Kebodohan dan Kemiskinan adalah dua saudara kembar yang akan menggerogoti organ kehidupan seperti kanker yang merusak organ tubuh kita.

Jikalau kita berjumpa dengan orang-orang yang bodoh, jika kita berjumpa dengan orang-orang yang miskin, maka kita tau bahwa Kebodohan dan Kemiskinan itu adalah sebab utama penderitaan yang berkepanjangan.

Seseorang berkata karena sini kepada orang Kaya...

"Kalau engkau kaya maka engkau akan masuk ke dalam surga 500 tahun setelah orang-orang miskin seperti kami"

"Kenapa?"

"Karena engkau harus mendapatkan pertanyaan lebih dari apa yang kami dapati"

"Orang kaya mendapatkan dua pertanyaan, darimana harta kau dapatkan dan kemana engkau belanjakan"

Si Miskin berpikir...

"Karena aku tidak memilki apa-apa, maka Tuhan tidak akan mempertanyakan seperti yang dilakukan oleh-Nya kepadamu, itu alasannya kami masuk terlebih dahulu"

Teman-teman semua...

Saya tidak pernah melihat di dalam firman Tuhan jadilah engkau orang yang miskin dan saya tidak pernah melihat anjuran Rasul agar engkau menjadi orang-orang yang miskin dan fakir, tapi justru Rasul mengakatan...

"Sayangilah fakir miskin, sayangilah anak-anak yatim, dan sayangilah para janda"

"Kenapa?"

"Jikalau tidak ada kasih sayang darimu, maka semua itu akan masuk neraka"

"Kenapa bisa masuk neraka Ya Rasul?"

"Dikarenakan mereka sudah tidak bisa lagi untuk menyandarkan mimpinya, sehingga dia harus dibantu olehmu agar dia bisa membantu dirinya sendiri"

Di dalam sebuah pesan-pesan Rasul disebutkan

''Kaadzal faqru an yaquuna kufron"

Artinya...

Orang fakir dengan kekufuran ibarat tetangga bersebelahan yang hanya disekat oleh satu dinding.

Miskin Fakir bisa menuju pada kafir, sekatnya lebih tipis...

Sehingga disaat dia nanti mati... Benarkah Tuhan tidak lagi menanyakan seperti yang dilakukan Tuhan pada orang-orang Kaya.

Dua pertanyaan bagi orang Kaya...

Si Miskin apanya lagi yang mau ditanyakan?

Maka saya akan memberikan kepada teman-teman semua sebuah gambaran...

Bahwa betapa Tuhan akan segera mencecar akan segera terus memburu hamba-hamba-Nya yang miskin dengan puluhan bahkan ratusan pertanyaan.

Apa alasan Tuhan menanyakan, bukankah kami miskin???

Tuhan akan berkata...

"Kau lihat setiap kelahiran, bukankah telah Aku berikan modal yang sama : Pikiran, Hati, Ucapan, dan Potensi untuk bertindak"

"Yang satu menggunakan manfaat-manfaat sehingga dia menjadi orang yang Sukses walaupun tidak lepas dari sebuah pertanggung jawaban dan harus segera dipertanyakan dari mana hasilnya dan kemana dia salurkan"

"Tapi akan jauh lebih baik lagi... Disaat Aku melihat hamba-Ku mendapatkan bekal yang sama, bisa berucap dengan lisan yang sama, bisa bertindak dengan organ tubuh yang sama tetapi hasilnya berbeda. Maka siapakah diantara hamba-Ku yang menghina anugrah-anugrah-Ku"

"Siapa yang sebenarnya dari hamba ini yang tidak mensyukuri pemberian-Ku"

"Diberi tidak digunakan, diberi tidak dikembangkan, diberi tidak diambil manfaat sebagaimana mestinya"

Kemudian dia berkata wahai Tuhan aku miskinn kemudian engkau persalahkan, masih banyak lagi kesalahan yang akan engkau munculkan akibat dari kemiskinan yang engkau perbuat.

Jikalau saja... Tatkala agama ini meminta acara ritual tanpa keuangan.

Misal aja... Di dalam agama Islam ada Rukun Islam,

Syahadat, syahadat tidak perlu dengan uang.

Sholat, sholat pun tidak perlu uang.

Berpuasa, berpuasa pun tidak perlu uang.

Maka mungkin orang-orang miskin bisa melakukan pembacaan Syahadat, Sholat, dan Puasa. 

Tapi disaat Tuhan berkata Kerjakan Zakat dan Tunaikan Haji, Zakat itu berkaitan dengan uang dan dia tidak bisa mengeluarkan zakat tapi dia menerima zakat selamanya.

dan Tuhan berkata...

"Jika engkau mencintai Aku, janganlah engkau berharap berjumpa dengan Aku sebelum engkau datangin rumah-Ku Baitullah"

dia berkata, aku tidak punya uang Tuhan

"Sebegitunyakah engkau mengatakan cinta kepada Tuhanmu sementara engkau jenguk dan sebegitu lemah kah engkau sementara Aku bentangkang karunia yang siang hari dan malam harinya hampir tidak ada kata tutup"

"Kasih sayang-Ku senantiasa Aku terbarkan... Engkau terjaga ataupun tidur Rahmat dan Kasih-Ku selalu menyertaimu tapi kenapa Kemiskinan terus membelenggumu"

"Aku tidak menyukai Kemiskinan karena Aku tidak perna mengaku kepada Malaikat-Ku Aku lah Tuhan yang Miskin, tapi Aku lah Tuhan yang Kaya Raya dan menyukai hamba-Ku yang Kaya Raya"

"Aku adalah Tuhan yang pemurah dan pemberi"

"Aku tidak pernah mau menerima maka Aku suka kepada hamba-Ku yang selalu senang memberi dan tidak lagi harap kembali, ia telah mencerminkan sifat-sifat-Ku, dia kuat tidak lemah, Aku beri dia kekuatan dan dia mengambil sifat-Ku menjadi kuat dan dia kemudian dikenang menjadi kekal dalam ikatan sama seperti Aku dikenang dan dikekalkan dalam ingatan"

Maka kesuksesan yang mengarahkan kita pada kekayaan adalah merupakan anjuran Tuhan dan teman-teman terhindar dari kemiskinan yang Tuhan sendiri pun tidak menyukainya.

Jika kita miskin... Maka artinya kita menjadi beban di muka bumi.

Kemudian anak kita menjadi miskin ter-duplikasi karena pola mimpi dan pola pikir menetukan pola bertindak yang sama. Orang tua miskin, anak miskin, cucu miskin, maka menjadi lah mata rantai yang membebani seluruh manusia.

Salah satu solusinya adalah bagaimana kita mengangkat kembali impian-impian mereka menjadi tinggi dan kemudian mereka mau bertindak... SeKokoh, SeTangguh tindakan kita di dalam proses menuju IMPIAN.

Berangkat dari Kebodohan, Terciptalah Kemiskinan.

Kebodohan harus kita hindari dengan cara terus mau belajar dan IMPIAN terus dikembangkan karena kita tahu Tuhan sesembahan tanpa batas.