Siswa SMA Tunas Daud
1 bulan lalu · 56 view · 4 menit baca · Politik 82158_25542.jpg
https://id.pinterest.com/pin/525373112754935588/

Kapten Joko Widodo
Dari Rakyat Untuk Rakyat

Tahun 2019 bisa disebut tahun politik walaupun etnis Tionghoa tahu bahwa tahun 2019 merupakan tahun babi tanah. Di tahun ini, banyak masyarakat yang politis, sadar politik, dan sok tahu politik saling beradu pendapat siapa yang cocok menjadi nahkoda kapal NKRI ke-8.

Mengenai sosok siapa yang pantas menjadi nahkoda kapal NKRI ke-8, tentu saja segala cara akan dilakukan oleh orang-orang yang menganggap sebagai awak dari masing-masing nahkoda. Maka beredarlah peribahasa “Anda sopan, kami curiga”.

Mengikuti arus, terkadang setiap orang mempercayai dan tidak menyaring info dengan benar. Juga merasa harus menjatuhkan lawan kapten dengan hal-hal yang belum tentu benar adanya. Padahal alangkah baiknya mencari tahu sosok dan kepribadian kapten. Toh kebencian terjadi atas dasar ketidak tahuan. 

Walau kenal, belum tentu sayang.

Maka jangan dulu berprasangka jika anak memilih si A, maka orang tua si anak sudah pasti adalah pemilih si A juga. Kita harus tahu bahwa salah satu fungsi laten lembaga pendidikan adalah mengurangi pengendalian orang tua terhadap anak-anaknya. Jadi, wajar saja jika ada konflik rumah tangga di tahun pemilu seperti ini.

Alangkah baiknya sebelum memilih, paling tidak pemilih telah tahu program yang ditawarkan dan latar belakang kandidat.  Caranya bisa dengan memperbanyak mengobrol dan diskusi dengan orang yang tepat tentunya. Usahakan untuk melakukannya dengan pihak yang netral dan jangan baper saat topiknya sudah mulai menyinggung perasaan.

Namun itu semua kembali lagi kepada si calon nahkoda tersebut. Apakah calon nahkoda tersebut layak dan pantas untuk memimpin perjalanan selama 5 tahun? Dan disinilah pertanyaan yang paling sering mengganggu tidur para politikus. Apakah kapten Joko Widodo masih layak dan kuat untuk tetap memimpin kapal NKRI 5 tahun kedepan?

Tentu saja. YA! Kapten Joko Widodo tentu saja masih sanggup dan mampu untuk terus mengemban tugas mulia ini. Ia tetap pantas menjadi kapten ke-8 didalam sejarah Kapal NKRI. Mengapa bisa demikian?

Ditinjau dari misi nya Kapten Joko Widodo, misinya yang pertama. Kapten Joko Widodo ingin meningkatkan sumber daya manusia. Tentu saja hal ini sangat berguna karena seorang kapten yang hebat tentu membutuhkan awak kapal yang juga hebat. Jika berat satu sisi, maka akan merugikan sisi yang lain.

Hal ini bisa terwujud dengan salah satu program kapten yaitu membangun infrastruktur Indonesia. Terlihat dari banyaknya daerah wisatawan yang diperbaiki estetika alamnya sehingga menciptakan lapangan pekerjaan pariwisata untuk masyarakat sekitar. 

Hal ini dapat menyebabkan Indonesia memiliki ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing dikarenakan para awaknya Kapten Joko Widodo memiliki perekonomian yang baik.

Jika memiliki perekonomian yang baik, tentu saja perekonomian akan mencapai bahkan melewati batas standar. Maka secara tidak langsung akan tercapainya pembangunan yang merata dan berkeadilan karena telah memiliki standar hidup yang tinggi.

Jika sudah begini, tentu saja akan menimbulkan lingkungan hidup berkelanjutan dan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa.

Salah satu program Kapten yang terkenal adalah OTT atau Operasi Tangkap Tangan. Yang dalam pelaksanaannya. Cara kerja program ini tidak jauh berbeda dengan progam TV salah satu televisi swasta, yaitu menangkap basah para pelaku koruptor setelah dilakukannya aksi pemantauan. 

Apakah program ini berhasil menumpas para koruptor? Tentu saja tidak semenjak adanya Perma 8 tahun 2016

Mengapa menangkap koruptor saja memerlukan izin yang prosedurnya begitu rumit sedangkan menangkap basah Vanessa Angel yang boleh dikatakan tidak merugikan negara perlu seheboh itu? Mengapa harus takut terhadap Operasi Tangkap Tangan jika memang tidak bersalah?

Misi ke-6 tentu membutuhkan kerja sama dari para awak dan Kapten Joko Widodo. Jika hal ini didukung penuh oleh para awak Kapten Joko Widodo, tentu saja hal ini akan berdampak hingga ke misi ke-7, 8, dan 9.

Ditinjau dari segi visi dan misinya, kurang apa lagi Kapten Joko Widodo? Jika diperhatikan, misi-misi tersebut memberikan domino effect kepada misi selanjutnya. Tentu saja hal ini telah direncanakan dengan sangat matang sehingga dapat dipegang teguh tanpa menginginkan sebuah perubahan rencana.

Dari segi bukti? Kurang bukti apa lagi yang menunjukan bahwa Kapten Joko Widodo adalah seorang yang dari rakyat dan untuk rakyat? Kapten Joko Widodo sangat suka ikut hadir ditengah-tengah masyarakat melakukan blusukan untuk memantau dan mengetahui permasalahan yang terjadi pada masyarakat secara langsung.

Ketika orang membutuhkannya, Kapten Joko Widodo tidak menghilang. Ia juga sangat suka meladeni para wartawan di setiap kesempatan. Bahkan Kapten Joko Widodo tak jarang ikut turut selfie bersama awak kapal yang beliau temui.

Kapten Joko Widodo juga selalu menanamkan sifat jujur yang menjadi salah satu ciri khasnya. Ia suka berbicara apa adanya tanpa menambahkan atau dikurangkan dan mengada-ada. Sopan juga menjadi ciri khas Kapten Joko Widodo. Ia selalu bersifat sopan terutama dalam berbicara.

Sederhana yang dimiliki Kapten Joko Widodo adalah hal yang menjadi ikon dari rakyat dan untuk rakyat yang menggambarkan Kapten Joko Widodo seutuhnya. Ia menyukai kaos oblong, kemeja kotak-kotak juga sepatu kets yang merupakan produk dalam negeri. Hal ini membuktikan Kapten Joko Widodo dapat menyatu dengan awak Kapal NKRI.

Apalagi yang perlu diragukan? Kerja nyata yang dikerjakan oleh Kapten Joko Widodo cukup membuktikan bahwa ia pantas menjadi kapten kapal NKRI selama 5 tahun lagi. Namun jangan mengikuti arus yang dengan hanya mengikuti apa kata orang! Juga jangan menjadi apatis dengan masuk kedalam golongan putih! 

Jadilah orang yang merdeka yang bisa mempergunakan hak suaranya dengan bangga!