Jangan heran jika jagat berita media online sedang dipenuhi oleh foto Coki Pardede. Kasusnya menarik perhatian banyak orang, sampai mampu menutupi perhatian masyarakat terhadap kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh KPI. Sepertinya seorang humoris gelap asal Medan ini cukup memiliki pamor di masyarakat.

Penangkapannya oleh polisi Tangerang langsung mendapat sorotan dari berbagai media berita, segala hal mengenai perkembangan kasusnya tidak butuh waktu lama untuk bertengger di berita utama nasional maupun lokal. Sungguh ciri khas seorang artis, yaitu tidak hanya kontennya saja yang dilirik masyarakat, kasusnya pun tidak luput dari perhatian mereka.

Ironisnya, Coki yang biasanya menyerang orang lain melalui dark jokesnya, karena kasus ini justru dia yang diserang dan dijadikan bahan dark jokes mereka. Seperti ungkapan “kirain cuma ngedark, ternyata juga ngedrug” yang ditampilkan oleh akun twitter @sosmedkeras

Seorang penghibur yang membuat banyak orang tertawa dengan humor gelapnya, kini justru dijadikan bahan humoran oleh penggemarnya. Dalam hal ini, sepertinya ada dampak khusus penggunaan narkotika pada komika, yakni selain menyebabkan kecanduan, narkoba juga bisa menyebabkan senjata makan tuan dan mendadak membuat komika jadi pendiam.

Hal ini terlihat pada Coki, selain membuat jiwa humoris seorang komika gelap seperti Coki menjadi serius tanpa humor sama sekali saat ditangkap polisi, Coki juga menjadi bahan sasaran dark jokes yang biasa ia lontarkan pada mereka.

Dark jokesnya memang bagi kebanyakan orang sangat menghibur, bahkan membuat mereka tertawa lepas. Dark jokes seperti menjadi babak baru dalam dunia komika. Alasannya sederhana, hal-hal yang orang lain tidak berani membahasnya, justru malah dijadikan bahasan humor yang menghibur orang lain. Istilah tabu yang melekat pada hal-hal tertentu nampaknya bisa dengan mudah dimodifikasi menjadi hal yang lucu oleh komika.

Coki memang seorang komika sejati, setidaknya ada dua alasan untuk membuktikan hal tersebut. Pertama, Coki sangat menjiwai perannya dalam dunia humor gelap, bahkan ia sampai menerapkan kegelapan itu dalam kehidupannya. Seorang yang anti sosial, memiliki masalah dengan kelainan seksual, sampai menggunakan narkotika sudah menunjukkan bahwa dia memang menjiwai kegelapan dengan sempurna.

Kedua, Cara ia memerangi narkoba melambangkan jiwa humoris yang sangat kuat dari seorang Coki. Ia tidak hanya memerangi narkoba, tapi ia juga “melecehkan” narkoba tersebut. Coki sampai rela mengorbankan duburnya untuk dijadikan “jalan masuk” narkoba agar dapat melecehkannya.

Caranya menggunakan narkoba ini sangat menggambarkan jiwa humor yang tinggi darinya dan juga memotivasi netizen untuk menyematkan istilah drug jokes padanya. Tentu hal kreatif seperti ini belum sampai pada pikiran-pikiran orang biasa seperti kita.

Tidak heran ketika ada berita atau penelitian yang mengklaim bahwa orang dengan dark jokes memiliki tingkat inteligensi yang tinggi. Bahkan saking tingginya, terkadang sampai membobol tarup etika dan norma masyarakat. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki kekuatan mental yang tangguh, bahkan saking tangguhnya, terkadang membuat orang lain kena mental.

Dark jokes memang tidak ada yang putih, karena yang putih hanyalah susu bendera. Sebab, semangat awal yang diusung dark joke sesungguhnya bukan untuk mengejek etika dan norma yang mapan, melainkan berusaha memberi kesadaran bahwa hal-hal tabu dan sensitif pun juga bisa kita gembirai bersama. 

Selain itu, mereka yang mengusung aliran humor dark joke pada titik tertentu juga menjadi antithesis dari orang-orang yang terlalu kaku oleh etika dan norma di kehidupan mainstream.

Polisi mengabarkan bahwa Coki tidak perlu tes psikologis karena ia bersikap kooperatif. Nampaknya memang dalam hal ini BNN tidak salah, edukasi yang mereka koar-koarkan mengenai bahaya narkotika sudah sampai pada telinga orang-orang yang mengkonsumsinya seperti Coki. Meskipun demikian, sebenarnya tidak ada yang salah dengan Coki, karena yang salah itu dia ketahuan oleh polisi.

Tapi nampaknya dalam kasus ini pihak Coki maupun pihak MLI tidak begitu dirugikan, karena dengan kejadian ini, Coki bisa mendapatkan penanganan yang tepat dari ahlinya. Lebih jauh lagi, Coki juga akan mendapat kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Justru di balik kasus ini, ada pihak yang diuntungkan, yaitu tetangganya.

Banyak pihak yang berharap agar kasus yang menimpa Coki ini menjadi pelajaran bagi orang lain, khususnya para komika agar tidak bermain-main dengan narkoba. Sebab jenis mainan ini sangat berbahaya, bahkan sampai membuat orang ngefly saat menggunakannya. Apalagi kalau yang menggunakan narkoba ini adalah orang miskin, tidak hanya orangnya yang ngefly, tapi semua hartanya juga ikutan ngefly.

Pihak-pihak komika maupun pihak lain berharap agar Coki bisa menjadikan kejadian yang menimpanya ini sebagai bahan pelajaran untuk ke depannya. Tentunya bukan pelajaran materi hiburan, tapi pelajaran bagi kehidupan Coki ke depannya. Harapannya Coki tidak lagi terlalu serius menerapkan kegelapan dunia humor pada kehidupannya dan tidak mengulangi kreatifitasnya yang berlebihan dalam memerangi narkoba. Hal terbaik untuk Coki.