Kaget, mendengar cerita dari saudara angkat saya, reaksi saya sangat shok saat saya mengetahui kebenarannya kalau anaknya dijadikan sebagai alat eksploitasi. Antara benar atau tidak itu lah yang terbersit dipikiran saya, yang selama ini saya hanya menonton di sinetron atau berita televisi di kota besar lain maupun negara lain. Sekarang saya mengalami sendiri yaitu pada keluarga saudara angkat saya.

Kejadian ini terjadi dari 6 tahun yang lalu, adik kandung dari keluarga angkat saya merupakan tante dari anak yang di eksploitasi dengan tega menjadikan ponakan kandung sebagai alat untuk memperoleh jumlah uang yang banyak.

Berawal kenalan melalui media sosial Anggi mengenal seorang jutawan kaya dari negara B melalui akun Facebook, Anggi sendiri seorang ibu rumah tangga dengan status bersuami dan sudah mempunyai beberapa orang anak. Anggi mulai menjalankan aksinya, hubungan nya dengan jutawan dari negara B terus berjalan mulus ditambah lagi dengan ada dukungan dari suaminya sendiri. Anggi mengaku seorang janda yang tinggal sebatang kara, semua keluarganya meninggal akibat bencana alam yang pernah menimpa daerah asal Anggi.

Anggi yang memiliki kulit putih, wajah cantik mirip warga Tionghoa membuat semua laki-laki akan menyukai nya. Seiring berjalannya waktu sang jutawan mulai tertarik sama Anggi, mereka bersepakat untuk membuat sebuah pertemuan. Sang jutawan juga menyuruh Anggi untuk ke Negara B dengan memfasilitasi semua yang Anggi butuhkan untuk berangkat. Anggi menceritakan niat sang jutawan kepada suaminya, si suami mendukung penuh rencana Anggi asalkan si suami ikut serta ke Negara B.

Anggi mengurus semua kelengkapan keberangkatan ke negara B seperti pasport dan lainnya. Anggi juga mengurus pasport buat suaminya dengan biaya dari sang jutawan, setelah semua pengurusan surat-surat selesai Anggi beserta suami berangkat ke negara B. Tiba di negara B, suami Anggi memilih penginapan/ hotel yang berbeda dengan Anggi. Setelah kedua pasangan itu aman dengan hotel mereka masing-masing, Anggi menghubungi sang jutawan untuk ketemu disebuah hotel yang berada di suatu kota di negara B tersebut.

Perkenalan dari akun Facebook yang semula hanya dunia maya berakhir dengan suatu proses yang indah dan kesuksesan buat Anggi, sekarang mereka sudah saling jumpa. Anggi dan sang jutawan mulai bersenang-senang tanpa ada beban perasaan dari keduanya, awal pertemuan Anggi hanya seminggu di negara B. Pertemuan seperti ini terulang lagi setiap beberapa bulan hingga mereka melakukan hubungan layaknya suami istri yang sah seperti hal yang biasa saja.

Di daerah asal Anggi, dimana kaka kandung dari Anggi yaitu Alika sedang hamil anak ketiganya, Alika tinggal di kota yang berbeda dengan Anggi. Jarak tempuh yang lumayan jauh dari tempat Anggi tinggal, hubungan Anggi dan Alika terhitung harmonis layaknya saudara kandung biasa. Anggi berkunjung ke rumah Alika seperti biasa, bahkan ketika Alika hamil Anggi lebih sering main ke tempat Alika. Tidak ada sedikitpun kecurigaan antara kakak beradik itu, Alika begitu senang dengan kehadiran Anggi ke rumahnya.

Selang beberapa bulan Anggi memberi kabar kepada sang jutawan kalau dia sudah hamil, ia mengaku kalau itu merupakan anak dari hasil hubungan gelap mereka. Alika pun sudah mulai beralasan kalau dia tidak bisa sering-sering datang ke negara B karena kondisi lagi hamil, sang jutawan pun memaklumi hal tersebut.

