Eksistensi Laut

Laut merupakan sumber kehidupan bagi setiap makhluk hidup yang tinggal di Bumi. Keberadaan laut sangat penting karena memiliki kontribusi yang besar untuk menghasilkan setengah dari oksigen yang kita hirup, menyerap sekitar 95% radiasi matahari dan menjadi penyerap karbon terbesar di dunia. 

Mengingat ukuran laut yang besar dan dikelilingi oleh daratan, laut menampung sebagian besar keanekaragaman hayati di dalamnya. Namun, terlepas dari ukuran dan dampaknya terhadap kehidupan setiap organisme di Bumi, keseluruhan isi lautan masih menjadi misteri. 

Menurut Layanan Laut Nasional (National Ocean Service/NOS), hanya 5% lautan di Bumi yang telah dieksplorasi dan dipetakan – terutama lautan di bawah permukaan. Artinya, 95% isi dari lautan belum ditemukan dan tidak terlihat oleh manusia. Maka dari itu, tidak heran jika ada beberapa makhluk hidup aneh di laut yang terekam kamera tetapi tidak pernah dilihat oleh mayoritas manusia. 

Manusia dan Laut

Hubungan antara manusia dan laut telah terjadi sejak zaman prasejarah di mana manusia telah menjelajahi laut dengan menggunakan rakit, perahu lesung, perahu alang-alang, dan kano dari kulit pohon. Laut memiliki pemaknaan yang sangat penting bagi kehidupan manusia sejak lama seperti sebagai sumber makanan, jalur transportasi, dan sebagai tempat wisata. 

Sudah tidak menjadi rahasia lagi bahwa laut menyimpan banyak sekali keanekaragaman hayati di dalamnya. Berbagai macam hewan laut dapat dimanfaatkan untuk menjadi sumber makanan bagi manusia. Banyak masyarakat pesisir yang menggantungkan kehidupan mereka dengan memancing untuk dijual kembali, sehingga masyarakat luas dapat memakan hewan laut hasil dari pemancingan tersebut. 

Laut sebagai jalur transportasi diartikan sebagai sarana untuk mencapai ke suatu wilayah. Hal tersebut dikarenakan laut menjadi suatu penghubung antara wilayah satu dengan wilayah lainnya. Selain itu, banyak pula kapal perdagangan yang mengangkut barang menyebrang melalui laut dengan alasan tertentu. 

Laut biasa dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat wisata ketika mereka membutuhkan waktu untuk menenangkan pikiran. Aktivitas yang biasa dilakukan adalah seperti berenang, menyelam, berselancar, memancing, atau bahkan sekadar untuk melihat matahari tenggelam. 

Pencemaran Laut

Di samping manfaat yang diberikan oleh laut terhadap keberlangsungan hidup manusia, pengaruh buruk yang muncul tidak dapat terelakkan. Banyaknya masyarakat yang datang berwisata ke laut, membuat laut menjadi kotor karena sampah plastik yang berserakan di pinggir laut. 

Padahal, plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu sampai ratusan tahun untuk bisa benar-benar terurai. Munculnya sampah plastik tersebut diakibatkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat yang berkunjung ke laut untuk membuang sampah pada tempatnya, proses pengelolaan limbah sampah yang kurang baik, dan kurangnya pengelolaan sampah di kota-kota besar. 

Jika limbah plastik berserakan di laut dalam jumlah yang besar, hal tersebut sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup hewan laut. Karena menurut penelitian, limbah plastik di lautan telah membunuh 1 juta burung laut, 100 ribu mamalia laut, kura-kura laut, dan ikan-ikan dalam jumlah besar setiap tahunnya. 

Dikarenakan banyak hewan laut yang tercemar oleh limbah plastik, nelayan mengalami penurunan perekonomian pula. Hal tersebut terjadi karena hasil tangkapan nelayan menjadi menurun akibat dari banyak ikan yang mati penyebab dari pencemaran limbah plastik. Selain itu, ikan yang memakan plastik membuat kualitas dagingnya menjadi berkurang, sehingga tidak layak untuk dijual. 

Salah satu dampak berbahaya dari pencemaran laut akibat penumpukan limbah plastik yang berlebihan adalah tertutupnya lapisan permukaan air laut, sehingga penetrasi matahari menjadi berkurang dan pengikatan oksigennya terhambat. Padahal, laut merupakan pengendali iklim dunia. Jika sampah plastik menghambat hal tersebut, maka iklim di dunia tidak akan terkendali.

Upaya Mengurangi Pencemaran Laut

Mengingat berbagai dampak yang akan muncul akibat dari limbah plastik, pemerintah melakukan kebijakan agar plastik dapat dikelola dengan baik dan tidak mencemari lingkungan. 

Pertama, membuat program pengurangan penggunaan plastik. Seperti yang kita ketahui dan sudah diterapkan, bahwa kita tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai. Sebagai pengganti plastik sekali pakai, tas belanja karton diberlakukan di seluruh supermarket yang ada di Indonesia. 

Selain itu, sedotan plastik pun juga telah diganti oleh stainless straw (sedotan aluminium). Sebagai masyarakat yang cinta lingkungan, kita bisa mengurangi plastik dengan membawa botol minum isi ulang, sehingga bisa digunakan berkali-kali. 

Kemudian, sebisa mungkin jangan menggunakan peralatan makan plastik agar sampah plastik tidak terlalu banyak. 

Kedua, memanfaatkan sampah plastik menjadi barang kerajinan dengan nilai mutu tinggi. Alternatif agar sampah plastik tidak terlalu berserakan di laut adalah dengan menjadikannya kerajinan tangan yang dapat dijual kembali. 

Jika dapat memanfaatkan keterampilan dengan baik, maka sampah-sampah plastik tersebut akan bisa diubah menjadi mainan anak, tempat pensil, lampu hias, aksesoris, tas, dan masih banyak lagi. Selain mengurangi limbah plastik, perekonomian atas penjualan kerajinan pun akan meningkat.

Nah, langkah-langkah di atas merupakan upaya pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi pencemaran laut akibat dari limbah plastik. Sebagai warga negara yang bijak, kita harus bersama-sama melestarikan keindahan alam agar penerus bangsa nanti tetap bisa menikmati kelestarian alam yang telah dikasih oleh Tuhan.