"Saudara Firman Ramadhani dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa di Perguruan Tinggi Negri" ucap pak guru sambil mendekat menuju ke arahku.

"Alhamdulillah" jawabku sembari bersujud syukur dan tumpah pula air mata yang terbalut di pipi.

Semua tak pernah terbayangkan dalam benak ini,semua yang pernah aku takuti tidak ada sama sekali yang ada dalam kenyataan hidup ini.

Hidup seakan mulus seperti jalan tol yang tak berlubang dan mengandung pemandangan nan jelita di lubuk mata.

Cahaya yang bersinar dari pantulan matahari bagaikan semangat yang memanas hingga titik dera air mata yang pernah terbuangkan sia-sia.

"Selamat Firman, kamu bisa lolos dalam seleksi beasiswa ini,memang kamu sangat beruntung Firman,sudah tampan,baik hati,pintar pula." ujar Angga tidak ada kata ledekan tapi hanya sekedar memuja dengan senyumannya yang manis.

"Alhamdulillah,iya aku juga nggak nyangka bisa lolos beasiswa yang nggak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku,karena aku berfikir bahwa itu mustahil untuk aku raih,tapi kalau Allah Kun fayakun,nggak ada satu detik langsung terkabul.", jawabku sambil mata berkaca- kaca.

Memang kebesaran Allah tidak ada bandingannya,semua penderitaan dan kesedihan yang dirasakan lalu kini sudah ada obat penawarnya.

###

"Ha..Haaa.Haa....Haaa,kasian anak pungut,udah nggak diurus sama orang tuanya kandung,blagu pengen cari muka dengan guru ni,dasar nggak tau maluuuuu.", ucap teman-temanku sembari tertawa terbahak- bahak meledek dan mendorong hingga aku terjatuh tersungkur digenangan air yang sangat menjijikan.

Akupun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan baju seragamku dengan menggunakan air dan tisu.

Menangis sejadi-jadinya karena aku sudah tak tahan akan ejekan teman-temanku.

Setelah aku merasa lega,lalu aku kembali ke kelas untuk belajar dan mencari kesibukan yang lain agar aku tidak terlalu memikirkan apa yang sudah terjadi selama ini.

Tetapi aku sadar,bahwa Allah tidak akan pernah menguji hambanya melebihi batas kemampuan seorang hamba.

Seberat apapun ujian menurut manusia, jika Allah berkehendak kepada hambanya pasti akan terlaksana.

Karena Allah pun berjanji kepada hambanya,sesulit apapun masalah pasti ada kemudahan yang disertakan.

Janji yang tak pernah mengkhianati,dengan siapapun kapanpun dan dimanapun hamba itu berada.

"Astagfirullahal 'adzim,kenapa aku harus mengingat rasa kepedihan yang pernah aku alami" ujarku mengusap tetesan air mata yang tak kusadari sudah sampai ke leherku.

Aku tersadar dari air mata yang menetes karena mengingat masa lalu yaitu kesedihan yang tidak ada ujungnya.

###

3 tahun berlalu akhirnya aku lulus dari kampus yang aku impikan.Belum genap 1 bulan,akupun diterima disebuah perusahaan ternama,dan menduduki jabatan yang tingggi.

Fajar mulai tenggelam, waktunya untuk bergegas merapihkan diri lalu pergi menuju mushola terdekat.

 Ku lantunkan suara adzan yang menjadi tanda bahwa masuknya waktu sholat. 

Kain sorban yang biru aku letakkan di depan dadaku, dan kain sajadah yang mampu membuatku khusuk menuju ridho- Mu.

###

Selesailah melaksanakan sholat subuh berjamaah

"Assalamualaikum,, " ucap pak ustad ditelingaku.

"Waalaikumsalam, ustad".ku menjawab dengan memandang beliau.

"Masya allah, semoga selalu istiqomah dijalan  Allah ya Firman??",pinta ustad sembari menatap diriku.

"Bismillah,Insya allah ustad, do'a dari ustad yang aku harapkan, semoga selalu dijalan yang benar." jelasku.

"Masya allah, ini yang aku suka dari kamu, memang kamu bisa menjadi contoh dalam masalah agama, bahkan pendidikanmu juga sangat baik, "kata ustad sambil mengusap lembut di lenganku.

