Berbagai manfaat adanya Internet sangat terasa lekat di kalangan Milenial. Internet sangat membantu dalam mencari dan mengumpulkan informasi. Tak hanya sebatas itu, Internet juga membantu munculnya media hiburan yang semakin berkembang mengikuti tren yang menarik para anak muda.

Belakangan ini siaran audio internet atau yang lebih dikenal dengan podcast menjadi hiburan yang digemari kalangan milenial. Berbagai platform digital seperti Spotify, Soundcloud, Noice,  Google podcast dan Apple podcast pun hadir sebagai wadah untuk para podcaster bisa menyiarkan konten mereka. 

Lantas, apa sebenarnya podcast itu?

Banyak yang beranggapan podcast adalah bentuk lain dari siaran Radio. Namun ada perbedaan yang mendasar antara podcast dan radio. Selain karena podcast tidak memutarkan lagu, podcast juga lebih variatif dan pendengar bisa bebas memilih topik yang diminati. Meskipun begitu, podcast tidak menggeser posisi radio yang tetap eksis sebagai media berbasis audio.

Podcast pertama kali dirancang untuk pengguna Mac dan iPod. Kata podcast merupakan gabungan dari iPod dan broadcast. Kata podcast pertama kali muncul dalam artikel yang ditulis oleh Ben Hammersley dalam surat kabar The Guardian pada tahun 2004 silam.

Sebelum digemari di Indonesia, podcast sudah lebih dulu digemari di Amerika, Inggris dan Australia. Di Indonesia, sebagian orang mulai terbiasa mendengar podcast sejak tahun 2012 dan terus bertambah hingga sekarang.

Podcast di Mata Kalangan Milenial.

Banyak data menunjukkan, podcast semakin diminati banyak orang, terutama di kalangan milenial. Faktor yang menjadikan podcast banyak di dengar adalah karena topiknya yang bervariasi dan bersifat fleksibel sehingga mudah dinikmati dibandingkan konten visual.

Topik yang dihadirkan dalam podcast beraneka macam. Mulai dari Art, Entertainment & Comedy, Education, Healt, Horror, Games & Hobbies, dan banyak lainnya. 

Manfaat yang bisa didapatkan dari mendengarkan podcast juga tak kalah banyak dari media hiburan lainnya. Dari podcast anda bisa mendapatkan ilmu dan juga berbagai cerita serta pengalaman dari banyak pakar di bidangnya.

Selain konten yang bervariasi, fleksibel adalah alasan terkuat kedua mengapa podcast banyak di dengarkan oleh kalangan Milenial. Anda bisa mendengarkannya saat beraktifitas di rumah, saat di perjalanan menggunakan kendaraan umum, ataupun di tempat keramaian seperti kafe dan perpustakaan. Tak ayal, podcast sudah menjadi bagian dari keseharian para pendengarnya.

Cara Menjadi podcaster.

Tak cukup hanya sekedar menjadi pendengar, kini untuk menjadi seorang podcaster bukanlah hal yang sulit. Bermodalkan software perekam suara, konten atau topik yang ingin dibahas, dan sedikit kemampuan mengedit audio maka anda dapat memulai podcast anda sendiri. Tentu harus diiringi dengan niat belajar yang kuat.

Membahas topik yang merupakan keahlian anda menjadi salah satu trik jitu agar podcast bisa dinikmati orang lain. Agar terdengar menarik dan kreatif, anda bisa menambahkan musik di pembukaan dan penutup podcast anda.

Untuk mengunggah audio podcast, anda bisa menggunakan salah satu platform yang telah disebutkan diatas. Anda bisa memilih Soundcloud dan Noice dengan memperhatikan tahap-tahap dalam mengunggah audio. Atau anda bisa menggunakan platform Anchor yang langsung tersambung ke Spotify, platform podcast yang paling populer.

Spotify menjadi platform favorit Milenial untuk mendengarkan podcast.

Menurut penelitian DailySocial pada tahun 2018, peminat podcast di Indonesia didominasi dari kalangan usia 20-25 tahun. Kemudian disusul oleh kelompok usia 26-29 dan 30-35 tahun. Dan topik yang paling banyak diminati di Indonesia adalah Entertainment & Comedy.

Salah satu podcast Comedy yang banyak didengar kalangan Milenial adalah Podkesmas yang dipandu oleh penyiar Radio dan artis ternama antara lain Surya Insomnia, Imam Darto, Ananda Omesh dan Angga Nggok. Podcast yang muncul pada Oktober 2019 ini sudah memasuki musim ke-2 penayangannya dan telah didengar lebih dari 10 juta kali di Spotify.

Dilansir dari KataData, pada tahun 2017 Spotify meminta sebuah perusahaan riset untuk melakukan survey mengenai pendengar radio dan podcast di Indonesia. Hasil dari survey tersebut menyatakan bahwa hampir separuh pendengar audio mengisi waktunya dengan mendengarkan podcast melalui platform seperti Spotify.

Podcast juga merambah ke Youtube.

Seiring meningkatnya jumlah pendengar podcast, kini pengertian podcast tak lagi sesempit media siaran internet bersifat audio. Youtube yang terkenal sebagai platform besar yang menyajikan konten hiburan visual kini juga dimanfaatkan para content creator untuk menyajikan podcast dengan menggabungkan audio dan visual. Hal ini telah dilakukan oleh Youtuber besar seperti Raditya Dika dan Deddy Cobuzier.

Podcast yang awalnya hanya menarik perhatian sebagian orang yang hobi mendengarkan radio, akhirnya juga digandrungi oleh kebanyakan orang yang sering mengisi  waktu luang dengan menonton video di Youtube.

Kehadiran podcast sebagai media hiburan baru tentu menjadi teman yang pantas dalam mengisi keseharian para Milenial. Terutama disaat sekarang semua aktifitas dilakukan dari rumah, podcast menjadi pilihan yang tepat untuk mengusir kekosongan akan informasi dan hiburan.