Apakah kalian gemar berbelanja online? Saya yakin kalian adalah orang yang gemar berbelanja online. Karena sejujurnya saya juga, bagi saya berbelanja online sangat menyenangkan dan seru.

Bahkan dulu setiap minggu, pasti ada saja paket yang datang ke rumah saya. Sesering itu saya dulu berbelanja online, sampai abang kurir sangat hafal kepada saya. Karena bagi saya berbelanja online sangat healing.

Saat ini banyak e-commerce yang menyediakan banyak promo. Seperti promo gratis ongkos kirim dan potongan harga barang yang terbilang cukup gila. Dengan melihat promo saja kita sudah langsung tergoda.

Contohnya saja ketika event tanggal kembar, yaitu 12.12. Banyak e-commerce yang menawarkan promo besar-besaran. Bahkan potongan harga dan cashback sebesar 100%. Sangat gila bukan?

Saya sendiri ketika ada event 12.12 memesan banyak barang. Pasalnya potongan harga saat itu sangat besar, jadi sangat sayang untuk dilewatkan. Selain itu, saya juga mendapat barang dengan harga Rp. 99,00. Sangat menyenangkan.

Pilihan produk yang disediakan di e-commerce sendiri banyak dan beragam. Kita sangat mudah untuk menemukan barang yang kita cari. Biasanya, kisaran harga barang yang dijual di e-commerce juga relatif lebih murah dibandingkan dengan offline store.

Selain menjual barang, banyak juga e-commerce yang menawarkan jasa. Seperti jasa pemesanan tiket kendaraan umum, pemesanan hotel, dan lainnya. Selain itu, di e-commerce juga bisa untuk membayar pulsa, kuota, dan listrik.

Contoh e-commerce yang ada di Indonesia contohnya Shopee, Tokopedia, Lazada, dan masih banyak lainnya. Sangat melimpah bukan? Kita hanya perlu memilih saja e-commerce apa yang akan kita gunakan.

Berbelanja online tentu saja sangat mudah dan menyingkat waktu. Apalagi fitur-fitur yang ada di e-commerce sangat membantu bagi pengguna. Kebijakan yang mereka berikan juga sangat memuaskan.

Ketika berbelanja online, kita hanya perlu memilih barang apa yang akan kita beli. Lalu,  barang yang kita pesan akan datang ke rumah kita tanpa perlu repot-repot ke luar rumah. Kita hanya perlu duduk manis sambil menunggu pesanan datang.

Dengan berbelanja online, kita tidak akan untuk keluar rumah. Apalagi di masa pandemi seperti ini, cukup membantu kita dalam upaya pencegahan pandemi covid-19. Sebuah tindakan yang tepat untuk dilakukan.

Namun terlepas dari seluruh manfaat belanja online, ternyata ada juga loh dampak negatif yang ditimbulkan. Apalagi bagi orang yang kecanduan berbelanja online. Seperti saya pada saat itu.

Lalu, bagaimana sih seseorang bisa dikatakan kecanduan berbelanja online? Gampangnya bahwa seseorang akan terus berbelanja walau tidak membutuhkan barang yang dibeli. Dia akan merasa aneh kalau tidak terus berbelanja online.

Mereka juga selalu memikirkan untuk berbelanja online. Mereka menjadi gelisah ketika tidak dapat berbelanja online. Bagi mereka, berbelanja online adalah satu-satunya yang dapat membuat hidup mereka lega dan tenang.

Sama seperti yang saya rasakan dulu ketika awal pandemi. Saya terus membuka e-commerce dan melihat barang-barang yang menarik. Saya selalu berpikir untuk berbelanja online dan membeli barang.

Sejujurnya, hal tersebut cukup berdampak negatif pada diri saya. Saya sering merasa tidak konsentrasi saat belajar, karena terus memikirkan belanja online. Dengan membeli barang yang tidak perlu, tabungan saya juga cukup terkuras.

Sebenarnya, dampak negatif yang timbul akibat berbelanja online sangat berbahaya. Bahkan dampak tersebut dapat mengganggu mental kesehatan kita sendiri. Hal itu cukup perlu menjadi perhatian khusus.

Lalu, ada tidak sih cara agar seseorang bisa berhenti dari kecanduan berbelanja online? Di sini saya akan menerangkan sedikit cara saya sendiri dalam memberhentikan diri agar tidak kecanduan berbelanja online.

Yang pertama adalah dengan menghapus aplikasi e-commerce yang ada di handphone. Langkah ini saya lakukan tidak terlalu lama, sekitar satu bulan. Saya hanya perlu memastikan diri sendiri untuk mulai terbiasa tidak membuka aplikasi e-commerce.

Hasilnya dari langkah tersebut cukup baik bagi saya, walaupun awal-awal masih cukup terpikir di otak saya. Dengan tidak membuka aplikasi e-commerce selama sebulan, saya merasakan bahwa saya tidak berpikiran untuk berbelanja online lagi.

Yang kedua yaitu dengan mencari kesibukan lain. Hal yang biasa saya lakukan ketika tiba-tiba ada rasa ingin berbelanja online adalah dengan melakukan aktivitas yang bermanfaat. Contohnya menyapu rumah dan mencuci piring sambil mendengarkan musik.

Hindari membaca buku ketika ada keinginan untuk berbelanja online. Karena pengalaman saya, isi buku yang dari kita baca tidak akan masuk, karena tetap saja terpikir untuk berbelanja online. Dapat juga healing dengan keluar rumah, agar pikiran kembali tenang.

Itulah cara saya dalam menjadikan diri saya agar tidak kecanduan berbelanja online lagi. Hasilnya sangat bagus bagi saya, saya tidak lagi kecanduan berbelanja online. Walaupun terkadang muncul rasa ingin belanja barang-barang lucu, tapi saya bisa mengatasinya.

Sebenarnya berbelanja online tidak salah, namun bagaimana cara kita dalam menyikapinya agak tidak berdampak negatif. Beli saja barang yang kita perlukan, jangan membeli barang yang tidak diperlukan. Lalu ingat, bahwa mendapat uang itu tidak mudah.

Kita jangan mudah tergiur oleh promo-promo yang ada. Walaupun barang tersebut sedang promo tapi kita tidak membutuhkannya, jangan dibeli. Lebih baik uangnya dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih penting atau bisa juga ditabung.