Sang jutawan tidak melepas tanggung jawab kepada Anggi, karena Anggi sedang mengandung janin dari hubungan mereka. Tiap bulannya sang jutawan mengirimkan biaya hidup hingga biaya penambahan gizi buat ibu hamil yang di transfer setiap bulannya ke rekening Anggi. Anggi tidak pernah merasa kekurangan bahkan hidupnya menjadi lebih benafit.

Sembilan bulan kemudian Alika merasa dirinya akan melahirkan tepatnya pada tahun 2016, diapun segera berangkat ke klinik bersalin didampingi oleh suaminya. Alika tidak lupa memberi tahu keluarganya yang lain di kampung. Ibu beserta kakak tertua Alika datang ke klinik tersebut. Ternyata Anggi juga berada di klinik itu, dia sedang merencanakan aksinya untuk bisa meyakinkan si jutawan. Semua keluarga sedang berada diruang tunggu sambil menunggu kelahiran bayi ke tiga Alika.

Tidak lama kemudian terdengar seorang tangisan bayi, seorang bayi laki-laki yang lucu dan ganteng telah lahir ke dunia dengan sehat dan selamat. Bayi itu juga memiliki kemiripan dengan Anggi adiknya Alika. Anggi mulai menjalankan aksinya, dia sengaja membuat skenario sambil menggendong ponakannya itu yang baru dilahirkan Alika seakan-akan Anggi juga baru usai melahirkan.

Anggi mulai membuat video dan foto bareng dengan bayi Alvaro, dia segera memberi kabar ke sang jutawan kalau dia sudah selesai persalinan. Anggi meng-upload fotonya bersama bayi Alvaro. Sang jutawan merasa senang, sedikitpun tidak ada kecurigaan sama Anggi. Anggi terus mendapat transferan biaya hidup untuk dia dan bayi palsunya itu. Anggi dengan lihainya berbohong ke sang jutawan kalau Alvaro itu anak dari hubungan gelap mereka. Sedang kenyataannya bayi Alvaro adalah bayi kakak nya sendiri.

Seiring waktu berjalan bayi Alvaro mulai tumbuh hingga merangkak, berjalan hingga sampai bisa berlari. Anggi masih saja memanfaatkan situasi untuk mendapatkan transferan, walau uang itu digunakan hanya untuk kebutuhan dia dan keluarganya. Selama bayi Alvaro lahir Anggi sudah jarang ke Negara B, tapi sang jutawan selalu mengirimi Anggi biaya buat Alvaro. Alvaro sudah beranjak umur 4 tahun dimana dia sudah harus masuk ke Taman Kanak-kanak, Anggi juga memanfaatkan peluang untuk meminta uang banyak sama sang jutawan. Karena merasa tanggung jawab akan putranya yang jauh, sang jutawan mengirim lagi biaya buat sekolah Alvaro.

Anggi sering membeli beberapa pakaian yang bagus dan jajanan-jajanan buat Alvaro serta dibawa jalan-jalan ke Mall. Bagi Alika sedikitpun tidak menaruh rasa curiga akan adiknya Anggi, wajarlah seorang tante berbuat demikian terhadap ponakannya sendiri. Alvaro sudah pandai berbicara dan bermain lepas.

Sedangkan dari negara B, sang jutawan berkeinginan untuk bertemu langsung dengan putranya yaitu Alvaro. Anak dan istri sah sang jutawan sudah mulai curiga akan kelakuan sang jutawan, mereka melihat banyak bukti transferan yang keluar dari uang perusahaan. Sang jutawan pun mengakui kalau dia punya anak dari simpanannya yang berada di negara A. Istri beserta anak sang jutawan pun akhirnya memaklumi kelakuan sang jutawan. Mereka pun mulai meminta si anak yaitu Alvaro untuk dibawa ke Negara B.

