Tak terasa waktu terus berjalan begitu cepat. Hari demi hari terlewati tanpa adanya kamu. Menggenggam erat kenangan yang pernah dilewati bersama . kamu tak pernah hilang di memori ingatanku. Wajahmu , senyummu, dan tawamu masih teringat jelas di pikiranku. Betapa manisnya senyummu ,yang akhirnya membuat aku  jatuh cinta padamu. 

Pernah kita lalui bersama pahit manisnya cinta. Memang banyak orang berkata, cinta di usia remaja adalah cinta monyet. Hanya untuk kesenangan saja , tidak untuk ke jenjang yang serius. Tetapi bagiku tetap saja dianugerahi perasaan sayang dan cinta adalah hal yang membuat hidupku bahagia. Apalagi menjalin hubungan lebih sekedar teman denganmu, adalah hal yang paling berkesan bagiku.

Canda, tawa, dan luka pernah kita lalui bersama. Menelusuri jalanan di sore hari dan bercengkerama bersama. Membahas seputar pendidikan, percintaan, bahkan menggosip teman pun pernah dilakukan. Memang sangat asyik ketika bergurau denganmu, kehidupanku terasa lebih menyenangkan untuk dijalani. Beban hidup yang terasa berat menjadi lebih ringan ketika bersamamu.

Betapa sayangnya diriku kepadamu. Semua hal yang engkau lakukan terasa begitu menarik dimataku. Tidak pernah rela aku melepasmu jika kamu pergi. Entah itu pergi karena perempuan lain atau pergi karena bosan kepada diriku. Karena kamu penyemangat hidupku setelah kedua orang tuaku. 

Tetapi sekarang tidak akan terulang lagi cerita indah bersamamu. Harapan untuk selalu bersamamu telah lenyap seketika ditelan bumi. Kamu pergi begitu saja dalam sekejap. mengingkari janji untuk terus bersamaku, menemani hariku-hariku dikala  gundah maupun Bahagia.

Sore itu sebelum kamu benar-benar pergi ,kita masih saling bercakap melalui sms. Saling tersenyum karena membaca isi sms. Dan kala itu kamu berpamitan padaku untuk pergi keluar rumah. Tak mengira pamitan untuk pergi adalah pergi tak Kembali ke rumah orang tuamu lagi. Kamu ternyata pergi untuk pulang ke sisi Tuhan. 

Memang takdir Tuhan tidak pernah bisa diubah. Ketika Tuhan sudah menghendaki kamu untuk pulang , malaikat akan menjemputmu. Begitu tragis kamu  meninggalkan dunia ini. Kecelakaan yang dialami kamu membuat nyawamu keluar dari ragamu. Meninggalkan keluarga, teman, dan aku di sini.

Begitu sesak dan sakit hati ini Ketika mendengar kabar kepergianmu. Tak pernah sekalipun terpikirkan olehku kamu akan pergi selamanya. Meninggalkan semua kisah yang sudah kita jalani bersama. Kepergianmu membuat aku terpuruk dan hancur seketika. Tanpa ada kata sepatah apapun kamu meninggalkanku untuk selamanya. 

Melihat tubuhmu terbalut kain putih, membuat badanku seketika lemas. Menahan tangis sekaligus sakit hati yang luar biasa. Diam tak bergerak, dan darah segar yang masih mengalir di kepalamu ketika kamu disholatkan, membuatku tak kuasa menahan tangis. Aku menangis sekencang-kencangnya menyebut namamu. Memintamu untuk terbangun Kembali seperti semula. Hal bodoh yang kupinta kala itu, takkan membuatmu hidup Kembali.

Setelah satu hari kepergianmu rasanya dunia hampa. Aku seperti orang stres dengan muka kusut, kusam, dan pakaian yang acak-acakan. Setiap hari tak henti-hentinya menangisi kepergianmu. Begitu sulit untuk tidak meneteskan air mataku karena kepergianmu. 

Rasanya tidak akan pernah ikhlas akan kepergianmu. Aku selalu menyalahkan takdir Tuhan yang membuat kamu hilang dari sisiku.  Sering kali bertanya , ”Mengapa tuhan begitu jahat kepadaku, apa aku tak berhak Bahagia?”. Entahlah mungkin memang jalan terbaik yang diberikan tuhan kepadaku.

Hari terus berlalu, tetes air mataku karena kepergianmu sedikit demi sedikit berhenti. Sahabatku yang selalu menghiburku dan menemaniku membuatku kuat. Mencoba untuk berdiri Kembali walaupun hati rapuh dan berantakan. Semangat dari orang tuaku dan sahabatku tak henti-hentinya mengalir. Bersyukur aku mempunyai mereka yang selalu menemaniku, hingga membuatku perlahan  bangkit Kembali. 

Sebulan berlalu setelah kepergianmu yang menyisakan duka begitu dalam bagiku. Aku berhasil tegar kembali dan bangkit seperti semula. Mulai tersenyum kembali menutup luka dalam yang membekas. Menyadari perjalanan hidupku masih Panjang, belum usai sampai di sini hanya karena kepergianmu. Menghapus kesedihan yang membuat diriku tak berdaya. Menyambung cerita kembali walaupun tak lagi denganmu.

Waktu terus berjalan , hari dan bulan pun ikut berganti. Hati yang hancur utuh kembali seperti sedia kala. Senyumanku yang dulu palsu hanya untuk menutup luka saat ini tulus kembali. Semangat yang ada pada diriku hadir kembali. Semua terasa indah kembali ketika hati berhasil mengikhlaskan kamu. 

Aku berhasil berada di titik ini karena dorongan dari sahabatku dan kemauan dari diriku untuk bisa sembuh dari luka. Jika ada kemauan untuk mengubah agar lebih baik lagi pasti Tuhan memberikan kelancaran di setiap prosesnya. Aku percaya, kamu pun tak mau aku selalu menangisimu yang sudah Bahagia disurga. Kamu pasti ingin aku selalu tersenyum bahagia seperti sedia . Selalu tegar berdiri seperti batu karang yang dihantam ombak.

Seandainya kamu masih ada di sini pasti tak akan habisnya kita membuat cerita baru sembari menelusuri jalanan dari malam hingga pagi.  Sampai saat ini hati masih menutup rapat untuk tidak menerima cinta yang lain. Hatiku masih setia menjaga cinta yang kamu tinggalkan. Bersyukur diriku dapat merasakan kebahagiaan karena cinta yang kamu berikan walaupun hanya sesaat. 

Kamu memilih diriku sebagai kekasih terakhirmu dari sekian banyaknya perempuan yang menyukai kamu. Akan selalu terjaga cinta darimu dan kenangan bersamamu. Berjanji takkan melupakanmu walaupun kelak aku akan menikah dengan lelaki yang lain. Terima kasih atas segalanya dan tenanglah di surga sayang, I love you.