" Ya Rabb, ustad itu terlalu berlebihan" tanggapku sambil tersenyum malu karena tidak seperfec yang diucapkan oleh ustad.

 Sambil berjalan kembali kerumah, akhirnya aku dan ustad berpisah dijalan karena rumahku yang beda arah dengan beliau.


Ku ganti baju yang dipakai kemushola dengan kemeja panjang dan berdasi yang rapi, lalu aku pun pergi menuju kantor untuk bekerja.

 Inilah pekerjaan sehari-hariku yang walaupun melelahkan tetapi semoga diridhoi oleh Allah.

"Selamat pagi pak?? ",ucap temanku kepada ku dengan sedikit senyuman yang menyengat dipipinya.

"Pagi" jawabku kembali melontarkan senyum yang lebar.

###

Matahari terlihat begitu cerah, waktu telah berlalu dengan secepat ini. 

Didalam benakku yang akan indah jikalau ada seorang yang bisa menyempurnakan rasa cintaku dan imanku ini. 

Tak dapat aku menolak kapan seseorang itu datang. Do'a kepada Sang Pencipta yang menemani kesendirianku setiap hari.

" Hayoo!! " Adam mendatangiku dengan mencoba untuk menyadarkanku dari angan-angan belaka.

"Astaghfirullah hal adzim,Adaaammm kamu tu" pintaku dengan penuh kesal.

"Kenapa?? Jangan berangan-angan terus,buktikan dong agar terwujud mimpimu bukannya malah berenang-renang dalam mimpi terus, kalau kamu laki jentel, buktiin dong. " jelas Adam kepadaku sambil meledekku.

"Apa sih kamu, semua itu butuh proses,bukan hanya semua keinginan harus dituruti" ujarku sambil menutupi rasa yang tak terbendung ini.

Adam mendekati aku dengan sedikit senyuman yang mencoba membujukku untuk mewujudkan angan-anganku.

"Semua orang itu ingin hidupnya bermanfaat dan juga bahagia, toh kamu juga udah umur, aku aja sebentar lagi akan jadi ayah, surga yang sesungguhnya yang ada didunia kumpul bersama orang yang dicinta. Bukannya orang tuamu juga pengen hadir ke pernikahanmu, menginginkan cucu lalu istri yang sholehah darimu. Kamu juga perlu kasih sayang dari istrimu,percaya deh kalau sudah berumah tangga Insya allah akan ada kebahagiaan yang tak pernah kita pikirkan."sambil menatapku dengan penuh hati keseriusan.

Aku pun terdiam merenungkan apa yang disampaikan Adam teman yang menemaniku dari nol sampai sesukses ini.

"Ya sih dam, tapi aku belum siap menjadi suami yang baik, karena aku masih belajar. " jawaban yang selama ini aku ragukan jikalau aku menikah.

"Kamu sama aku masih bagusan kamu imanya, aku salut sama kamu yang tak pernah mencicipi sedikitpun dari wanita yang kamu sukai, kau berhasil menjadi lelaki yang sejati dengan cara kamu tidak pernah menyakiti hati seorang perempuan. Lalu tunggu apa lagi???. " kata Adam lebih meyakinkan aku.

"Sebenarnya aku punya kenalan dari ayahku, anak dari sahabat ayahku ketika beliau kuliah di Mesir. Tapi aku pikir-pikir lagi untuk memilihnya menjadi seorang istri. "pintahku

Adam pun melontarkan senyumannya kepadaku dan menatap ku sefokus yang tak seperti biasanya dan dia pun mendekati telingaku dan berkata

"Tunggu apa lagi, langsung dihalalin. "kata Adam

"Masalahnya aku belum pernah lihat, dan aku juga belum tau kebiasaanya apa, baik ataukah bagaimana?? ,serba bimbang. "pintahku.

"Kenapa harus jadi masalah,kan namanya kita membangung rumah tangga itu juga perlu adaptasi,kesiapapun itu kita kan harus adaptasi, menerima kekurangan dan kelebihannya masing-masing. " jelas adam.

