2 tahun lalu · 166 view · 4 menit baca · Keluarga fb_img_1455459051924.jpg

Karakter Anak adalah Bukti Pendidikan dari Orangtuanya

Anak adalah generasi penerus dari sebuah garis keturunan seseorang yang dilahirkan untuk meneruskan sebuah perjuangan keturunannya atau bahkan membuat sebuah perubahan terhadap tanah air tempat tinggalnya dan akan membuat semua hal yang belum terjadi menjadi terjadi atau hal yang buruk menjadi hal yang lebih baik.

Tentu saja tugas sebagai generasi penerus ini bukanlah hal yang gampang dan sepele, butuh dukungan dan arahan dari orangtua yang mendidik anak tersebut untuk menjadi generasi yang berkompeten, mandiri dan independen. Orangtua adalah jembatan yang akan menghubungkan antara anak dan masa depannya, anak dan potensinya juga anak dan perkembangan karakternya.

Seorang anak yang memiliki karakter baik adalah bukti bahwa orangtua telah menjembatani anaknya. Anak akan merasa dekat dengan orangtua sebagai sahabat dekat atau orangtua yang merasa anaknya adalah sahabatnya atau malah timbul pertanyaan tentang “Apakah orangtua adalah benar-benar sahabat anaknya?”

Karakter adalah ciri yang membedakan antara A dengan B atau yang lain. Dengan karakter, seseorang akan lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh banyak orang. Sebuah karakter yang tertanam pada diri anak adalah cerminan dari karakter orangtuanya.

Karakter yang terbentuk dari diri anak merupakan sebuah bentuk dari pemberian kasih sayang kedua orangtuanya terhadap anak. Rasa kasih yang tercipta untuk saling mengasihi satu sama lain baik dari anggota keluarga atau kerabat yang lain akan menunjukan cara bagaimana untuk mengasihi.

Sedangkan sayang itu sendiri adalah akibat yang timbul pada diri anak karena sudah saling mengasihi dan rasa sayang ini menjadi pelengkap untuk saling menyayangi, melengkapi bahkan memiliki satu sama lain. Perilaku orangtua juga menjadi landasan karakter akan terbentuk dalam diri anak tersebut, perilaku yang baik akan mengajarkan anak untuk bersikap baik begitu pula sebaliknya.

Lalu bagaimana dengan perilaku orangtua saat dirinya mendapatkan sebuah masalah, apakah dia harus menyembunyikannya atau bagaimana? Tentu itu adalah urusan orangtua. Bagaimana mereka akan bersikap dewasa pada kondisi yang ada.

Perilaku menghadapi masalah ini adalah langkah awal yang akan memberikan pengajaran kepada anak bagaimana dia harus menghadapi masalah yang terjadi dengan orang luar atau masalah diluar urusan keluarga. Tanggung jawab orangtua terhadap lingkungan anak sangatlah akan menjadi pengaruh besar, mengapa?

Sebuah lingkungan adalah tempat dimana anak akan menyesuaikan diri. Dimana seseorang akan berkembang menjadi mahluk sosial sesuai dengan adat dan budaya di lingkungan itu, lalu apa yang akan terjadi jika orangtua salah menempatkan anaknya? Tentu resiko besar jika lingkungan itu adalah lingkungan yang sangat mengkhawatirkan dan meresahkan.

Berbeda dengan jika orangtua menempatkan anaknya di lingkungan yang religius atau bahkan setidaknya lingkungan yang tahu tata krama atau adab bersopan santun. Anak pasti akan lebih dominan punya rasa malu, sopan dan tidak melakukan penyelewengan pada perilaku.

Jika telah terlahir seorang anak di antara para orangtua, maka langkah cepat yang paling tepat adalah memberinya pendidikan. Pendidikan awal yang akan ditempuh anak adalah mengenai keluarga. Karena pendidikan dari orangtua dimulai sejak anak dilahirkan.

