Rebahan, satu kata ini pasti tidak asing di telinga anak muda zaman sekarang. Rebahan adalah kegiatan tidur-tiduran yang kurang memberikan manfaat. Kaum rebahan merupakan sebutan untuk orang-orang yang suka bermalas-malasan di tempat tidur, orang yang tidak punya target, tidak produktif, dan tidak mau bergerak atau sebagainya.

Baper di sini bukan terkait perasaan ataupun percintaan, melainkan suatu pergerakan yang akan memperbaiki stigma buruk tentang rebahan. Arti baper yaitu bawa perubahan dengan dampak positif yang bisa dilakukan oleh kaum-kaum rebahan.

Banyak persepsi bermunculan, bahwa kaum rebahan itu tidak berguna. Mari kita ubah persepsi kaum rebahan itu tidak selalu negatif. Sebenarnya kaum rebahan bisa membawa suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Ketika rebahan sesuai porsinya. Maksudnya?

Jadi beginilah maksudnya, manusia itu pasti ada waktunya lelah, setelah melakukan rutinitas hariannya, dan memutuskan untuk rebahan. Jadi rebahan yang sesuai porsi itu, ketika kita lelah setelah melakukan pekerjaan lalu memutuskan untuk istirahat, bukan tidur-tiduran yang disengaja sepanjang hari tanpa ada kegiatan yang dilakukan.

Nasihat dari seorang ulama, yaitu Buya Hamka, "Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah. " Bisa diambil benang merahnya, jangan biarkan pikiran yang cemerlang tidak digunakan hanya mengikuti hawa nafsu untuk tidur-tiduran

Ada satu pertanyaan yang banyak ditanyakan oleh orang lain. Apakah bisa kaum rebahan bawa perubahan? 

Jawabannya bisa. Karena hakikat penciptaan manusia itu pasti ada peran dan manfaat untuk lingkungan sekitar. Setiap manusia dilahirkan dengan kelebihan dan potensi. Jika dalam dirinya ada suatu kesadaran dan kemauan, pasti perubahan bisa dilakukan.

Teruntuk kalian yang masih mager, merasa nggak punya teman, iri dengan circle pertemanan orang lain. Kesempatan berubah itu masih ada selagi nyawa belum sampai di kerongkongan. Ada yang bilang bahwa perubahan itubutuh modal. Ya benar, tapi modal yang sesungguhnya itu ketika kita punya kesadaran dan keberanian.

Dengan kesadaran, kita bisa memaknai anugerah terbesar pemberian dari-Nya. Kita diberikan anugrah berupa akal. Satu-satunya makhluk yang mempunyai akal pikiran paling sempurna hanya manusia. Keberanian menjadi pokok utama untuk melakukan perubahan, seseorang tidak bisa berubah ketika tidak memiliki keberanian untuk keluar zona nyaman.

Sebenarnya rebahan itu bisa menciptakan suatu perubahan, sembari berbaring kita bisa melakukan kegiatan, belajar sesuai bidang yang disukai melalui Youtube, berjualan melalui online. Berjualan ini tidak harus punya modal, tetapi sekarang ada istilah reseller. Pengertian reseller adalah suatu kegiatan menjual kembali barang atau produk yang berasal dari pemasok tanpa harus mempunyai stok barang. 

Berdasarkan riset, 7 dari 10 pemuda itu memiliki jiwa entrepreneurship yang tinggi (IDN Research Institute, 2019). Jadi saat ini banyak sekali bisnis yang berbasis online.

Saat ini banyak pemuda memilih bekerja yang tidak terikat waktu dan bisa dilakukan flaksibel seperti freelance. Dari sini bisa menjadi bukti bahwa orang rebahan itu tidak hanya tidur-tiduran tanpa arti, dengan tiduran itu sebenarnya banyak hal yang bisa lakukan, di dalam diri kita. 