###

Malam haripun tiba, makan malam yang sangat lengkap karena kakaku pulang beserta istrinya, tak lupa celotehan ponaanku yang lucu-lucu.

Hening setelah hampir selesai makan, karena pada fokus ke makananya. Ayah memandangku dengan penuh harap agar aku menjawab "iya".

"Nak,bagaimana keputusanmu untuk meminang anak sabahat ayah, insya allah dia bisa menerima kekuranganmu,bahkan dia tak perduli kamu tampan ataupun biasa, yang penting sholeh." ujar ayahku dengan penuh kasih sayang menatapku.

"iya nak, insya allah dia perempuan yang sholehah, ibu bisa bicara seperti ini karena dia juga ikut kajian kakakmu, dia memang terlahir dari didikan seorang tokoh agama. Bagaimana nakk???, coba tanya kakakmu." tambahan ibu untuk memperjelas seorang wanita sholehah menurut beliau.

" Ia betul itu yang dibilang oleh ayah dan ibu,bahwa dia itu wanita yang sholehah, bahkan ikut kajian kakak setiap minggu dua kali. Tunggu apa lagi kamu Firman, toh kamu juga sudah mapan tinggal mencari pendamping. " pintah kakakku dengan senyum manisnya.

Aku pun terdiam merenung memikirkan apa yang diucapkan adam ke aku pas dikantor tadi siang.

 Aku pun memandang ayah dan ibuku yang sama-sama menatap aku.

"Firman, jadi lelaki itu yang bisa membimbing dan menjaga perasaan seorang wanita yang ia sayangi. Bukan begitu yah?? " tanya kakak iparku kepada sang ayah.

Lalu ayahpun mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum memandang kita semua.

###

Sepertiga malam ku terbangun dari tidurku. Ku ambil air wudhu untuk meminta petunjuk kepada Allah, apa yang baik untukku.

"Ayah!  Ibu!  Kakak!, bismillah aku yakin untuk meminang anak dari sahabat ayah. Insya allah." dengan penuh rasa takut dan grogi.

Ayah dan ibu pun gembira mendengar ucapan aku barusan.Kakakku pun merasakan kegembiraan yang sama.

"Alhamdulillah, siapkah kamu nak jika datang kerumah sahabat ayah nanti malam??",pintah ayah untukku.

"Iya,lebih cepat lebih baik, buat apa menunda-nunda sunah rasul. " ucap kakak menambahkan perkataan ayah.

###

Malampun telah tiba, aku bersiap-siap dengan menggunakan koko dan celana hitam dengan peci putih yang aku kenakan. 

Ayah,ibu dan kakakku pun rapi dan bersemangat untuk mengantarkan aku kerumah calon istriku.

"Bismillah, sudah siap semua" kata ayah dengan senyumannya.

"Insya allah siap ayah. " ujarku sambil memegang tanganku karena panas dingin seluruh tubuhku.

Sesampainya disana kami sekeluarga disambut dengan senyum keikhlasan menerima niat baik ini.

 Merekapun mempersilahkan kami untuk masuk menuju ruang tamu yang sudah tertata rapi.

"Kedatangan kami kemari ingin mempererat tali silaturrahmi. Itu tujuan kami yang pertama dan yang kedua kami sebagai orang tua mengantarkan anak kami yang bernama Firman Ramadhani ini untuk meminang anak perempuan anda, sebagai sahabat yang sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Bagaimana??. " ucap ayah kepada Pak Agus sahabat ayah sendiri.

"Kami sebagai orang tua hanya ingin yang terbaik untuk anak kami satu-satunya, semua kami serahkan keputusannya kepada anak kami, apakah dia bersedia atau tidaknya terserah anak kami. Kita sebagai orang tua mau- mau saja, tapi yang menjalankannya kak bukan kita. " ucap Pak Agus dengan penuh hati-hati.

"Apakah kamu ingin melihat anak kami terlebih dahulu??, agar kamu mengetahui bagaimana orangnya, apakah seperti yang kamu mau ataukah tidak. " jelas pak Agus kepadaku.

"Baik pak saya bersedia melihat anak bapak dan ibu yang akan saya pinang."kataku sembari menatap ke meja, dadaku berdebar-debar.


