Sebagai pelajar kalian pastinya melalui proses di mana pengajaran itu dilakukan oleh sorang guru di dalam sebuah lembaga pendidikan. 

Menurut kalian apa itu pendidikan?

Pendidikan merupakan sarana untuk mengantarkan seseorang kepada masa depan. Di sini peran pendidikan sangatlah penting bagi seseorang sebagai ujung tombak kesuksesan seseorang. Dalam hal itu, pendidikan berpengaruh sangat besar bagi masa depan seseorang. 

Akan tetapi, di dalam mencapai kesuksesan dengan pendidikan saja tidaklah cukup. Pendidikan bisa terlaksana apabila di dalamnya terdapat penanaman karakter yang kuat. Nah, ngomongin soal karakter yang kuat perlu kalian ketahui apa pengertian dari karakter itu sendiri. 

Karakter merupakan aspek penting bagi setiap diri seseorang. Dengan karakter, seseorang memiliki jiwa yang kuat, tekad yang kuat serta kemauan yang kuat pula. Karakter yang baik akan menghasilkan seseorang yang baik dan karakter yang buruk akan menghasilkan seseorang yang kurang baik pula. 

Perlu kita ketahui, bahwa karakter pendidikan yang kuat berasal dari jiwa-jiwa yang kuat. Oleh karena itu, bangsa yang maju ialah bangsa yang memiliki penduduk dengan karakter yang kuat khususnya bagi generasi emas nantinya. 

Seiring berjalan nya waktu, sulit bagi orang tua untuk menanamkan pendidikan karakter pada generasi muda. Sebagian besar orang tua beranggapan menyerahkan putra putri nya ke sekolah akan mendapatkan pendidikan karakter. 

Namun, anggapan sebagian orang tua ini dianggap kurang pas. Orang tua lah yang memiliki peran besar dalam pendidikan karakter dalam keluarga, masyarakat, dan kehidupan berbangsa. “Setiap orang adalah guru, dan setiap rumah adalah sekolah” (Ki Hajar Dewantara)

Sebuah kalimat yang memiliki perspektif luas dalam kehidupan berpendidikan. Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, dengan kalimat tersebut sebagai seseorang yang berpendidikan akan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Setiap orang adalah guru , artinya menjadikan tiap-tiap orang adalah tauladan, sumber menggali informasi, panutan, dan lain-lain. Dalam hal ini, pendidikan karakter mulai terbentuk dari seorang guru. Seorang guru harus mengarahkan murid-muridnya ke dalam kebaikan, sehingga terbentuk karakter seorang murid. 

Setiap rumah adalah sekolah, artinya perspektif seseorang yang berpendidikan yang menjadikan semua kegiatan di rumah adalah untuk tempat menggali informasi dan sarana pendidikan lainnya. 

Apakah pendidikan karakter merupakan hal yang baru muncul di Indonesia?

Tentu jelas tidak, pendidikan karakter sudah mulai ditanamkan oleh Ki Hajar Dewantara. Penanaman yang diajarkan Ki Hajar Dewantara yaitu budi pekerti (character), pikiran (intelect), dan tubuh anak. Ketiga hal ini sangat penting bagi penerus generasi bangsa. 

Akan tetapi pembentukan karakter pada seseorang membutuhkan waktu yang lama dan harus diajarkan sejak kecil oleh orang tua. Mungkin ada yang mengira seorang pengajar harus bisa digugu dan ditiru.

Namun, anggapan ini dianggap kurang tepat karena seorang anak diharapkan mampu berkembang sesuai kodratnya. Seperti mengajarkan sopan santun kepada yang lebih tua, mengasihi yang lebih muda, membiasakan sikap jujur, dan menegur seperlunya. 

Demikianlah yang dimaksud dengan pendidikan karakter. Dalam pendidikan karakter anak harus mendapatkan ilmu yang menyentuh dimensi kemanusiaan. Tiga hal tersebut yaitu, afektif yang tercermin pada keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kognitif yang tercermin pada kecerdasan intelektual, dan psikomotorik yang tercermin pada keterampilan. 

Melalui pendidikan karakter tersebut dapat ditanamkan sifat jujur, tanggung jawab, disiplin, kreatif terhadap pendidikan dan lain sebagainya. 

Salah satu perspektif umum pendidikan di Indonesia yaitu masih menekankan pada sisi kognitif saja. Namun perspektif lain menyebutkan, bahwa prestasi seorang anak tidak hanya dilihat dari kecerdasan intelektual saja.

Akan tetapi juga harus memperhatikan karakter seorang anak. Di antaranya, sikap jujur, tanggung jawab, empati dan lain sebagainya. Banyak sekolah yang mengalami kegagalan perspektif tersebut yang disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya, karena perkembangan teknologi yang menjadikan lingkungan keluarga, masyarakat kurang memperhatikan pendidikan karakter. 

Sebagai contoh saja, seorang anak yang mengabaikan pekerjaan rumahnya karena sibuk gamming. Di sinilah, karakter seorang anak hilang karena terkikis oleh perkembangan teknologi. 

Kewajiban kita sebagai generasi penerus bangsa sudah sepatutnya untuk menanamkan karakter yang kuat untuk masa depan. Selain hal tersebut, generasi muda saat ini sudah mulai mengabaikan karakternya. Baik sebagai makhluk beragama, sosial, ataupun individu. Disebabkan globalisasi yang mendesak semua orang untuk mengikuti trend yang ada, sehingga kurang memperhatikan pendidikan karakter yang ada. 

Saat ini memang banyak sekali krisis multidimensi yang terjadi dikarenakan kualitas moral. Mulai dari level bawah, sedang, dan level atas. 

Di sinilah peranan pendidikan karakter sebagai pengubah mental masyarakat Indonesia menjadi lebih bermoral dan berakhlak. Dengan pendidikan karakter, setiap individu akan berusaha melakukan hal- hal baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, keluarga, dan masyarakat. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengoptimalkan potensi diri dengan kesadaran, emosi, dan motivasi. 

Oleh karena itu, pendidikan karakter penting untuk membentuk kehidupan individu agar memiliki kemampuan diri menuju arah yang lebih baik. Yang mana kita tahu, generasi muda masa depan memiliki tantangan berbeda dan pastinya lebih sulit dari yang kita duga. 

Sudah saatnya wahai jiwa-jiwa muda, wahai penerus bangsa untuk tidak hanya diam saja, akan tetapi kini tiba bagi kita untuk mengubah perspektif pendidikan di Indonesia khususnya pendidikan karakter bagi generasi penerus bangsa. 

Sehingga terwujud negara Indonesia sebagai negara beragama tentunya menganut faedah yang mereka percaya dari penganutnya akan mudah mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.