Menjadi seorang perempuan tidak akan terlepas dari keinginan mempercantik diri. Mulai dari memakai make up, perawatan di klinik kecantikan, dan rutin menggunakan rangkaian skincare. Berbicara mengenai kecantikan, terlebih di zaman sekarang, faktanya semakin cantik seorang perempuan maka ia akan semakin dihargai.

Sebenarnya, parameter kecantikan perempuan itu dilihat dari apa saja?. Bukankah tidak adil jika hanya fisik dan rupa yang menjadi tolak ukur kecantikan seorang perempuan?. 

Sebenarnya, Tuhan telah menciptakan hamba-Nya dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setiap perempuan itu cantik, yang tidak adil hanyalah penilaian manusia. Kecantikan seorang perempuan bukan hanya terukur dari seberapa cantik parasnya, tetapi juga pada akhlak dan rasa malu yang ia miliki. 

Perempuan yang cantik sudah banyak, tetapi perempuan yang memiliki rasa malu dan akhlak mulia di zaman sekarang masih sedikit. Faktanya, perempuan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mempercantik diri agar mendapat tempat dan penghargaan di mata manusia lain.

Bahkan, banyak perempuan yang berlomba-lomba memperbaiki wajah dengan sulam alis, sulam bibir, tanam bulu mata, bahkan operasi plastik. Padahal, jelas bahwa di agama Islam, mengubah apa yang sudah Allah berikan adalah perbuatan haram dan dosa. Cantik itu tidak hanya dilihat dari fisik dan rupa, tetapi juga dilihat dari akhlak.

Pada zaman sekarang, sudah banyak perempuan yang bisa dikatakan kehilangan rasa malu. Melakukan apa saja yang sudah jelas diharamkan hanya untuk mendapatkan pengakuan cantik dari orang lain. Memilih berpacaran kemudian mendekati zina yang pada akhirnya banyak dari mereka kehilangan harga dirinya.

Perempuan itu mulia dan sudah sepantasnya menjaga kehormatan dirinya. Perempuan cantik dalam pandangan saya, adalah mereka yang dapat menjaga kemuliaannya. Salah satu cara menjaga kemuliaan seorang perempuan adalah dengan rasa malu.

Rasa malu bagi seorang perempuan adalah mahkota keimanan. Tidak perlu berlomba-lomba memperbaiki paras, cukup perbaiki akhlak maka Allah sendiri yang akan mempercantik diri dengan keindahan akhlaknya.

Berbicara mengenai kecantikan, saya pernah bertanya kepada teman laki-laki saya. Saya bertanya kepada dia, kurang lebih isinya seperti ini :

“Menurut kamu perempuan yang cantik itu yang seperti apa?”.

Kemudian dia menjawab :

“Perempuan yang cantik menurut saya, adalah perempuan yang mampu menjaga kehormatan diri, dia selalu dihiasi dengan akhlak dan kebaikan hatinya. Setiap perempuan itu sejatinya cantik, tetapi jika rasa malu dan attitude-nya buruk maka kecantikan rupa-nya pun akan ikut hilang”. 

Saya lalu bertanya kembali :

“Lebih mengutamakan penampilan atau akhlak?”. 

Dia kemudian menjawab :

“Setiap laki-laki dalam memandang perempuan pasti dari penampilannya terlebih dahulu. Namun, jika itu sebuah pilihan, maka saya lebih memilih akhlaknya. Ketika nanti saya menikah, maka perempuan akan menjadi seorang istri. Perempuan yang berakhlak baik tahu bagaimana menghormati suaminya. Jika perempuan yang saya nikahi tidak memiliki akhlak dan nilai agama yang baik, maka dengan kedudukannya saya bisa saja lebih rendah dari dia.”

Mengetahui jawabannya, saya sedikit terkejut. Ternyata, masih ada laki-laki yang memandang perempuan bukan hanya dari cantik luarnya, tetapi juga dari akhlak dan attitude-nya. Cantiknya perempuan tidak akan cukup jika tidak diiringi dengan kecantikan akhlak. 

Ketika laki-laki menikah dengan perempuan, dia tidak hanya hidup bersama dengan kecantikannya tetapi pada akhlak dan budi pekertinya. Kecantikan rupa akan luntur seiring dengan bertambahnya usia, tetapi kecantikan hati tidak akan hilang termakan waktu.

Ketika sudah menikah, perempuan akan menjadi ibu bagi anak-anaknya. Dengan akhlak yang baik, maka ia dapat mendidik anak-anaknya berakhlak baik sepertinya. Bukankah terdengar indah, ketika anak laki-lakinya sudah dewasa, dia berkata bahwa perempuan idamannya adalah perempuan  yang seperti ibunya.

Kehidupan tidak hanya difokuskan untuk mempercantik diri tetapi juga akhlak. Sebuah kutipan dari Al Habib Ali Zaenal Abidin Al Jufri :

"Akhlakmu akan membuat hati orang lain tertarik, sekalipun ia belum pernah mengenalmu, jadilah orang yang memiliki keindahan akhlak maka hati orang lain akan terpikat"

Tidak perlu berlomba-lomba mempercantik diri, karena sejatinya setiap perempuan cantik di mata lelaki yang tepat. Standar kecantikan di mata manusia tidak akan pernah adil. Semakin mencoba menggapai standar tersebut, diri sendiri akan lupa pada standar kecantikan perempuan yang hakiki.

Akhlak dan rasa malu adalah parameter kecantikan perempuan yang hakiki. Tidak perlu khawatir juga dengan penilaian manusia. Tujuan hidup bukan untuk mendapat penilaian baik di mata manusia. Namun, hidup adalah untuk memperbaiki diri dan melakukan kebaikan sesuai dengan perintah Tuhan.

Mengejar dunia hanya akan menjadikan seorang lelah. Bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan, sekalipun di mata manusia masih terlihat banyak kurangnya. Bahagia adalah ketika seseorang bisa bersyukur. Semua perempuan adalah cantik, tidak ada dari mereka yang terlahir tidak cantik.