Anak adalah anugerah yang menyejukkan mata dan ini adalah nikmat dari Allah SWT. Setiap orang tua pasti menginginkan anak yang sholeh, sholehah taat pada Allah swt dan orang tua. Dibalik keceriaan sang anak, sesungguhnya dia membutuhkan perhatian dan bimbingan orang tua.

Begitu pula orang tua, segala yang terbaik ingin diberikan sebagai tanda cinta bagi sang buah hati, karena si buah hati bagai tak ternilai harganya. Keluarga merupakan forum pendidikan yang pertama dan utama dalam sejarah hidup sang anak yang menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter manusia itu sendiri.

Untuk menciptakan karakter yang kuat dan jiwa baik pada anak didalam keluarga, diperlukan terciptanya suasana keluarga yang harmonis dan dinamis, hal tersebut dapat tercipta jika terbangun koordinasi dan komunikasi dua arah yang kuat antara orang tua dan anak.

Keluarga tanpa kekerasan adalah salah satu solusi efektif untuk membuat seorang anak merasa nyaman, damai, tentram di rumah, namun yang terjadi belakangan ini para orang tua cenderung mendidik anak-anak mereka dengan emosi tinggi, kurang perhatian bahkan menelantarkan mereka.

Banyak orang tua yang menghabiskan waktunya untuk berbagai urusan di luar rumah, rutinitas kantor, janji dengan relasi atau mitra bisnis, aktivitas organisasi dan lainnya seakan menjadi pembenar untuk mengabaikan keluarga, sehingga si anak merasa terabaikan.

Ada juga orang tua yang merasa cukup memberikan perhatian kepada anak dengan menuruti segala keinginan mereka dengan memenuhi kebutuhan materi tetapi soal pendidikan, terutama akhlak mulia, kasih sayang, cenderung dinomorduakan.

Anak tidak bisa memilih untuk dilahirkan oleh siapa dan keluarga yg bagaimana, anak pun tidak bisa menentukan kemauan nya ingin menjadi di keluarga yang serba ada semua dan tidak mau di keluarga yang biasa biasa saja, karena setiap itu pasti ada kekurangan di dalamnya, namun anak bisa meminta kepada keluarga untuk diberikan kasih sayang dan cinta oleh mereka.

Allah swt. Sudah mentakdirkan seorang anak untuk lahir dan hidup di dunia bahkan anak harus membawa tanggungjawab yang sudah di amanahkan oleh Tuhan Nya, namun mengapa orangtua itu setengahnya tega terhadap anak bahkan melantarkan dan bahkan juga membunuhnya entah karena tidak sanggup atau kebutuhan yang kurang untuk mencukupi pangan atau materi seorang anak.

Penulis disini tidak mengungkapkan bagaimana seorang anak diluar sana, tujuan penulis ingin mengungkapkan perasaan penulis sebagai seorang anak yang selalu berdiam diri bahkan jarang sekali untuk berbicara face to face dengan orangtua, karena penulis di didik oleh orangtua yang keras dan mereka tidak pernah mendengarkan bagaimana kritikan seorang anak serta tidak mementingkan kontribusi anak dalam keluarga.

Penulis mengungkapkan ini dengan tulisan atau isi hati selama ini. Anak bukanlah beban dalam keluarga tapi anak ialah anugerah yang telah Allah berikan kepada orangtua, sebagai orangtua yang baik menganggap anak itu adalah jati dirinya jika perlakuan anak yang nakal atau bandel itu karena orangtua nya bersikap seperti itu disaaat muda.

 Peribahasa yang mengatakan bahwa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya disaat anak melakukan hal yang orangtua tidak suka.

Penulis terkadang berfikir apakah seorang anak adalah beban dalam keluarga, mengapa seorang anak ketika berbuat salah harus dimarahi bahkan dipukul? Menurut penulis dengan mendidik anak tidaklah perlu memarahi dengan cara lain bisa memberitahu tindakan yang bagaimana benar dan salah serta membimbingnya dengan memikirkan solusinya bagaimana anak ini harus bisa menurut terhadap orangtua.

Anak tidak bisa juga menuntut orang tua harus begini begitu karena mereka juga memiliki masalahnya entah itu yang tidak pernah diketahui oleh seorang anak, sebagai anakpun kita harus memahami kondisi orangtua dengan adanya konflik dalam berkeluarga entah diluar atau dalam keluarga itu sendiri.

Orangtua yang baik akan berikan nasihat yang membuat anak itu bisa mengikuti apa yang orangtuanya lakukan, serta orangtua harus bisa menerima kritikan atau masukan dari seorang anak, karena jangan pernah menganggap anak itu tidak bisa berkontribusi dalam keluarga dengan adanya anak keluarga itu bisa harmonis seta tentram.

Anak bukanlah hal yang tidak penting dalam keluarga tetapi mereka mempunyai perasaan yang begitu dalam terhadap orangtuanya bahkan di pikiran mereka yang paling penting dibahagiakan adalah seorang orangtua, jadilah orangtua yang tidak pemarah, jadilah orangtua yang bisa menerima kritikan anaknya, jadilah orangtua yang mengerti kondisi dan situasi anaknya, jadilah orangtua sebagai teman curhat bahkan jadi teman.

Keluarga adalah faktor utama yang sangat dibutuhkan dalam kebathinan seorang anak, karena keluarga adalah orang yang pertama kali mereka kenal dan mereka ketahui setelah lahir ke dunia.

Jalinlah komunikasi anatara orangtua dengan anak karena dengan adanya komunikasi orangtua dan anak bisa saling mengetahui bagaimana penderitaan atau bahkan masalah yang terjadi dalam keluarga bahkan kehidupannya seorang anak.

Berilah kasih sayang dan cinta seutuhnya terhadap seorang anak terlebih lagi untuk anak anak yang kekurangan kesempurnaanya karena dilahirkan seperti keadaan special.

Mendengarkan cerita ataupun pengalaman yang sudah anak alami bahkan orangtua harus bisa menjadi pendengar yang baik untuk seorang anak serta menjadi teman agar mereka terbuka untuk menceritakan semua pengalaman dan masalah yang dialami.