Tentang Tuhan

Tuhan memang sastrawan,
bukan berarti dia sama dengan dengan manusia
dia adalah maha dari segala maha

dia rangkum tiap jengkal senyummu dalam catatan tanpa aksara
menyalin tatapmu dalam sajak-sajak yang lesap, lindap
membuatmu serupa diksi dalam tiap-tiap puisi meski tetap saja nisbi
menjelmakan kau sebagai nafas cerita
berkelindan harap dan khayalku

bukan,
Tuhan tidak hanya bersastra padamu..
aku pun adalah karyanya


Kopi dan Puisi

Pada pagi yang masih belia
kau adalah do'a pertama yang terbakar embun
hingga berakhir di cangkir kopiku
sebagai " kesemogaan ternikmat "

Pada sebuah kafe kau bertanya kepadaku
"Kopi apa yang paling nikmat dibibirmu?"

sembari menenggak kopi, aku menjawabmu
"Kopi yang tidak bercampur dengan air matamu"


Perjalanan Panjang

Aku mengerti sekarang,
Tubuhku sendiri menjelma puisi
tiap organnya merupa bait dan inti selnya adalah huruf-huruf yang menyusun fonem
bersekutu mengeja rasaku dalam cerpen 

sedangkan perjalanku padamu tertulis seperti novel
tiap babnya menjadi cerita kemudian tersusun menuju cinta


Karya Sastra (Tuhan) nya

pada akhirnya aku menyadari
tak perlu lah kucari karya sastra terbaik untukmu
bahkan jika itu seindah karya Shakespeare
atau sepilu kisah Tristan dan Isolde di Jerman

Akulah karya sastra itu
yang ditulis sendiri oleh tuhan
kemudian aku bertanya kepadanya tentang cinta
dia hanya tersenyum dan menghadirkanmu sebagai jawabannya
maka kan kupersembahkan diriku untukmu
sebagai karya sastra milik tuhan