Pematangsiantar - Suatu kebebasan dalam menentukan hal pilihan adalah hak mendasar dari seorang anak (manusia secara umum). Namun, sering kali kebebasan ini direnggut oleh pihak-pihak luar dari anak itu sendiri. 

Salah satu kebebasan yang sering direnggut dari seorang anak adalah dalam penentuan arah dari pendidikan yang akan di tempuh oleh anak tersebut (jurusan yang akan diambil).

Faktor Penghambat Kebebasan Seorang Anak

Ada banyak beberapa faktor hal yang sering kali menjadi penghambat bagi kebebasan anak dalam menentukan arah Pendidikan-Nya.

Apa sajakah Faktor-faktor tersebut?...

Faktor yang sering menjadi penghambat kebebasan anak dalam menentukan pendidikan-Nya adalah sebagai berikut:

1. Orang Tua
Orang Tua adalah faktor yang paling utama menjadi penghambat kebebasan anak dalam penentuan pendidikan anak. Tak banyak anak yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah suatu pilihan yang diberikan oleh orang tua dengan beberapa alasan. 

Misalnya: Orang tua merasa bahwa potensi pekerjaan yang ada ketika mengambil jurusan yang dipilih tersebut sangat berpeluang yang di pengaruhi oleh beberapa orang yang berada disekitarnya yang mengambil jurusan tersebut.
Salah satu contohnya adalah jurusan keguruan dan ilmu pendidikan.

Namun, ada juga alasan orang tua untuk menyuruh anaknya agar menggambil jurusan tertentu, yang di karenakan tidak adanya biaya untuk membayar uang perkuliahan.

2. Pasangan (Pacar)
Pacar seorang anak juga terkadang dapat berperan dalam penghalang kebebasan seorang anak dalam menentukan pendidikan seorang anak, sebab kasih sayang yang tumbuh seolah-olah mengikat kaki seorang anak agar selalu berdekatan bersama pasangan, yang menyebabkan ketidak Pendidikan yang ingin dilalui-nya jauh dari ke pacar anak tersebut, akan menghalangi langkah anak tersebut untuk menempuh pendidikan yang ia minati.

3. Teman
Teman adalah seorang saudara walaupun teman bukan dilahirkan dari rahim yang sama. Namun kedekatan tersebut membuat persaudaraan yang terjalin membuat anak terkadang harus menghilangkan kebebasannya memilih pendidikannya agar dapat selalu bersama dengan temannya.

4. Pemerintah
Dengan dikeluarkannya kebijakan yang terbaru oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menetapkan kebijakan tentang seleksi masuk perguruan tinggi negeri tahun 2019. Bahwa seleksi masuk perguruan tinggi negeri tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilai tersebut dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri.

Nah kebijakan ini merupakan salah penghalang bagi siswa dalam kebebasan menentukan pendidikan yang akan ditempuhnya. Dalam kebijakan tersebut dapat kita lihat, bahwa pemerintahlah yang nantinya akan memberikan pilihan kepada anak akan Pendidikan apa yang akan ditempuh atau dijalaninya.

Jelas ini akan memperkosa kebebasan seorang anak. Dimana, belum tentu apa yang ditawarkan oleh LTMPT kepada anak adalah suatu jurusan pendidikan yang diinginkan atau diminatinya. Namun karena suatu eksistensi ketika masuk Perguruan Tinggi Negri, maka seorang anak akan memgbil Pendidikan tersebut walaupun itu bukanlah merupakan minat dan keahliannya.

Kebebasan Seorang Anak Dalam Menentukan Pendidikan

Suatu pendidikan sangat lah luas, tentu seorang anak memiliki suatu pendidikan atau minat dan keahlian yang dimiliki seorang anak secara lahiriah.

Ketika kebebasan ini kita renggut dari seorang anak, maka dia akan merasa tidak nyaman dalam menjalankan suatu pilihan yang bukan merupakan suatu keahlian dan minatnya dalam pendidikan.

Ke-5 faktor Penghambat yang tadi telah disebutkan sebelumnya, haruslah mampu ber-revolusi menjadi faktor yang mendukung dan memahami Pendidikan apa yang menjadi minat dan keahlian seorang anak.

Terkadang kita sering berkata ketika faktor-faktor penghambat tersebut terjadi, kita mengatakan bahwa seorang anak harus dapat menentukan sikap dalam kehidupan yang akan dijalani anak tersebut.

Hal tersebut mungkin dapat dilakukan dari faktor-faktor tersebut, namun faktor pemerintah yang sulit untuk dipulihkan. Sebab pemerintah adalah suatu kebijakan yang terstruktur yang di berikan bukan lah perseorangan yang menjadi penghambat seperti ketiga faktor yang lainnya.

Untuk menghilangkan faktor ini, haruslah dari pemerintahnya sendiri. Pemerintah harus lebih memperhatikan aspek minat dan bakat atau bahkan keahlian dari seorang anak. Bukan hanya sebatas dari penilaian yang berbentuk angka yang melalui proses ujian teks.

Sudah saatnyalah, kita harus mengacu dan mengutamakan keahlian dan minat dari seorang anak tersebut. pada saat inilah maka seorang anak akan lebih merasakan suatu kebebasan dalam mengekspresikan pengetahuannya dan akan benar-benar mempelajari Pendidikan yang ia pilih berdasarkan keahliannya.

Peran pemerintahlah yang sangat besar dalam memberikan kebebasan kepada anak dalam menentukan pendidikan yang akan ditempuhnya. Sebab, ketiga faktor penghambat yang lain akan secara otomatis perlahan menghilangkan.

Ketiga faktor tersebut menjadi penghambat bagi seorang anak, memiliki alasan sehingga pemerintah dapat menghilangkan faktor-faktor tersebut dengan kebijakan-bijakan yang di keluarkan.

Pendidikan dan negara ini akan maju, pada saat kita memberikan kebebasan kepada anak dalam menentukan pendidikan yang diminatinya sesuai dengan keahliannya. Maka, pada saat itu terjadi, kita tidak hanya sebatas menempah seorang anak menjadi buruh, tetapi seorang yang dapat menciptakan sebuah hal yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.