Istri pak Agus pun berjalan ke tempat kamar calon istriku dengan berbalik arah membawa wanita yang akan aku pilih sebagai pendamping hidupku.

Dalam hatiku terheran-heran, betapa cantiknya bidadari syurgaku yang akan aku pilih. 

Mata yang mengkilau putih, alis yang sangat indah, tutur kata yang sangat lembut membuatku langsung terpanah melihat ciptaan Sang Maha Kuasa. 

Mataku yang tak bisa ku pejamkan demi melihat indahnya uraian hijabnya yang syar'i membuat aku semakin yakin dan jatuh cinta kepadanya.

Tak pernah aku merasakan betapa kencangnya detak jantung ini melihat sesosok wanita yang sholehah. 

Akupun tak mampu mengucapkan sepatah katapun kecuali ucapkan " IYA" dari bibir yang basah.


Diapun tersipu malu ketika melihatku menatapnya.

Tak disangka wanita sholehah itupun berucap kepada ayah dan ibunya,mau untuk menerima pinangan dariku.

Iya,dia seorang wanita yang sholehah berparas indah nan sopan tutur katanya, yang membuatku merasa akan getaran dalam lubuk hati yang paling dalam. Namanya Salsa Bila yaitu air dari surga. Sungguh indah namanya.

Setelah membahas tentang pernikahan,akhirnya kita semua menemukan tanggal dan bulan yang baik untuk melangsungkan ke jenjang yang serius. 

Kami sekeluargapun pamit untuk pulang kerumah kembali.

###

Genap dua minggu sudah aku meminang Salsa Bila untuk menjadi istriku. Waktu bergulir semakin cepat, akhirnya hari yang ditunggu-tunggupun sudah didepan mata. Ku kenakan jubah putih dan peci putih yang dihiasi dengan sorban biru.


Kain biru inilah yang menjadi saksi bahwa aku sudah memiliki kekasih hati yang selama ini aku angankan dalam benakku. Sanak saudara satu persatu mulai berdatangan.

Ramai nan ceria gembira yang terkumpul merajut menjadi hari yang sangat berkesan dan bahagia.


Al-Qur'an,sajadah,dan mukena yang menghiasi meja penghulu yang sudah disiapkan dan tertata rapi. 

Kain putih yang melambangkan suci dibalurkan ke meja yang cantik itu. 

Ar-Rohman yang menjadi saksi bukti kasih sayangku kepada istriku seumir hidupku.

"Biamillahirohmanorrohim kobiltu nikakhaha wa tazwijaha bi mahril madzkur halan."

Air mata yang tak bisa ditahan melunjur seperti air terjun yang tak ada habisnya. Mengingat bahwa aku adalah seorang yang sudah menjadi suami berpindah status menjadi orang yang harus bertanggung jawab sepenuhnya.

###

Sesosok wanita yang indah nan cantik itu menghampiriku.. 

Bergaun putih yang memberikan kilapan mutiara yang menempel digaun yang cantik. 

Senyum yang manis semakin dekat denganku,perlahan menghampiriku dan dia pun duduk disampingku sambil mencium tanganku dengan lemah lembut, lalu kubalas dengan kecupan termanis dikeningnya yang pertama kali.

Diapun tersenyum tersipu malu memandangku, ku bacakan do'a dan ku letakkan tangan kananku di bagian atas kepalanya. 

Dan setelah itu, dia pun mengucapkan

"Insya allah aku akan menjadi wanita yang sholehah yang kamu mau. "ujarnya dengan lemah gemulai.

###

Malam pertama pun tiba, ku duduk disebelahnya untuk mengawali pembicaraan agar kitapun saling mengenal satu sama lain.

Lama kelamaan mengobrol,hingga akhirnya akupun mulai merasakan kenyamanan didekatnya.

 Tanpa aku sadari,ternyata dia juga larut dalam suasana yang sangat merdu.

" sayang, aku boleh tanya nggak" tanya aku ke istri.

" haaa" dia kaget terheran-heran mendengar ucapanku yang melontarkan panggilan sayang dihadapannya. 

Diapun seketika itu langsung bengong, akupun menyadarkannya.