Sang jutawan mengutarakan keinginan keluarganya kepada Anggi untuk mengajak Alvaro jalan-jalan ke negara B, alasan pandemi Covid 19 menyelamatkan Anggi dari kebohongan. Sang jutawan juga meminta Anggi untuk video call langsung sama Alvaro. Anggi selalu beralasan kalau Alvaro lagi main, sehingga Anggi hanya VC dari jarak jauh saja seolah-olah Alvaro sedang tidak ingin diganggu.

Kecurigaan keluarga sang jutawan semakin bertambah, akhirnya Ditta anak sang jutawan mencari tahu akan Alvaro. Ditta melacak akun Facebook Anggi serta melihat satu persatu teman- teman Anggi. Usaha Ditta membuahkan hasil, dia mendapatkan satu akun Facebook yang didalamnya berisikan foto-foto Alvaro bersama orang lain yang hampir mirip dengan Anggi. Ditta langsung mengirim chat melalui masengger akun facebook tersebut.

Tanpa basa-basi Ditta langsung menyerbu dengan bermacam pertanyaan ke akun tersebut, ternyata akun facebook itu merupakan akun kakaknya Alvaro. Delia, kakak Alvaro yang baru menduduki bangku SMA merasa aneh dan binggung akan bahasa chat dari orang yang tidak dikenal dengan kata-kata yang tidak pantas. Delia langsung menunjukkan chat tersebut kepada Alika yang juga mamanya Alvaro, inti dari chat tersebut hanya ingin mencari kebenaran siapa sebenarnya Anggi dan Alvaro.

Melihat isi chat tersebut Alika langsung mengklarifikasi sendiri tentang apa yang sebenarnya terjadi. Alika mulai mengajak Ditta untuk berbicara baik-baik meskipun melalui messenger. Ditta menceritakan juga awal kejadian ini terjadi, dimana Anggi mengenal sang jutawan yaitu papinya Ditta melalui media sosial. Papi tipe laki-laki yang punya banyak simpanan, jika simpanannya itu hamil dia selalu memberikan uang untuk menggugurkannya. Entah mengapa papi tidak berhasil membuat Anggi untuk menggugurkan kandungannya, yang ternyata hamil palsu itu. Hingga ketika bayi Alvaro lahir Anggi mengaku itu anaknya bersama papi. Karena papi merasa itu darah dagingnya papi selalu mengirim uang untuk kebutuhan Alvaro setiap bulannya.

Mentransfer uang secara rutin membuat Ditta dan maminya curiga, dengan bukti-bukti transferan tersebut sang papi akhirnya berkata jujur akan kejadian sebenarnya. Sang jutawan mengaku kepada istrinya dan anak-anaknya, dia punya simpanan dari negara A yang telah melahirkan anak dari hubungan gelap. Karena rasa tanggung jawab yang dimiliki oleh keluarga sang jutawan Anggi masih mendapat biaya hidup yang dikirim oleh istri jutawan setiap bulannya ke rekening Anggi.

Dia menceritakan kalau Alvaro itu anak kandungnya. Alika meng-upload foto keluarga mereka lengkap dengan Alvaro juga. Alika meminta maaf akan kelakuan adiknya yang telah tega menipu keluarga jutawan selama enam tahun berjalan. Alika sendiri tidak menyangka Anggi adik kandungnya sendiri tega berbuat perbuatan sehina itu. Ponakannya sendiri di eksploitasi demi mendapatkan uang dengan jumlah besar selama enam tahun lamanya. Alika juga tidak tinggal diam, dia langsung memberi tahu seluruh keluarga besarnya akan perbuatan Anggi selama ini.

Zaman sekarang ini setiap orang tua harus lebih berhati-hati akan orang-orang disekitarnya baik itu tetangga, teman dekat dan keluarga sendiri. Kadang- kadang niat jahat itu muncul seiring dengan adanya kesempatan.

Kisah ini diangkat dari dunia nyata nama tokoh hanyalah samaran saja[CeZA]

Penulis