Taukah kamu bahwa adab di zaman yang modern ini sudah jarang diterapkan? Generasi Z menjadi salah satu generasi yang berpotensi mengalami pelemahan terhadap sebuah adab.

Generasi Z merupakan generasi peralihan dari generasi milenial dengan teknologi yang semakin berkembang. Menurut para psikolog generasi Z memiliki karakter yang unik, lebih ekspresif, lebih percaya diri, tingkat kecerdasan bertambah, dan bersifat terbuka.

Lantas apa ciri khas dari generasi Z yang berpotensi melemahkan adab?

Pertama, para generazi Z lebih aktif dalam berkomunikasi di dunia maya. Mereka cenderung kurang dalam hal bersosialisasi.

Sosialisasi merupakan sarana yang tepat dalam pembentukan karakter. Sosialisasi memberikan pengaruh mulai dari bagaimana bersikap terhadap orang yang lebih tua, bagaimana sikap yang baik dalam bertamu, dan sikap sosialisasi lainnya yang sesuai dengan adab masyarakat.

Kedua, selalu ingin memberikan komentar terhadap isu yang sedang hangat dibicarakan tanpa memperhatikan isi dari komenan tersebut. Terkadang hanya dengan melihat berita tanpa memahami isinya para generasi Z sudah lebih dulu menyimpulkan dan berkomentar pedas.

Sudah bukan hal tabu lagi bahwa netizen Indonesia baru baru ini mendapat predikat sebagai pengguna internet paling tidak sopan se-Asia Tenggara berdasarkan laporan Digital Civility Index (DCI). Hal tersebut menjadi salah satu dampak kemerosotan adab.

Ketiga, cenderung sulit mengontrol emosi dan sering berkata kasar. Bebas berekspresi sering kali disalahartikan bagi para generasi Z. Perkataan kasar dan kurang sopan menjadi hal lumrah dalam sebuah pergaulan.

Pergaulan sangat mempengaruhi karakter seseorang tak terkecuali para generasi Z. Generasi Z kebanyakan adalah seorang remaja yang mengalami masa transisi. Masa yang masih semu dan masih mencari jati diri.

Keempat, mudah terpengaruh terhadap isu yang belum jelas kebenarannya. Para generasi Z cenderung percaya dengan berita yang viral tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Pernah pada masanya pembuatan Justice for Audry yang gencar dipromosikan padahal berita tersebut tidak benar adanya. Generasi Z memang cenderung mendukung keadilan akan tetapi kasus belum didalami justice sudah terpublikasi hingga banyak yang menandatanagi petisi.

Pada umumnya generasi Z memiliki kecerdasan yang lebih dari pada generasi sebelumnya. Ditunjang dengan teknologi yang mempermudah proses belajar. Semakin maju teknologi malah makin membuat malas para generasi Z.

Mengeluh menjadi keseharian yang sering dibagi lewat media sosial. Mengeluh memang bukan indikator kemerosotan adab, namun bahasa yang diketik terkadang suka seenaknya. Adab tidak hanya dalam bentuk ucapan, sikap, dan perbuatan tetapi juga dalam hal ketikan.

Sudahkah kita sebagai generasi Z menjunjung adab dalam keseharian?

Kecerdasan tanpa adab bagaikan mengisi air dalam ember bocor. Ilmu bertambah namun tidak memiliki arti. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar adab terus tertanam.

Pertama, belajarlah ilmu agama sebaik-baiknya. Menurut penuturan Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry jika suatu negeri ingin meraih kemajuan maka gunakanlah akal dan budi pekerti.

Kedua, kendalikan diri atau mengontrol emosi. Mengendalikan emosi bukankah suatu yang sulit jika kita memiliki kemauan. Menarik nafas dan menghembuskan nafas secara teratur ketika amarah memuncak perlu dilakukan. Tenangkan pikiran dengan memikirkan hal positif.

Ketiga, berhenti berkomentar pedas tentang isu yang sedang viral. Tentukan porsi penggunaan media sosial yang tepat. Terlalu sering berselancar di media sosial juga tidak baik apalagi hanya untuk hal kurang berfaedah.

Keempat, jaga ucapan ketika di depan umum ataupun ketikan di media sosial. Jika sekiranya diam itu bijak, maka lakukanlah! Terkadang pembicaraan yang berlebihan sering menimbulkan kata-kata kurang sopan yang tidak berkenan di hati orang lain.

Kelima, jangan mudah percaya dengan isu yang berbau simpati. Jangan mudah percaya terhadap berita viral di media sosial. Simpati yang berlebih juga tidak baik, jika simpati yang diberikan dibayar dengan kebohongan maka kata-kata cacian dan makianlah yang akan ditimbulkan.

Adab yang baik perlu dibangun di berbagai kalangan. Generasi Z perlu menjadi pelopor mengenai pentingnya adab di zaman ini.

Generasi Z memiliki pengaruh yang baik terhadap atmosfer dunia media sosial yang sudah tidak baik. Peran apa yang disandang para generasi Z dalam mempelopori pentingnya adab?

Peran sebagai Agent of change

Agent of change, bermakna sebagai pembawa perubahan dan dimaknai dalam kategori yang baik. Generasi Z memiliki pengaruh nyata terutama para influencer yang mampu mempengaruhi para pengikut di media sosialnya.

Bersama-sama kita sebagai generasi Z wajib untuk menyebarkan pentingnya adab baik dalam bersikap, bertutur kata, berperilaku, bahkan berkomentar di media sosial agar tercipta atmosfer kehidupan yang indah.

Orang cerdas itu selalu menerapkan ilmu padi, semakin berisi maka semakin menunduk. Sama halnya manusia berilmu dan berbudi pekerti yang baik. Semakin berilmu maka adab akan selalu dijunjung tinggi.