 "sayang, iya sayang, salah ya kalo aku manggil sayang. "ujarku sembari tersenyum

" oh iya, ng..gak kok,nggak salah kalau mau panggil sayang".jelasnya sambil terbata-bata.

Tatapan semakin merujuk ke matanya,begitupun dengan tatapannya yang menunjukkan bibir kemerah-merahan kepadaku.

"Yang apakah kamu mencintai orang sebelum menikah denganku??Maaf sekedar bertanya, tapi kalau kamu keberatan menjawab ya tidak apa-apa."

Diapun menghadap ke jendela rumah yang terlihat sangat indah dikelopak mata yang sangat lentik itu, dan dia pun mulai merenungi pertanyaan yang aku berikan kepadanya tentang hati yang jujur.

 Diapun menoleh ke tempatku kembali sembari tersipu malu,

" Coba lihat dari jendela itu, banyak sekali bintang-bintang yang indah dan ada bulan sebagai teman cahaya untuk bintang." ucapnya dengan kembali melihat jendela yang ia tunjukkan kepadaku..

" iya, memang ada apa dengan bintang dan bulan??"ujarku penuh rasa penasaran atas jawabannya.

" Ya itu jawabannya, kamu itu ibarat bulan yang menyinari banyak orang yaitu para bintang,dan aku ada disalah satu bintang yang kamu sinari. " jelasnya kepadaku.

Sangat penuh dengan teka teki yang membuatku semakin penasaran apa yang ia bicarakan, diapun mulai menjelaskannya lagi, apa maksud dari perkataannya tersebut.

" Sebenarnya aku telah mengagumimu sejak lama, karena aku diam-diam selalu memperhatikan aktifitasmu, dan mengapa aku memilih kamu karena aku sangat yakin dan kagum atas ciptaan Allah yang masyaallah sholeh, tampan, mapan, dan ada hal lain yang tak mampu ku ucapkan. " ucapnya dengan penuh lemah lembut.

" Masya Allah, " ujarku sampai kehabisan kata-kata dalam menanggapi ucapanya. Aku pun memeluknya sambil menangis dipelukannya. 

Hangat rasa hati,nyaman rasa jiwa, sesak dalam dada,tak bisa aku untuk berkata-kata. 

Akupun mulai terlarut akan nikmatnya malam itu, penuh kenikmatan tak terkira.

###

 Pukul 03.00,aku pun terbangun untuk melakukan sholat sunnah, namun setelah aku tengok ke istriku, dia tidak ada disamping tidurku.

Aku mendengar ada suara air yang mengalir ternyata dia sudah terbangun terlebih dulu.

Sesampainya dikamar,ia menyuruhku untuk bergegas mandi, lalu sholat berjamaah tahajud. 

Akupun bergegas untuk bangun, melaksanakan ibadah sunat bersama istriku pertama kalinya dalam hidupku.

Setelah aku selesai semuanya, dan dia pun sudah siap, tanpa bosa-basi aku pun memulai sholatnya.  

Setelah selesai sholat aku berdoa kepada Allah agar diberikan keluarga yang "Sakinah Mawadah Warohmah".

Diapun mencium tanganku,tanpa aku sadari tanganku yang basah karena cucuran air matanya.

" Alhamdulillah Ya Rabb, Engkau telah menuliskan jodoh hamba yang berkisah seperti Sayyidatina Fatimatuz Zahra, yang diam-diam mencitai Ali, dan ternyata itulah jodohnya".

###

Hari-haripun terus berlalu,tak terasa sudah 3 bulan sudah lenyap,aku habiskan bersama istriku tercinta. 

Indahnya pacaran setelas halal ini, sungguh sangat nikmat tiada bandingannya. 

Ada yang mengganjal dalam diriku terhadap istriku, karena  beberapa hari ini istriku sakit-sakitan, tanpa pikir panjang akhirnya aku langsung membawanya ke dokter.


Beberapa menit kemudian, dokter keluar dari ruang periksa istriku.

"  Mohon maaf dok, istri saya sakit apa? " dengan hati penuh kecemasan.

" istri bapak hamil, selamat ya pak, janinnya sudah 2 minggu diperut istri bapak. Sekali lagi selamat ya pak. "jelas pak dokter kepadaku.

