Apakah kalian pernah dengar mengenai Tabot?. Pasti sebagian besar dari kalian masih banyak yang belum mengetahui mengenai tradisi atau kebudayaan ini bukan ?.

Tabot adalah suatu upacara yang dilakukan atau dilaksanakan pada hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram dengan tujuan untuk memperingati kematian cucu Nabi Muhammad SAW yaitu Husein.

Tabot merupakan salah satu kebudayaan yang berasal dari Bengkulu. Tradisi ini sudah berlangsung begitu lama dari berabad-abad tahun yang lalu, dan tradisi atau kebudayaan ini merupakan salah satu kebudayaan yang paling populer.

Kebudayaan ini sangat populer dari berbagai kalangan mulai dari muda hingga tua, karena tradisi ini merupakan salah satu tradisi yang menjadi sebuah ciri khas dari Bengkulu itu sendiri.

Adat istiadat ini mempunyai banyak serangkaian acara, dimulai dari pasar malam hingga pembuangan Tabot. Remaja di sana banyak sekali menggemari adat istiadat ini.

Anak muda di Bengkulu sangat menikmati tradisi ini dikarenakan mereka dapat melihat berbagai macam bentuk dari kerajinan tangan serta makanan dan minuman yang dijual pada pasar malam Tabot itu sendiri.

Keragaman dari serangkaian kebudayaan Tabot itu sendiri adalah mulai dari pengambilan tanah hingga pembuangan. Serangkaian dari acara ini tidak dapat di tinggalkan

Pasar malam Tabot dilaksanakan pada 10 hari, dimulai dari 1 Muharram hingga 10 Muharram, di mana pada tanggal 10 Muharram ini tabot akan dibuang ke Karabela ( tempat pembuangan tabot ).

Tabot sendiri mempunyai suatu kumpulan yang biasanya dipanggil dengan sebutan KKT Tabot (Keluarga Kerukunan Tabot). KKT ini yang akan mengatur serta mengadakan dari festival tabot itu sendiri.

Pada tahun 2020 kemarin Tabot diadakan, akan tetapi Tabot yang dilakukan pada tahun tersebut hanya sebatas upacara saja tanpa adanya festival atau pasar malam yang biasanya ada pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun 2020 dan 2021 merupakan tahun di mana Tabot berasa biasa saja tanpa adanya euphoria, pasalnya masyarakat pada umumnya tidak dapat merasakan keramaian yang biasanya dirasakan pada tahun-tahun sebelumnya yang biasanya mereka rasakan.

Pedagang yang biasanya berjualan di pasar malam tabot juga tidak dapat berjualan dikarenakan dilarang oleh pemerintah karena adalah wabah Covid-19.

Padahal tradisi Tabot sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, karena mereka dapat menikmati berbagai vibes. Namun, pada tahun itu mereka tidak dapat merasakannya. 

Serangkaian Tabot juga terdapat suatu festival seperti lomba, tarian tabot, dan musik. Sanggar atau tempat pelatihan budaya biasanya bertanding menampilkan tarian kebudayaan yang paling bagus.

Selain itu, mereka juga berlomba dalam memperebutkan musik dol yang terbaik. Dol merupakan salah satu alat musik yang dibawa oleh bangsa Belanda ketika mereka menjajah Indonesia tepatnya di Bengkulu dan menjadi salah satu musik tradisional di sana.

Musik dol juga menjadi ciri khas dari tradisi Tabot, karena musik dol biasanya dijadikan pengiring dalam pembuangan Tabot dan menjadi pengiring dalam menampilkan telong-telong. 

Telong-telong merupakan suatu karya dari kerajinan yang biasanya dibuat dari kertas minyak dan kerangkanya yang dibuat dari bambu. Bentuk telong-telongnya menyerupai hewan seperti : Kuda, Ikan, Singa, dan masih banyak lagi.

Pada pelaksanaan Tabot setiap malamnya memiliki serangkaian acara berbeda. Sebab, serangkaian dari tradisi ini lumayan banyak dan ini yang membuat tradisi Tabot menjadi salah satu tradisi yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat setempat hingga mendatangkan para pengunjung dari daerah lain.

Pengunjung di sini dapat menikmati berbagai suguhan pertunjukan hingga berbagai macam permainan yang dapat dimainkan bersama teman hingga keluarga.

Tradisi Tabot offline terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2019, merupakan perayaan tabot secara offline terakhir yang diadakan sebelum adanya virus Covid-19 di Bengkulu.

Perayaan offline pada tahun 2019 yang lalu merupakan suatu kenangan yang sulit dilupakan, pasalnya pada tahun itu terakhir kali dapat merasakan perayaan atau festival terbesar yang ada di Bengkulu.

Tabot juga dapat mengundang berbagai pendatang yang dapat meningkatkan pendapatan daerah serta dengan adanya Tabot membuat Bengkulu lebih menjadi terkenal lagi dengan adanya ciri khas dari Tabot itu sendiri.

Selain itu, perayaan Tabot juga dapat menjadi sarana refreshing untuk orang yang merasakan bosan atau jenuh ketika mereka hanya melakukan pekerjaan yang banyak di rumah maupun sekolah.

Perayaan Tabot pada tahun 2022 akan diakan secara offline yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Juli hingga 9 Agustus mendatang. Masyarakat Bengkulu pasti sangat menunggu perayaan ini setelah sekian lama yang hanya dilaksanakan upacaranya saja tanpa adanya festival.

Dengan adanya Tabot secara offline pada tahun ini diharapkan budaya ini bisa terus berkembang dan dikenal oleh masyarakat Indonesia lebih luas lagi dan budaya ini diharapkan dapat terkenal ke mancanegara.

Anak muda di Bengkulu mempunyai potensi yang sangat baik untuk dapat melestarikan serta mengenalkan kebudayaan ini ke mancanegara, peran mereka sangat diperlukan untuk mengenalkan serta melestarikan dari adat istiadat ini.