Apa yang akan pertama kali orangtua harus ajarkan? Pertama, masa pengenalan anak terhadap lingkungannya. Anak harus dikenalkan dengan lingkungan yang jadi tempat tinggalnya, hal ini sangat beresiko jika orangtua tidak mengetahui kondisi sekitar lingkungan tinggalnya, mengapa sangat beresiko?

Karena sudah pasti anak tidak akan mengetahui apa-apa karena orangtuanya saja tidak mengetahuinya, bahkan hal sepele pun seperti mengetehui nama tetangga sebelah, bagaimana kondisinya, bagaimana perilakunya, jika orangtua tidak tahu itu adalah sebuah pekerjaan paling penting yang harus segera dikerjakan.

Pemilihan tempat tinggal yang aman dan nyaman adalah penerapan pendidikan dari orangtua yang juga tidak kalah penting, dari sini anak akan belajar bagaimana cara menjaga diri. Karena dari lahir dia terbiasa dengan kondisi yang aman dan nyaman maka anakpun tidak akan terpengaruh apa-apa untuk berbuat nakal.

Berbeda dengan jika orangtua menempatkan anaknya di dalam lingkungan yang berisi preman atau pencopet dan penjahat yang lain, anak akan dengan mudah mengamati, menelusuri bahkan mengikuti alur yang sudah tercipta sejak kecil. Waktu luang keluarga untuk menambah kedekatan sangat dibutuhkan, keluarga yang telah mendidik anak dari lahir akan jelas berbeda dengan orangtua yang sama sekali tidak mendidik anaknya.

Waktu luang disini adalah waktu yang memang benar-benar tercurahkan hanya untuk keluarga, hanya untuk bermain atau bahkan sekedar berbincang menanyakan bagaimana keadaannya, bagaimana hari kemaren, atau pertanyaan bagaimana yang lain.

Dari sinilah, akan timbul rasa kepedulian juga rasa menghargai dari orangtua yang memang diberikan untuk anaknya. Seorang anak pasti akan mengetahui dan paham betul sikap apa yang sedang diberikan atau sedang ditunjukkan kepadanya. Mereka akan cenderung paham bagaimana cara untuk saling menyayangi, mengasihi, menghargai, dan menghormati sesama.

Jadi, sudah tidak diragukan lagi. Keluarga adalah pendidikan utama untuk anak. Anak juga harus dibekali wawasan yang lebih, ilmu pengetahuan yang semakin berkembang dan berpengaruh besar terhadap kehidupan dan juga revolusi peradaban manusia.

Hal ini diperlukan, karena seorang anak adalah calon penerus bangsa. Calon pemimpin, harus piawai dalam bersopan santun alias bertata krama. Penerus bangsa yang ideal juga tahu bagaimana ilmu pengetahuan dan tahu cara mempraktekannya dengan benar, menempatkannya dengan adil.

Pendidikan moral ini sangatlah mendukung karakter seorang anak agar lebih dewasa dan mempunyai pemikiran global yang nasionalis terhadap bangsa tempat kelahirannya. Pendidikan moral ini dapat diperoleh dari bangku sekolah sampai kuliah, atau bahkan dengan kegiatan religi seperti mengkaji kitab. Tinggal siapa yang akan berperan lebih setelah keluarga dalam mengembangkan pendidikan moral ini, tentu bukan pihak yang sembarangan. Harus ada tenaga pendidik yang handal, kreatif dan inovatif.

Anak adalah generasi penerus, apabila mereka dibiarkan dan tidak terurus maka sebuah bangsa pasti akan terlihat semakin tidak mulus. Banyak cara yang bisa kita lakukan, pihak pertama dan yang paling utama adalah keluarga. Keluarga akan selalu menjadi penyumbang terbesar karakter anak yang dimulai dengan memberikan edukasi di dalam lingkungan keluarga yang selanjutnya akan dibebankan untuk menjadi penerus bangsa tercinta ini.