Hati yang membara mendengarkan kabar indah ini, air mata yang tak bisa dihentikan,seyum yang bermuara seperti samdura terdapat dalam pipi yang kemerah-merahan ini.

###

Hari Kamis tepat adzan sholat dhuhur dikumandangkan, ada suara yang berbeda dari biasanya.Suara yang sangat lantang nan indah mendayu-dayu.

"Alhamdulillah," sambil bersujud menghadap kiblat,ucapan syukur atas lahirnya pelengkap  keluarga kecil ini.

Beberapa jam kemudian setelah persalinan, suster pun kembali ke tempat istriku berbaring,

" Mohon maaf ya pak, bapak dipanggil sama dokter,  ada yang ingin disampaikan" ucap dokter dengan penuh tanda tanya.

"Baik sus"jawabku.

Ku berjalan menuju ruang dokter. Dengan penuh tanda tanya besar, aku berjalan sambil memikirkan apa yang terjadi.

Aku berfikir bahwa istri dan anakku sudah boleh pulang dari rumah sakit, karena keadaan istriku pun sudah tidak ada masalah begitu pula dengan anakku.

" Pak kami sebagai perwakilan dari tim medis untuk berbela sungkawa atas wafatnya putri bapak. 

Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyadarkan putri bapak, tetapi tidak ada hasil yang baik.

Karena didalam putri bapak terdapat air ketubah yang ditelan, sehingga berakibat fatal dan tidak bisa tertolong. "ucap dokter.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un" (menghelakan nafas dalam-dalam) dengan hati yang berat menjalani atas musibah ini.

Semua angan-angan kebahagiaan seketika itu hangus terbakar oleh kekecewaan yang mendalam,namun takdir hanya Sang Maha Kuasa yang mengerti.

Kita hanya menjalankan dan mengikhlaskan jika sewaktu-waktu apa yang kita miliki hilang begitu cepat.

###

Tepat 1 tahun putriku tiada,istrikupun masih berlarut dalam kesedihan dan takut akan kehilangan kembali,sehingga istrikupun tak mampu menghiraukan putriku yang dinanti.

Namun keadaan yang mendorong untuk aku dan istriku untuk bangkit ke dalam keterpurukan tersebut.

Akupu berusaha untuk selalu menenangkan hati istriku agar tenang dan mengikhlaskan semua yang telah terjadi.

###

Tak terasa sudah 1 tahun lebih aku bersamanya,aku mulai melupakan masa lalu yang membuat aku menjadi tidak memiliki gairah untuk bersemangat hidup, namun aku sadar akan titipan yang akan diambil kapan saja.

Istrikupun mulai mengikhlaskan putri kecil kita yang sudah tiada.

Beberapa bulan kemudian akupun dikejutkan oleh hadiah ulang tahunku dengan sebuah kado yang berbentuk panjang dan kecil,ternyata ada dua garis yang aku lihat.

Sungguh bahagianya hati ini,

"Alhamdulillah, kamu hamil??? Ucapku sambil memegang pipi istriku.

"Iya yang, aku hamil",sembari mengangguk-anggukkan kepala tersenyum lepas menatapku.

"Alhamdulillahhhh,Ya Rabb,penantian yang membawakan keberkahan dalam hidup kami" ku berteriak dan bersujud meneteskan air mata yang tak berhenti.

###

"eeeekkkkkk....owwek....owwek...." suara yang lantang.

Tepat tiga tahun ku membangun rumah tangga dengan istriku,akhirnya lengkap sudah semua kesedihan yang terjadi terbayarkan dengan isak tangis anakku yang kedua setelah kepergian putriku yang pertama.

"Selamat ya pak, anak bapak dan ibu laki-laki sempurna dan tampan seperti bapaknya" senyum dokter yang dilemparkan kepadaku.

"Alhamdulillah,terima kasih ya dok" pintaku.

 Akupun mengadzaninya dan mencium keningnya.

Tidak pernah terlintas sebegitu bahagianya mendengar tangisan anakku yang sangat ku nanti dan akhirnya kebahagiaan menghampiriku.

Ku berikan kamu nama " MUHAMMAD NASRULLAH".

Semoga menjadi anak yang sholeh dan bisa menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana.Aaminn..  

                                                              SELESAI