Yang menjawab itu semua hanyalah kemauan. Jangan remehkan usia kita saat ini, karena rebahan yang tidak ada manfaatnya itu sama saja kita tidak menghargai anugrah yang telah Allah berikan. Apa hubungannya rebahan dengan anugrah dari Allah?

Dengan kesempurnaan akal harusnya manusia menyadari bahwa hidup bukan tentang diri sendiri, melainkan bagaimana kebermanfaatan untuk orang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baiknya manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain”.

Coba melihat kondisi orang yang berada di bawah kita. Masih banyak yang belum bisa rebahan dengan nyaman, berjuang di bawah jembatan, berjuang dengan guyuran hujan. Pantaskah kita santai-santai? 

Padahal di sekitar kita masih banyak yang membutuhkan. Kita hidup itu adalah pilihan, pilihannya kamu tetap rebahan atau memulai untuk bangkit demi menciptakan suatu perubahan. Kebangkitan itu dimulai dari diri sendiri. Bagaimana caranya kaum rebahan bawa perubahan?

Ubah pola pikir 

Setiap manusia diciptakan pasti ada perannya masing-masing. Bisa diibaratkan, kita hidup seperti sandiwara. Ada yang berperan sebagai penonton yang kerjaannya tepuk tangan dan ada yang perannya menertawakan untuk menjatuhkan. 

Nasihat dari salah satu Ustaz di Indonesia, "tepukan manusia tidak membuatmu mulia, caci maki manusia tidak membuatmu hina, karena yang bisa memuliakan dan menghinakan hanya Allah saja".

Ketika muncul pertanyaan, “Kenapa hidupku seperti tidak ada gunanya”, cobalah mulai keluar dari kamar, dan saksikanlah orang-orang yang ada di sekitarmu. Saat mereka mengalami kesulitan, bantulah, maka kamu akan paham makna kebermanfaatan.

Jangan takut mencoba 

Rasa takut yang menjadikan seseorang tidak akan pernah bisa berkembang, ketakutan sebab utama seseorang kehilangan kesempatan untuk maju. Jika ketakutan ini menjadi sebab hilangnya kesempatan, kamu harus tumbuhkan keberanian untuk menciptakan suatu peluang kesempatan.

Keberhasilan atau gagal itu tidak ada digenggaman kita dan tidak bisa dikendalikan. Tapi keberanian untuk mencoba inilah berada di genggaman. 

Tugas kita hanya berusaha dan mencoba. Untuk hasil, serahkan ke Zat pengatur segala kehidupan di dunia ini.

Memahami makna hidup

Pernahkah ada pertanyaan seperti ini di dalam benak kalian, “Apa tujuan manusia ada di bumi ini?”, “Lalu tugasnya kita diciptakan itu untuk apa?”. Sudah sepantasnya ada pertanyaan semacam itu, karena dengan pertanyaan itu kita akan memikirkan dengan seksama tujuan dan tugas dari penciptaan manusia. 

Sadarilah bahwa kita diciptakan itu pasti ada alasannya. Allah telah berfirman dalam surah Az-Zariyat ayat 56, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”

Dari ayat di atas sudah jelas, bahwa kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah, hakikat kita diciptakan itu untuk menghadirkan kebermanfaatan di bumi yang telah Allah ciptakan.

Kita diciptakan juga memiliki peran, yaitu menjaga bumi ini dengan sebaik-baiknya penjagaan. Maka, rebahan itu bukan jalan untuk melaksanakan tugas yang telah diamanahkan kepada setiap manusia.  

Pastikan waktu dan umur kita digunakan untuk hal yang bermanfaat, karena kedua hal ini akan ada pertangungjawaban. Jadilah kaum rebahan yang menghasilkan suatu karya, dengan karya itu mendatangkan suatu perubahan untuk generasi kita. Tetaplah produktif walaupun dengan rebahan, rebahan sesuai porsi dengan menghasilkan kebermanfaatan untuk orang lain.