Penulis
2 tahun lalu · 166 view · 1 menit baca · Puisi 6555827423_9902184276_z.jpg

Kata-KataMu

Aku masih saja bertanya, apakah Kau menguasai semua bahasa manusia?
Maafkan aku jika lancang
Maafkan aku seakan meragukanMu
Tetapi ini tentang kelangsungan hidup ciptaanMu
Yang kini terancam karena kata-kataMu

Aku tak mengatakan ‘Engkau bukan ahli ilmu komunikasi’
Apalagi ‘Engkau bukan ahli psikologi’
Atau ‘Engkau bukan ahli politik’
Yang memilih kata tepat untuk pencitraan

Sebab bukankah Engkau adalah Alfa dan Omega?
Yang Maha Tahu bahkan sebelum kami sok tahu tentang segala hal
Ilmu komunikasi, psikologi, politik bukankah itu hal yang sangat kecil bagiMu?

Tetapi di dunia ini kami selalu meributkan tentang kata-kataMu
Menerjemahkan dari bahasa dulu ke bahasa yang kini kami gunakan
Menafsirkan dari yang terdahulu agar mudah dicerna yang sekarang
Memperdebatkan siapa yang lebih tepat menerjemahkan dan menafsirkan
Memperdebatkan kata mana yang tepat sebagai jalan menuju rumahMu

Tidak bisakah Engkau menyederhanakan semua ini?
Kami, ciptaanMu yang bernama manusia
Sekarang ini lagi sibuk-sibuknya menyederhanakan apa pun
Apa pun.

Bukankah kami akan bosan bila tentangMu tidak pernah sederhana?

Langit, yang dulunya di sana katanya Engkau berada
Kini dengan cepat kami ke sana
Ruang dan waktu yang dulu memisahkan kami
Kini dengan cepat kami terhubung

Atau jangan-jangan
Kami yang selama ini memperlebar jarak di antara kita?
Sebagaimana dulu kudengar dongeng sebelum tidur
Kami, manusia bisa ke langit dengan menunggang burung
Kami, manusia bisa berkomunikasi lewat batin

Apakah dulu Engkau dan manusia dapat berhubungan tanpa kata-kata?
Atau jangan-jangan
kata-kataMu hanya untuk mereka yang gagal terhubung?

Ah...
Ini semakin rumit
Apalagi bila dikaitkan dengan kata-kataMu
Mungkin akan semakin banyak yang tak akan terhubung

Artikel Terkait