 

Karena hal tersebut, Umar khawatir  akan orisinalitas dari Al Quran, beliau memberi masukan serta membujuk Abu Bakar agar memulai pengumpulan catatan Al Quran yang berantakan lalu menjilidnya menjadi satu. 

Awalnya Abu Bakar enggan menerima usul tersebut dengan keras. Beliau merasa hal tersebut tidak sejalan terkait ajaran yang diberikan oleh Rasulullah. Hal tersebut dilandaskan bahwa saat Nabi masih hidup dirinya tidak pernah melakukan hal tersebut. 

Umar pun terus bernegosiasi, lalu pada akhirnya Umar berhasil membuat hati Abu Bakar luluh dan kemudian meminta Zaid  bin Tsabit sebagai penulisnya.

Penentuan Hijriyah

Suatu saat, Abu Musa mengeluh karena terdapat surat tetapi tidak ada tanggal di dalamnya kepada Umar bin Khattab. Untuk menanggapi keluhan tersebut, Umar pun bermusyawarah bersama para sahabat Nabi yang lain dengan tujuan menentukan awal mula tanggal Hijriyah. 

Kalender tersebut dinakan Hijriyah karena pernah ada peristiwa Nabi berhijrah dari Mekkah menuju Madinah pada tahun 622M.

Keuangan Negara dan Perekonomian

Swadaya dari Baitul mal serta pencatatan keuangan negara, pada hal ini Baitul merupakan kas negara yang mencukupi kebutuhan rakyat pada masa itu. Baitul mal adalah akar dari badan keuangan yaitu bank. 

Praktiknya yaitu mendapatkan serta membagikan harta kepada orang yang berhak. Kebijakan swadaya badan keuangan ini dalam Islam pertama diterapkan oleh Umar bin Khattab.

Selama kepemimpinan Umar, dalam berbagai aspek kegiatan ekonomi ia selalu mengutamakan maslahah, yaitu agar tercapai, beliau selalu menekankan maslahah serta bukan hanya kepuasan semata, oleh karena itu maslahah dapat mencapai tujuannya yaitu ibadah yang disebut fallah. 

Selain Baitul mal, ada beberapa kebijakan ekonomi lain yang diciptakan atau disempurnakan oleh Umar, yaitu zakat. Umar juga mengatur zakat agar lebih teratur. 

Dalam Islam pengertian zakat merupakan harta dalam jumlah tertentu yang diberikan pada yang memiliki hak untuk mendapatkannya, tentunya ada syaratnya. Zakat adalah salah satu rukun Islam yang hukumnya fardu ain pada tiap orang.

Selain itu ada Kharaj, yaitu penanganan pajak yang sudah ditentukan dengan sistematis dan terstruktur. Umar mengatur sistem kharaj dengan membuat diwan al-kharaj. Umar juga mengatur harta rampasan yang didapat umat Islam dari perang yang bernama Ghanimah. Lalu ada Jizyah dan Uyshur yang merupakan sistem perpajakan.

Jisyah merupakan pajak yang dibayar per tahun dan orang kafir wajib membayarnya, selain itu orang yang telah merdeka dan juga budak yang tertinggal di dalam wilayah teritori pemerintahan Islam. Jizyah bisa juga dikatakan sebagai upeti. 

Lalu usyur adalah bea cukai jika berdasarkan istilah sekarang. Usyur adalah pajak atas barang dagang yang dibawa masuk ke wilayah Islam ataupun berasal dari wilayah Islam sendiri. 

Penghasilan yang sudah dijabarkan di atas pada masa pemerintahan Umar bin Khattab dipergunakan untuk membayarkan uang pensiun, dana bansos serta digunakan juga untuk menyuntik biaya operasional dalam sektor administrasi, militer dll.