Di zaman sekarang ini, berwisata merupakan sebuah kebutuhan yang mendasar bagi setiap orang. Dengan kegiatan wisata, orang-orang dapat menyegarkan kembali pikiran dan menghilangkan kepenatan akibat aktivitas sehari-hari. Pergi beriwisata tidak harus mengunjungi tempat mewah atau bahkan ke luar negeri. Berwisata di dekat rumah atau hanya sekadar pergi ke luar kota dapat menjadi alternatif berlibur singkat.

Kota yang sering menjadi tujuan untuk berwisata adalah Malang. Sudah tidak asing lagi di telinga kita bahwa Kota Malang memiliki beragam jenis wisata, mulai dari wisata budaya hingga wisata perkampungan seperti Desa Wisata Pujon Kidul, Kampung Pelangi Jodipan dan Kampung biru. Oleh karena itu, julukan kota wisata memang tepat disematkan pada Kota Malang.

Salah satu destinasi wisata yang baru di Malang adalah Kampung Heritage Kajoetangan yang berada di tengah Kota Malang. Kampung ini diresmikan pada tahun 2018.

Destinasi  ini memiliki ciri khas berupa deretan rumah dengan arsitektur kolonial Belanda dan hal-hal yang berbau masa lalu. Dengan konsep suasana masa lalu, tidak mengherankan jika mulai dari rumah, perabotan, aksesori hingga suasana di kampung tersebut sangatlah berasa suasana tempo dulunya.

Kampung Heritage Kajoetangan terletak di Jalan Basuki Rachmat Gang VI, Kauman, Klojen, Malang, Jawa Timur. Kampung ini berdekatan dengan banyak objek wisata di Malang seperti Alun-alun Malang, Masjid Agung Jami’, dan Kampung Pelangi Jodhipan. Untuk masuk ke kampung ini, ada beberapa gapura yang dapat dilewati karena tempat ini berada di pinggir jalan raya sehingga memudahkan pengunjung untuk masuk.

Tempat ini buka mulai pukul 07.00-19.00 WIB, sementara hari Sabtu sampai Minggu 06.00 -19.30 WIB. Masuk ke Kampung Heritage Kajoetangan, pengunjung hanya perlu membayar uang sejumlah Rp5.000,00 saja yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat. Dengan harga tersbut, kita akan mendapatkan sebuah postcard atau kartu pos yang bernuansa vintage. Selain itu, kita juga mendapat denah kampung ini agar tidak bingung saat mencari spot foto karena wilayahnya yang sangat luas.

Waktu yang tepat untuk datang ke tempat ini adalah pagi atau sore hari karena pengunjung tidak perlu takut terpapar sinar matahari. Karena tempatnya yang berada di perkampungan dan dihuni warga, jangan lupa untuk selalu sopan dan menyapa warga sekitar serta menjaga segala bentuk properti yang ada milik warga.

Ada sekitar 30 titik yang dapat dijadikan spot foto di lokasi ini. Pada beberapa rumah tua peninggalan zaman kolonial Belanda terdapat sebuah plakat yang menandakan kapan rumah tersebut berdiri, siapa pemilik pertamanya serta sejarah mengenai rumah tersebut yang dipasang di depan rumah. Walaupun rumah-rumah tersebut berdiri sejak zaman kolonial Belanda, namun bangunannya masih berdiri kokoh dan terawat.

Selain rumah kuno, ada beberapa objek yang dapat dijadikan tempat berfoto pengunjung.  Tembok rumah milik warga dilukis seperti street art yang dapat dijadikan objek berfoto yang menarik untuk pengunjung. Beberapa barang kuno juga dipamerkan di pinggir jalan yang bersebelahan dengan tempat duduk untuk beristirahat pengunjung. 

Selain objek berfoto, di tempat ini juga ada taman dolanan yang meyediakan mainan masa kecil agar dapat membuat pengunjung sedikit bernostalgia dengan masa kecilnya. Terdapat beberapa permainan tradisional seperti engklek, congklak, gobak sodor, dan dam-dam yang tersedia untuk dimainkan oleh pengunjung.

Bila pengunjung ingin masuk ke dalam rumah penduduk untuk berfoto, ada biaya tambahan sebesar Rp10.000,00. Selain untuk berfoto, pemilik rumah juga dapat menjawab pertanyaan yang ditanyakan pengunjung mengenai sejarah ataupun arsitektur yang berhubungan dengan rumah tersebut.

Jika pengunjung mulai lelah berkeliling, di kampung ini tersedia banyak warung kecil yang menjajakan makanan untuk anda beristirahat sejenak. Selain warung yang berada di lokasi, jika pengunjung ingin menikmati makanan dengan nuansa klasik atau zaman dahulu, pengunjung dapat mendatangi toko Oen yang berada tidak jauh dari kampung ini.

Tidak puas rasanya jika sudah berwisata tidak membawa oleh-oleh khas dari tempat tersebut. Jangan khawatir, di kampung ini terdapat penjual suvenir barang-barang zaman dahulu yang terletak sebelum gapura keluar. Toko suvenir ini banyak menjual barang antik mulai dari TV, radio, koper, piringan hitam, kamera hingga motor zaman dahulu. Selain untuk toko suvenir, pengunjung dapat menjadikannya latar belakang untuk berfoto dengan tema vintage.

Dibutuhkan waktu lumayan lama untuk menyusuri setiap sudut kampung ini. Terdapat papan penunjuk arah untuk memudahkan pengunjung mencari lokasi yang diinginkan karena banyak gang yang sangat sempit dan juga banyak persimpangan. Jika Anda merasa kebingungan mencari tempat yang ada pada denah, jangan segan bertanya kepada warga sekitar karena warga di sana sangat baik dan ramah kepada pengunjung.

Walaupun sudah lama diresmikan sebagai destinasi wisata, banyak orang belum megetahui apa dan di mana Kampung Heritage Kajoetangan itu berada. Hal tersebut karena kurangnya promosi yang dilakukan pengelola. Dengan perawatan yang sangat baik dan rumah-rumah yang masih terjaga, tempat ini sangat memungkinkan di datangi banyak pengunjung untuk berwisata dan dengan promosi yang menarik.

Mumpung sebentar lagi liburan, yuk rencanakan liburan anda ke Malang dan jangan lupa mampir ke Kampung Heritage Kajoetangan!